Important News: Gubernur Khofifah dorong peternak Jatim penuhi daging di pasar global
Gubernur Khofifah Dorong Peternak Jatim Penuhi Daging di Pasar Global
Important News –
Dalam kunjungan kerja ke peternakan Berkah Wafa Farm di Kabupaten Mojokerto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peningkatan kualitas ternak sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar Jatim ke luar negeri. Kebijakan ini, menurut Khofifah, bertujuan untuk memastikan produk peternakan daerah mampu bersaing secara global, terutama dalam industri daging yang kini menjadi fokus utama pengembangan sektor pertanian. “Kami memandang bahwa perbaikan kualitas ternak tidak hanya penting untuk meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga untuk memenuhi standar internasional yang semakin ketat,” tuturnya.
Potensi Ekspor Daging Jatim
Peternakan Jawa Timur, yang memiliki luas lahan pertanian cukup besar dan sumber daya alam yang melimpah, telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Khofifah menyoroti bahwa potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam menjangkau pasar internasional. Ia menekankan bahwa Jatim tidak hanya mampu memenuhi permintaan dalam negeri, tetapi juga siap menjadi penyuplai daging yang andal untuk negara-negara tetangga dan bahkan pasar global.
“Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, beliau menyampaikan bahwa negaranya secara rutin mengimpor daging dari Brazil dan Australia. Dengan demikian, saya menegaskan bahwa Jatim siap untuk menjadi alternatif lain yang bisa memberikan kontribusi signifikan,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, Arab Saudi memiliki permintaan yang tinggi terhadap daging berkualitas tinggi, terutama untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat dan juga pasar ekspor. Dengan ketersediaan RPH halal yang terjamin, serta kemampuan peternak lokal untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar internasional, ia yakin Jatim dapat menjawab tantangan tersebut. “Duta Besar menyebutkan bahwa setelah musim haji, beliau akan berkunjung ke Jawa Timur untuk meninjau langsung fasilitas RPH dan menegaskan kesiapan daerah dalam memenuhi syarat ekspor,” tambahnya.
Langkah Khusus untuk Memenuhi Syarat Ekspor
Khofifah mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang mendorong peternak lokal untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan ternak, termasuk penggunaan teknologi modern dan pengawasan kualitas yang ketat. Hal ini diperlukan untuk memastikan produk yang dihasilkan layak dikirim ke luar negeri, khususnya ke Arab Saudi dan Malaysia. “Kami sedang bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memberikan pelatihan, pengawasan, serta akses ke sertifikasi yang diperlukan,” jelasnya.
Menurut data dari Dinas Pertanian Jawa Timur, jumlah populasi ternak sapi, kambing, dan domba di daerah tersebut mencapai lebih dari 10 juta ekor. Dengan populasi yang besar ini, Khofifah meyakini bahwa Jatim memiliki kapasitas untuk menghasilkan daging dalam jumlah yang cukup, asalkan terus ditingkatkan. “Kami juga mengupayakan kerja sama dengan pemerintah pusat serta mitra internasional untuk mempermudah proses ekspor dan mengurangi hambatan regulasi,” tambahnya.
Persiapan untuk Menjangkau Pasar Global
Kehadiran RPH halal yang terakreditasi menjadi salah satu kunci utama dalam menarik minat pasar ekspor. Khofifah menyebutkan bahwa kualitas daging yang dihasilkan harus sesuai dengan standar halal, yang merupakan syarat wajib untuk pasar Arab Saudi. “Kami sedang mempercepat proses pemeriksaan dan pengakuan RPH halal di berbagai wilayah Jatim agar dapat segera beroperasi secara efektif,” ungkapnya.
Di samping itu, Khofifah juga menyoroti pentingnya memperkuat promosi produk Jatim di tingkat internasional. Ia berharap melalui pameran perdagangan dan kerja sama dengan pihak asing, daerah ini bisa membangun nama baik sebagai penyuplai daging berkualitas. “Dengan menekankan keunggulan produk lokal, kami percaya Jatim bisa menyaingi produsen dari negara lain,” tambahnya.
Peluang Ekspor untuk Negara Tetangga
Khofifah juga menekankan bahwa pasar ekspor tidak hanya terbatas pada Arab Saudi dan Malaysia, tetapi juga mencakup negara-negara lain di Asia Tenggara dan kawasan Afrika. “Kami sedang melakukan riset dan kajian terhadap permintaan pasar di beberapa negara, termasuk Indonesia sendiri, untuk memastikan strategi ekspor yang tepat,” jelasnya.
Menurutnya, daging Jatim memiliki daya tarik karena kandungan gizi yang tinggi dan ketersediaan dalam jumlah besar. “Jatim juga memiliki keunggulan dalam pengolahan daging yang berkelanjutan, sehingga produknya tidak hanya layak dikonsumsi secara domestik, tetapi juga mampu memenuhi standar ekspor,” tambah Khofifah.
Pengembangan Infrastruktur dan Kapasitas Peternak
Khusus dalam pengembangan infrastruktur, Khofifah menekankan perlunya perbaikan fasilitas RPH dan keterlibatan peternak dalam sistem rantai pasok yang modern. “Kami sedang membangun pusat pengujian daging dan memberikan pelatihan kepada peternak agar mereka mampu mengikuti prosedur ekspor yang ketat,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peternak Jatim harus terus meningkatkan kualitas ternak dengan penerapan teknologi dan sistem pakan yang terstandardisasi. “Dengan menggabungkan keahlian lokal dan bantuan teknologi, kami percaya peternak bisa menghasilkan produk yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Khofifah menambahkan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, baik secara kebijakan maupun finansial, untuk membantu peternak dalam menyiapkan produknya ke pasar global. “Kami ingin menegaskan bahwa Jatim bukan hanya memiliki sumber daya alam yang baik, tetapi juga komitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Khofifah optimistis bahwa Jatim bisa menjadi salah satu pelaku utama dalam industri daging nasional dan internasional. Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan, daerah ini bisa menjadi penyuplai utama daging ke berbagai pasar, termasuk Arab Saudi dan Malaysia. “Ini adalah peluang besar, dan kami siap memanfaatkannya secara maksimal,” tutupnya.
