Program Terbaru: BNN: Penanganan narkoba dan terorisme butuh cara serupa, tapi tak sama

1000277335

BNN: Pendekatan Penanganan Narkoba dan Terorisme Memerlukan Kesamaan, Namun Berbeda

Kunjungan kerja Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/4) menjadi ajang diskusi penting tentang strategi penanganan narkoba dan terorisme. Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan bahwa meskipun keduanya membutuhkan pendekatan yang sama, masing-masing memiliki metode yang berbeda.

Dalam wawancara, Suyudi menjelaskan bahwa pendekatan utama untuk narkoba adalah pengendalian adiksi, sedangkan terorisme memerlukan penanganan terhadap ideologi. “Penguatan nilai dan pemberdayaan ekonomi adalah kunci dalam memperkuat upaya tersebut,” ujarnya, seperti yang dikutip dari pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Beliau juga mengingatkan tentang kecenderungan modus penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang, termasuk penggunaan rokok elektrik. Penemuan pencampuran cairan vape dengan zat berbahaya seperti etomidate menarik perhatian karena popularitasnya di kalangan generasi muda.

“BNN berkomitmen memperluas kerja sama, memperkuat pertukaran data, serta mengintegrasikan upaya pencegahan dan penindakan untuk menjadikan penanganan narkotika lebih efektif dan berkelanjutan,” tambah Suyudi.

Kepala BNPT Eddy Hartono menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan nasional. Menurutnya, hubungan antara narkoba dan terorisme global (narcoterrorism) semakin kuat, termasuk melalui pendanaan teroris dengan perdagangan narkotika di berbagai wilayah.

Program pembinaan narapidana teroris (napiter) di BNPT berlangsung bertahap, mulai dari risiko tinggi hingga menengah. Pendekatan yang lebih terbuka tetap diawasi, dan terintegrasi dengan reintegrasi sosial melalui pelatihan keterampilan serta pendampingan masyarakat.

Kegiatan kunjungan juga melibatkan peninjauan Balai Latihan Kerja (BLK), yang menyediakan pelatihan bidang seperti otomotif, AC, kelistrikan, peternakan, menjahit, dan kerajinan kayu. Peserta yang menyelesaikan pelatihan bisa memperoleh sertifikat, dengan dukungan instruktur BNPT dan mitra swasta.