Hasil Pertemuan: IEA, IMF, Bank Dunia: Harga energi, pupuk mungkin akan tetap tinggi

LNG Jepang

IEA, IMF, Bank Dunia: Harga energi, pupuk mungkin akan tetap tinggi

Istanbul, 13 April 2023

Ketiga lembaga internasional, yaitu Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia, mengingatkan bahwa harga bahan bakar serta bahan pupuk bisa terus mengalami kenaikan signifikan dalam periode yang cukup lama. Meski alur pengiriman melalui Selat Hormuz telah pulih, mereka menegaskan bahwa kondisi ini tidak cukup untuk menurunkan harga secara signifikan, karena gangguan pada rantai pasokan dan kemunduran dalam pemulihan komoditas global.

Perang di wilayah Timur Tengah dianggap sebagai faktor yang memicu dampak besar, mencakup segala aspek dan merugikan secara tidak merata. Khususnya, negara-negara importir energi, terutama yang berpenghasilan rendah, terkena lebih berat. Kesulitan ini berdampak pada kenaikan biaya minyak, gas, dan bahan pupuk, yang memperparah kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan hilangnya lapangan kerja. Di sisi lain, sejumlah negara eksportir mengalami penurunan pendapatan signifikan.

“Kami memberikan penilaian terkini, sebelum rilis Laporan Pasar Minyak IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada hari Selasa, 14 April. Selain itu, kami juga menganalisis kondisi negara-negara yang paling terkena dampak serta respons dari lembaga-lembaga kami sendiri,” kata pernyataan tersebut.

Para penyusun pernyataan menekankan bahwa pasokan komoditas utama di pasar global belum sepenuhnya kembali seperti semula, bahkan setelah arus perdagangan terbuka kembali. Keterlambatan pemulihan ini bisa menyebabkan kekurangan input kritis yang mengancam sektor energi, pangan, dan lainnya. Sementara itu, efek seperti pengungsian wajib, pelemahan lapangan kerja, serta penurunan aktivitas pariwisata dan transportasi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk diperbaiki.

Ketiga lembaga ini menyatakan akan terus bekerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk mengoordinasikan dukungan kepada negara-negara anggota. Mereka juga akan memantau dampak perang secara ketat terhadap pasar energi dan ekonomi global, serta memastikan respons yang cepat dan bantuan finansial jika diperlukan guna mendorong stabilitas, pertumbuhan, serta penciptaan lapangan kerja.