Menlu Iran: Ancaman blokade AS gagalkan perundingan Islamabad

606745cb 7164 467f 84f2 1365d3c71ae6 0

Menlu Iran: Ancaman Blokade AS Gagalkan Perundingan Islamabad

Pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) terhenti karena ancaman blokade dari Angkatan Laut AS, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi. Ia mengungkapkan situasi ini dalam unggahan di platform media sosial X, Senin (13/4) pagi waktu setempat.

Kesepakatan Hampir Terwujud

Araghchi menyatakan bahwa dalam diskusi intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, pihak Iran dan AS telah mendekati titik kesepakatan. Namun, ia menekankan bahwa tuntutan maksimalis dan ancaman blokade menghambat pencapaian kesepakatan damai.

“Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran dan AS bersiap untuk mengakhiri perang. Mereka bertemu di Islamabad, Sabtu (11/4), dalam upaya mencapai kesepakatan damai. Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari ‘MoU Islamabad’, kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan melahirkan permusuhan,” ujar Araghchi.

Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump mengunggah keputusan untuk memblokade kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar Selat Hormuz, menurut laporan dari platform media sosial Truth Social pada Minggu (12/4). Di sisi lain, Komandan Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, menyebut ancaman Trump terhadap Selat Hormuz sebagai “sangat konyol dan menggelikan”, seperti dilaporkan oleh Tasnim, kantor berita Iran.

Irani menambahkan bahwa pasukan Angkatan Laut Iran sedang memantau semua kegiatan militer AS di wilayah tersebut. Pada hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengeluarkan pernyataan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz dengan alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan diberi sanksi tegas.