Strategi Penting: Kepala BGN jelaskan penggunaan jasa EO bagian dari profesionalitas

69909f54 2661 47cf bb09 9e5ea6ea9f22 0

Kepala BGN jelaskan penggunaan jasa EO bagian dari profesionalitas

Jakarta – Dalam upaya memperkuat profesionalitas, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pemanfaatan layanan penyelenggara acara atau Event Organizer (EO) menjadi bagian penting dalam membangun sistem operasional yang terstruktur dan berkualitas. Hal ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan memberikan dampak signifikan pada masyarakat.

Menurut Dadan, penggunaan dana sekitar Rp113 miliar untuk jasa EO yang mendapat perhatian publik adalah wajar dalam proses pembentukan lembaga baru. BGN, sebagai institusi strategis nasional, saat ini masih berada dalam tahap awal pengembangan struktur dan mekanisme kerja. “Di fase ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang mumpuni untuk mengelola acara skala besar secara mandiri,” ujar Dadan dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Peran EO dalam kegiatan besar

Dalam penyelenggaraan acara, kampanye, dan sosialisasi nasional yang kompleks, pihak profesional seperti EO dianggap perlu untuk menjamin kegiatan berjalan terstandar. Dadan menjelaskan bahwa EO memiliki keahlian spesifik dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga mitigasi risiko operasional. “Kualitas penyelenggaraan menjadi krusial karena EO membantu mengemas pesan pemerintah secara efektif dan menarik,” tambahnya.

“Penggunaan jasa EO merupakan langkah strategis agar acara dapat dilaksanakan profesional, tepat waktu, dan terukur. EO mampu memastikan koordinasi vendor, pengawasan teknis, serta pelayanan yang optimal,” kata Dadan.

Sebagai mitra kerja, EO juga memberikan masukan untuk pengaturan strategi komunikasi dan optimisasi anggaran. Dadan menegaskan bahwa seluruh keputusan pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan. “Hal ini memudahkan proses audit, pengawasan, serta akuntabilitas penggunaan dana negara karena semua komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadan menyoroti bahwa perekrutan tim internal memerlukan waktu dan biaya pelatihan yang signifikan. Sementara itu, program MBG harus segera dijalankan untuk mempercepat dampaknya. “Dengan melibatkan EO, BGN bisa menjaga kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan tanpa mengorbankan efisiensi,” jelas Dadan.

Dadan juga menyoroti bahwa kegiatan yang dijalankan EO bukan hanya acara formal, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik. EO turut mendukung pembinaan SDM di bidang pangan serta promosi isu gizi secara luas. “Tujuan program dapat tercapai maksimal dengan kehadiran EO yang memastikan pesan diakses secara efektif oleh masyarakat,” tuturnya.