News

Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Hadiah Kesempatan Bertemu Prabowo

codex-ba574d68df344b2f835fb1ec14af3a0b
Foto : Daniel Miller - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Sayembara Surat Santri Jadi Saluran Aspirasi untuk Presiden
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Sayembara Surat Santri Jadi Saluran Aspirasi untuk Presiden

Eksplorasiindonesia.com – Kementerian Agama membuka sayembara “Surat Santri untuk Presiden” sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri 2026. Program yang ditujukan bagi santri di berbagai wilayah Indonesia ini memberi kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan, harapan, serta gagasan bagi masa depan bangsa melalui sebuah surat.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI. Selain menjadi ajang kompetisi, sayembara ini dirancang sebagai ruang ekspresi tertulis bagi santri untuk menyoroti isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan arah pembangunan Indonesia.

Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, menyampaikan bahwa suara santri memiliki tempat penting dalam percakapan mengenai masa depan negara. Santri dipandang tidak hanya terlibat dalam perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga memiliki pemikiran dan aspirasi yang relevan untuk disampaikan kepada pemimpin nasional.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” kata Basnang Said dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Melalui format surat, peserta diharapkan dapat menyampaikan pemikiran secara runtut, personal, dan bertanggung jawab. Bentuk karya ini juga selaras dengan kebiasaan literasi yang telah lama hidup dalam lingkungan pesantren, termasuk tradisi membaca, menulis, mengkaji, serta menyampaikan gagasan secara tertib.

Tiga Tema yang Dapat Dipilih Peserta

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa peserta dapat memilih salah satu dari tiga pokok bahasan. Tema tersebut meliputi aspirasi mengenai pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, dan harapan atas kesejahteraan rakyat.

Pilihan tema itu membuka ruang bagi santri untuk mengangkat pengalaman, perhatian, atau gagasan yang mereka anggap penting. Dalam tema pendidikan, misalnya, peserta dapat menulis harapan terkait peran pendidikan dalam kehidupan bangsa. Tema lingkungan memberi kesempatan untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi alam dan kebiasaan menjaga ruang hidup. Sementara tema kesejahteraan rakyat mengajak peserta memikirkan harapan bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Setiap surat dibatasi paling banyak 700 kata atau setara dua halaman kertas A4. Ketentuan pembatasan panjang naskah ini mengharuskan peserta menyampaikan isi surat dengan jelas dan fokus. Surat perlu ditulis tangan memakai pulpen berwarna hitam atau biru, lalu dipindai sebelum dikirimkan dalam bentuk PDF.

Panitia juga menetapkan bahwa karya yang diajukan wajib merupakan tulisan asli peserta. Naskah tidak boleh mengandung plagiasi dan belum pernah meraih juara dalam kompetisi lain. Ketentuan tersebut penting untuk menjaga keaslian suara setiap peserta sekaligus memastikan proses penilaian berjalan adil.

Pengiriman Dibuka hingga 2 Oktober 2026

Pendaftaran dan pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email suratsantri@kemenag.go.id. Periode pengiriman berlangsung mulai 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta perlu memperhatikan batas waktu tersebut agar naskah dan dokumen pendukung dapat diterima sesuai ketentuan.

Dalam pengiriman email, peserta diminta melampirkan data diri, identitas pesantren, serta nomor WhatsApp milik peserta dan/atau guru atau pembina santri. Peserta juga harus mencantumkan tema yang dipilih, menyertakan naskah surat dalam format PDF, dan melampirkan pernyataan keaslian karya.

Kelengkapan administrasi menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum surat dikirim. Santri dapat memeriksa kembali hasil pindaian agar tulisan terbaca dengan jelas, memastikan dokumen PDF dapat dibuka, serta menyesuaikan isi surat dengan satu tema yang dipilih. Langkah sederhana ini membantu gagasan yang telah disusun dapat diterima panitia secara utuh.

Basnang Said menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi dorongan agar santri berani membaca situasi di sekitarnya dan menuangkannya dalam tulisan. Surat tidak sekadar diposisikan sebagai syarat lomba, melainkan sebagai wadah untuk menghubungkan pemikiran santri dengan persoalan yang dihadapi bangsa.

“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” ujarnya.

Pemenang Berkesempatan Hadir di Malam Puncak Hari Santri

Para pemenang sayembara akan memperoleh kesempatan menghadiri Malam Bhakti Santri untuk Negeri. Agenda tersebut menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026 dan direncanakan mengundang Presiden Prabowo Subianto.

Kesempatan tersebut memberi makna tambahan bagi para peserta yang terpilih. Surat yang ditulis dari pengalaman dan pandangan santri dapat menjadi bagian dari peringatan Hari Santri, sekaligus memperlihatkan bahwa gagasan dari lingkungan pesantren memiliki ruang untuk hadir dalam dialog mengenai pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi santri yang ingin berpartisipasi, sayembara ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun pesan yang jujur, relevan dengan tema, dan mudah dipahami. Dengan batas maksimal 700 kata, setiap kalimat perlu diarahkan untuk memperkuat pokok gagasan. Surat yang baik dapat memulai dengan persoalan yang ingin disampaikan, dilanjutkan dengan alasan atau pengalaman yang mendukung, lalu ditutup dengan harapan yang ingin ditujukan kepada Presiden.

“Surat Santri untuk Presiden” pada akhirnya menjadi ajakan untuk menjadikan tulisan sebagai sarana menyampaikan kepedulian. Melalui kompetisi ini, Kementerian Agama membuka jalan agar santri dari seluruh Indonesia dapat mengambil bagian dalam menyuarakan harapan mereka bagi negeri.

Frequently Asked Questions

What is Kemenag Buka Sayembara Surat Santri?

Kemenag Buka Sayembara Surat Santri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenag Buka Sayembara Surat Santri matter?

Kemenag Buka Sayembara Surat Santri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Daniel Miller - eksplorasiindonesia.com

Daniel Miller - eksplorasiindonesia.com

Daniel Miller adalah penulis perjalanan dan pencerita budaya yang berfokus pada eksplorasi destinasi unik di Asia Tenggara. Selama lebih dari satu dekade, ia telah menjelajahi berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari desa pesisir, taman nasional, hingga kota bersejarah, sambil mendokumentasikan tradisi lokal, kuliner daerah, dan keindahan alam yang jarang diketahui wisatawan.

Daniel dikenal melalui tulisan panduan perjalanan yang informatif dan mudah dipahami. Ia menggabungkan pengalaman langsung dengan riset mendalam untuk membantu pembaca memahami keragaman budaya dan destinasi wisata di Indonesia.

Selain menulis, Daniel juga gemar memotret lanskap alam, menjelajahi jalur pendakian tropis, serta mempelajari kehidupan masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dari kekayaan Indonesia.