Strategi Penting: Menteri PKP tinjau HWB Purwakarta, prototipe perumahan terjangkau

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Tinjau Proyek HWB Purwakarta
Dalam kunjungan ke Purwakarta, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengunjungi proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) yang dikenal sebagai contoh nasional perumahan ramah anggaran. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah serta meningkatkan kualitas hidup dan memfasilitasi pergerakan sosial.
Inovasi dalam Akses Kepemilikan Hunian
Menurut Maruarar Sirait, inisiatif ini dianggap sebagai langkah krusial. “Hunian berkualitas dengan biaya terjangkau seperti ini menjadi kunci untuk membuka peluang kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang masa depan dan martabat,” tuturnya. Proyek tersebut menawarkan rumah dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasar, seperti unit satu kamar tidur yang dijual mulai Rp98 juta, serta dua kamar tidur dari Rp115 juta.
“Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” ujar Maruarar Sirait di Purwakarta, Selasa.
Dalam jangka waktu singkat, lebih dari 1.500 unit telah terjual, menjadikannya salah satu model yang dapat diadopsi secara nasional untuk mempercepat pembangunan perumahan. Proyek ini juga menyediakan skema pembiayaan ringan, dengan cicilan sekitar Rp500 ribu per bulan. Untuk tahap awal, cicilan untuk unit satu kamar bisa ditekan hingga Rp170 ribu per bulan selama 15 bulan pertama.
Strategi Lokasi dan Dukungan Daerah
Purwakarta dinilai sebagai lokasi strategis karena berada di antara Jakarta dan Bandung serta dikelilingi kawasan industri yang menawarkan peluang kerja. Faktor ini memicu tingginya permintaan akan hunian, sehingga proyek ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang kerap disapa Om Zein, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini.
“Ini membawa manfaat nyata, lapangan kerja, investasi, dan harapan baru bagi masyarakat Purwakarta,” ujar Om Zein.
Proyek ini mulai dikembangkan pada bulan Juli 2025, lalu secara resmi diluncurkan pada Maret 2026 dengan skema pre-selling. Dalam waktu singkat, lebih dari 1.500 unit terjual, menunjukkan keterimaan masyarakat terhadap konsep ini. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Purwakarta siap menjadi contoh pembangunan perumahan yang berbasis kebutuhan warga.
“Ini adalah pembangunan yang tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi.
Dari sisi ekonomi, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun ini diprediksi menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada pertengahan 2026. Mayoritas bahan dan tenaga kerja berasal dari dalam wilayah Jawa Barat, sehingga memberi dampak langsung terhadap perekonomian lokal.
Kemitraan yang Berhasil
Proyek ini lahir dari sinergi antara pengembang HWB Group, Lippo Cikarang, dan pengusaha lokal Iwang Prejadi. Kolaborasi ini dinilai sebagai contoh pemberdayaan usaha daerah dalam proyek besar. Ketut Wijaya, perwakilan Lippo Cikarang, menilai model kemitraan ini memiliki pengaruh luas.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat,” kata Ketut Wijaya.
Iwang Prejadi pun menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. “Ini adalah kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi warga,” katanya. Respon positif juga terdengar dari masyarakat. Ina Tiya, pekerja pabrik, menyatakan tak pernah membayangkan bisa memiliki rumah dengan biaya terjangkau.
“Ini peluang untuk meningkatkan kualitas hidup,” kata Sunarsih dan Talita Yulia Fadila.
