Key Strategy: Sunset di Kebun Series hadirkan festival dengan pendekatan konservasi
Sunset di Kebun Series Hadirkan Festival dengan Pendekatan Konservasi
Key Strategy – Jakarta – Acara nasional Sunset di Kebun Series berusaha menawarkan pengalaman hiburan yang unik dengan menggabungkan konsep piknik dan pendekatan konservasi, sehingga lebih menyentuh generasi muda. Dalam wawancara pers yang diterima di Jakarta, Kamis, Marga Anggrianto, Managing Director PT Mitra Natura Raya, mengungkapkan bahwa sebagai pengelola Kebun Raya, timnya memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menyampaikan nilai konservasi kepada masyarakat. Ia menambahkan, Sunset di Kebun Series dirancang sebagai media untuk menyebarluaskan pesan ini, dengan pendekatan yang lebih dekat ke generasi muda, yaitu melalui musik dan interaksi langsung di lingkungan alam.
Konsep Festival yang Berkelanjutan
Festival ini menghadirkan tiga program utama, yaitu Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, dan Jazz di Kebun yang baru diluncurkan pada tahun 2026. Setiap acara dirancang dengan konsep yang berbeda, tetapi tetap fokus pada harmonisasi antara kesenangan dan edukasi lingkungan. Sunset di Kebun, misalnya, menawarkan pengalaman festival di ruang hijau yang nyaman, sementara Sunset di Pantai menyoroti suasana santai di kawasan pesisir. Sementara Jazz di Kebun bertujuan memberikan pengalaman musik yang lebih personal dan terkurasi bagi audiens yang menginginkan interaksi yang mendalam.
Edukasi Lingkungan dan Partisipasi Masyarakat
Pendekatan konservasi dalam festival ini diperkuat melalui program Lesstari, yang berfokus pada edukasi lingkungan serta inisiatif Plant Heroes. Program Lesstari bertujuan mengajak masyarakat, terutama Gen Z dan milenial, untuk terlibat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Sementara Plant Heroes menyoroti pentingnya perlindungan spesies tanaman dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Kami ingin Sunset di Kebun Series menjadi ruang di mana hiburan dan edukasi dapat berjalan seiringan,” kata Michael Bayu A Sumarijanto, Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya. Ia menegaskan, melalui berbagai program yang disajikan, pengunjung tidak hanya menikmati musik, tetapi juga memperoleh pemahaman baru tentang tanggung jawab menjaga alam.
“Kami ingin Sunset di Kebun Series menjadi ruang di mana hiburan dan edukasi berjalan bersamaan. Melalui program yang kami hadirkan, pengunjung dapat menikmati musik sekaligus mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan ekosistem,” ujar Michael Bayu A Sumarijanto.
Ketiga program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan Gen Z, milenial, dan keluarga muda yang mencari hiburan berbasis pengalaman. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati musik, tetapi juga untuk berkumpul, berinteraksi, serta mengeksplorasi berbagai aktivitas yang terpadu dalam satu ruang. “Festival ini menghadirkan kesempatan untuk menjadikan alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar tempat rekreasi,” imbuh Marga Anggrianto.
Peran Tring! by Pegadaian dalam Mendukung
Rangkaian festival ini didukung oleh Tring! by Pegadaian, yang tidak hanya menjadi mitra, tetapi juga enabler utama dalam menyediakan pengalaman edukasi finansial yang praktis. “Tring! by Pegadaian sebagai aplikasi finansial ekosistem emas, memberikan solusi yang sesuai dengan gaya hidup generasi muda,” jelas Yudi Sadono, Senior Vice President Tring! by Pegadaian. Ia menegaskan, dengan hadir di momen yang dinikmati masyarakat, aplikasi ini memastikan aksesibilitas, relevansi, serta nilai yang tinggi bagi pengguna.
“Kami ingin hadir di momen yang mereka nikmati, sekaligus memberikan kemudahan dan benefit dalam setiap pengalaman,” ujar Yudi Sadono.
Tring! by Pegadaian menjadikan festival sebagai platform untuk mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan. Dengan menggabungkan edukasi finansial dalam konsep festival, peserta tidak hanya merasakan kesenangan, tetapi juga mengeksplorasi cara membangun kebiasaan baik dalam mengelola keuangan dan berkontribusi pada lingkungan. Program ini menunjukkan komitmen Tring! by Pegadaian untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan berkelanjutan, dengan mendukung inisiatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Pengembangan Ekosistem Festival
Salah satu inovasi dalam Sunset di Kebun Series adalah penggunaan teknologi sebagai sarana pendekatan konservasi. Dengan memanfaatkan aplikasi digital dan program edukasi, festival ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan alam. “Kami percaya bahwa teknologi bisa menjadi jembatan antara kesenangan dan pembelajaran,” ujar Marga Anggrianto. Ia menekankan bahwa program ini dihadirkan untuk memastikan pengunjung merasa terlibat, sekaligus memahami konsep konservasi secara langsung.
Lebih lanjut, Plant Heroes tidak hanya mengajak pengunjung memahami pentingnya menjaga ekosistem, tetapi juga menggandeng masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam melestarikan spesies tanaman. “Setiap interaksi di alam seharusnya menjadi kesempatan untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Michael Bayu A Sumarijanto. Ini menunjukkan bahwa festival tidak hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga wadah untuk kolaborasi antara pihak swasta dan masyarakat dalam upaya konservasi.
Komitmen Terhadap Generasi Masa Depan
Kehadiran Sunset di Kebun Series menunjukkan komitmen pengelola Kebun Raya dalam menciptakan pengalaman yang menarik sekaligus bermakna bagi generasi muda. Dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang menyenangkan, festival ini berusaha mengubah pola pikir masyarakat tentang konservasi, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. “Kami ingin membentuk kesadaran bahwa alam bukanlah sumber daya tak terbatas, tetapi juga bagian dari komunitas yang harus dijaga,” tambah Yudi Sadono.
Program Lesstari dan Plant Heroes menjadi contoh nyata dari pendekatan konservasi yang interaktif. Melalui kegiatan seperti penanaman pohon dan edukasi tentang keanekaragaman hayati, pengunjung diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Kami berharap para pengunjung merasa bahwa mereka tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga terlibat dalam proses pelestarian,” ujar Michael Bayu A Sumarijanto.
Sunset di Kebun Series menjadi bukti bahwa festival bisa menjadi alat untuk merangsang perubahan perilaku. Dengan menggabungkan musik, seni, dan edukasi lingkungan, acara ini menciptakan pengalaman yang berbeda, sekaligus menawarkan nilai tambah bagi masyarakat. “Festival ini dirancang untuk menjadi ruang yang menggabungkan emosi dan pemikiran,” kata Marga Anggrianto. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini memberikan peluang bagi pengunjung untuk mengalami konservasi secara langsung, bukan sekadar mendengar atau membaca.
Sebagai penutup, Sunset di Kebun Series menghadirkan model festival yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan berbagai format yang disesuaikan dengan kebutuhan audiens, acara ini menunjukkan bagaimana konservasi bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Kami ingin membawa pesan konservasi ke ruang yang paling nyaman bagi generasi muda,” ujar Michael Bayu A Sumarijanto. Ini menggambarkan upaya untuk menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan melalui cara yang menarik dan relevan.
