Jalan Lenteng Agung Ambles – Antisipasi Kemacetan Arus ke Depok Dialihkan

00feb494-333e-49d1-8ea4-fcdc7a64e04e-0

Jalan Lenteng Agung Ambles, Antisipasi Kemacetan Arus ke Depok Dialihkan

Jalan Lenteng Agung Ambles – Di Jakarta Selatan, ruas jalan Raya Lenteng Agung mengalami kerusakan berupa ambles, yang mengganggu arus lalu lintas ke Depok. Kejadian ini memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan pengaturan lalu lintas darurat. Rekayasa lalu lintas yang diaplikasikan bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan serta memastikan keamanan para pengguna jalan sambil menunggu proses perbaikan jalan rampung.

Pelaksana Harian Kepala Dishub Beri Penjelasan

Pelaksana Harian Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Hermawan, mengungkapkan bahwa pengalihan arus lalu lintas dianggap sebagai langkah kencang untuk mengatasi keterbatasan akses akibat jalan yang mengalami retak. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama karena kondisi jalan yang tidak stabil berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Kami memahami aktivitas masyarakat terganggu akibat kondisi jalan ambles ini. Karena itu, pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus segera dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga,” ujar Ujang, Jumat (29/5/2026).

Dishub juga menegaskan bahwa pengguna jalan harus menyesuaikan rencana perjalanan dan mengikuti petunjuk dari petugas yang bertugas di lokasi. Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati saat melintasi daerah yang terdampak dan memanfaatkan jalur lain yang telah ditentukan untuk menghindari kemacetan.

Kondisi Jalan dan Pengaruh terhadap Mobilitas

Kerusakan di Jalan Raya Lenteng Agung terjadi di bagian tengah, mengakibatkan beberapa titik jalur terputus. Lokasi ini menjadi salah satu jalur utama bagi warga yang bepergian antar Kota Jakarta dan Depok. Akibatnya, kepadatan lalu lintas meningkat drastis, terutama di jam sibuk pagi dan sore hari. Tidak hanya kendaraan pribadi, angkutan umum dan truk besar juga terjebak dalam antrean panjang.

Pengemudi mobil bermuatan besar dianjurkan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari risiko tertabrak oleh bagian jalan yang masih dalam proses pemeliharaan. Dishub menjelaskan bahwa kejadian ini memicu pengalihan arus lalu lintas sejak pagi hari hingga malam, dengan intensitas terus meningkat seiring jumlah pengguna jalan yang memadati jalan utama.

Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan

Dishub membagi jalur alternatif berdasarkan jenis kendaraan. Untuk kendaraan dua roda, seperti sepeda motor, pengguna diperbolehkan melintasi lajur paling kanan Jalan Raya Lenteng Agung. Namun, mereka harus memperhatikan kecepatan dan jarak aman karena permukaan jalan yang retak berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Sementara itu, pengendara roda empat yang menuju Depok-Sawangan dapat mengambil jalur melalui putar balik di Perlintasan Kereta Api Universitas Pancasila (JPL 23). Setelah melewati Jalan Lenteng Agung Barat, kendaraan lanjut ke Jalan Kahfi II dan Jalan Tanah Baru, baru kemudian mengarah ke tujuan. Untuk truk besar, Dishub mengarahkan mereka sejak Simpang Jalan TB Simatupang melalui Jalan Tol Desari ke arah barat, atau via Jalan Raya Bogor dan Jalan Tol Jagorawi ke arah timur.

Adapun bagi pengguna sepeda motor, jalur alternatif terbuka lewat Jalan Gardu, Jalan H Shibi IV, Jalan H Shibi II, Jalan H Shibi, Jalan H Compek, dan akhirnya ke Jalan Akses UI atau Jalan Mardhotillah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran lalu lintas tidak terhambat terlalu lama dan mencegah terjadinya kepadatan di titik-titik kritis.

Kerja Sama dengan Dinas Lain untuk Pemulihan

Dishub tidak sendirian dalam menangani situasi ini. Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga juga terlibat langsung untuk mempercepat penanganan. Dengan koordinasi tim yang intens, mereka berupaya mengembalikan kondisi jalan normal dalam waktu yang secepat mungkin.

Ujang mengatakan bahwa pihaknya terus memantau keadaan di lapangan dan siap menyesuaikan strategi jika diperlukan. Ia menambahkan bahwa pengalihan arus ini adalah bagian dari upaya jangka pendek untuk mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat.

“Kami terus memantau situasi di lapangan. Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga juga tengah mempercepat penanganan agar kondisi lalu lintas dapat kembali normal,” katanya.

Dampak pada Aktivitas Harian dan Solusi Jangka Panjang

Perubahan rute ini menyebabkan peningkatan beban pada jalan-jalan alternatif, seperti Jalan Gardu dan Jalan Mardhotillah. Sejumlah warga mengeluhkan bahwa jalur ini lebih jauh dan memakan waktu lebih lama, terutama bagi pengguna sepeda motor yang biasa lewat jalan utama.

Dishub berharap solusi jangka panjang dapat segera ditemukan, seperti pengerasan ulang atau pengaturan drainase yang lebih baik. Saat ini, mereka sedang mengevaluasi dampak kejadian tersebut dan menyesuaikan rencana pemeliharaan berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.

Pengemudi dianjurkan untuk memperhitungkan waktu tempuh dan memilih rute yang lebih efisien. Petugas lalu lintas juga aktif memberikan arahan ke pengguna jalan, terutama di titik-titik perlintasan yang rawan kecelakaan. Dengan pengalihan arus, Dishub berharap masyarakat dapat tetap beraktivitas tanpa mengalami kesulitan berarti.

Langkah-Langkah untuk Mengurangi Risiko

Sebagai antisipasi, Dish