Strategi Penting: WCPP 2026 Bali jadi ruang kolaborasi sistem pemasyarakatan global

IMG 20260414 WA0040 2

Kongres Pemasyarakatan Dunia 2026 di Bali: Kolaborasi Global untuk Sistem Pemasyarakatan Inklusif

WCPP ke-7 yang akan diadakan di Bali pada tahun 2026 diharapkan menjadi ajang pertukaran pengalaman antar negara dalam memperkuat pendekatan pemasyarakatan yang manusiawi, adaptif, dan berbasis pemulihan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyampaikan, tema kongres mencerminkan pergeseran paradigma hukum yang tidak hanya berfokus pada penjara, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan berbasis data serta pemulihan sosial.

Pemasyarakatan yang Lebih Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Agus menjelaskan bahwa kongres ini tidak hanya menjadi ruang kolaborasi global, tetapi juga forum strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan membangun model pembinaan yang lebih efektif. “Kongres ini juga menjadi wahana merumuskan rekomendasi untuk mendorong praktik pemasyarakatan yang harmonis di tingkat internasional,” tegasnya.

“Tema kongres mencerminkan pergeseran paradigma pemidanaan yang tidak lagi berfokus pada pemenjaraan semata, tetapi juga pada pendekatan berbasis data dan pemulihan,”

Kongres tersebut dihadiri 400 peserta dari 44 negara yang berpartisipasi dalam diskusi tentang sistem pemasyarakatan. Agus menekankan bahwa penguatan pembimbingan dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan sehat.

Transformasi Sistem Hukum Global

Menurut Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, tidak ada satu model pemasyarakatan yang bisa diterapkan secara universal. “Sistem keadilan modern harus mampu menyeimbangkan antara penegak hukum, perlindungan korban, keselamatan publik, serta peluang reintegrasi bagi pelaku,” paparnya.

“Dalam konteks tersebut, penguatan pembimbingan kemasyarakatan menjadi bagian penting dari reformasi sistem peradilan pidana yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan,”

Acara di Bali juga menampilkan karya dari warga binaan yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian. Produk-produk tersebut mendapat perhatian dari delegasi dan diharapkan bisa memberikan peluang promosi di tingkat internasional. Dengan penyelenggaraan WCPP 2026, Indonesia berperan aktif dalam mendorong transformasi global menuju pendekatan hukum yang lebih inklusif dan kolaboratif.