Momen Bersejarah: BPDLH salurkan Rp20,34 miliar ke 4 proyek pengembangan rendah karbon

tempImageHMZ3H4

BPDLH salurkan Rp20,34 miliar untuk empat proyek pengembangan rendah karbon

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) telah menyalurkan dana senilai Rp20.339.202.993 kepada empat proyek yang masuk dalam program Low Carbon Development Initiative – Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF). Jumlah ini setara dengan 934.585,76 Pound Sterling berdasarkan kurs terendah dari Oanda periode 5 September hingga 4 Maret 2026.

Kinerja proyek ditujukan pada ekonomi, emisi, dan kualitas lingkungan

Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Jakarta, Selasa, menyatakan empat proyek ini diharapkan mampu mendukung peningkatan ekonomi, pengurangan emisi karbon, serta perbaikan kualitas lingkungan hidup.

Empat penerima manfaat proyek yang mendapatkan dana tersebut terdiri dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, PT Venambak Kail Dipantara, PT Sinar Hijau Ventures, dan PT Jejak Enviro Teknologi. Dana yang diberikan akan dibayarkan dalam tiga tahap, dengan pembayaran kedua dan ketiga bergantung pada hasil evaluasi KPI dari tahap sebelumnya.

Detail proyek dan lokasinya

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menerima Rp5.003.199.360 untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi maggot dan ayam alope di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

PT Venambak Kail Dipantara diberikan Rp4.999.870.500 sebagai bantuan untuk pengembangan budidaya udang tradisional berbasis energi surya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

PT Sinar Hijau Ventures mendapat Rp5.002.063.133 guna menerapkan sistem inovasi teknologi rempah berkelanjutan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

PT Jejak Enviro Teknologi menerima dana Rp5.334.150.000 untuk implementasi metode Advanced AWD dalam pertanian padi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Keempat proyek ini dipilih melalui Call for Proposal Tahap 1 LCDI-ITF yang berlangsung antara 2 Desember hingga 2 Januari 2026.