Hasil Pertemuan: BPPB revitalisasi bahasa daerah Babel cegah kepunahan

bahasa3

BPPB Revitalisasi Bahasa Daerah Babel untuk Mencegah Kepunahan

Dalam upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Indonesia sedang melakukan revitalisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar bahasa lokal tersebut tidak mengalami kepunahan. Peresmian Gedung Kantor Bahasa Babel di Kota Pangkalpinang menjadi momentum penting dalam peningkatan upaya tersebut.

Langkah Revitalisasi Bahasa Daerah

Kepala BPPB, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa revitalisasi bahasa daerah ini sangat penting karena jumlah total bahasa yang berada di Indonesia mencapai 718. “Revitalisasi bahasa daerah bertujuan untuk mencegah hilangnya bahasa tersebut,” ungkapnya.

“Pembelajaran bahasa daerah serta kompetisi berbahasa daerah di sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas menjadi salah satu metode yang dapat dilakukan,” tambah Hafidz Muksin.

Ia juga menyarankan kepada para orang tua agar aktif menggunakan bahasa daerah dalam lingkungan rumah, sehingga anak-anak bisa terbiasa berkomunikasi dalam bahasa tersebut. “Dengan cara ini, bahasa daerah dapat tetap hidup dalam kegiatan formal dan non-formal,” lanjutnya.

Dukungan Gubernur Babel

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memberikan dukungan penuh terhadap program revitalisasi. Ia menegaskan bahwa keberadaan berbagai dialek bahasa daerah di Babel harus dijaga agar tidak punah. “Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas Kantor Bahasa Kepulauan Babel untuk meningkatkan kemampuan berbahasa daerah dan Bahasa Indonesia secara baik dan benar,” ujarnya.