Rencana Khusus: Pengelola Geopark Rinjani dorong kopi lokal jadi tujuan wisata pendaki

Pengelola Geopark Rinjani dorong kopi lokal jadi tujuan wisata pendaki
Inisiatif Geopark Rinjani untuk Kopi Lokal
Dari Mataram, Badan Pengelola Geopark Rinjani menawarkan kopi lokal sebagai daya tarik baru untuk para pendaki yang mengunjungi Gunung Rinjani. General Manager Geopark Rinjani Qwadru Wicaksono menjelaskan bahwa perkebunan kopi arabika dan robusta terletak di berbagai area sekitar Gunung Rinjani, mencakup wilayah timur, barat, dan utara. “Kebun-kebun ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman wisata pendaki,” ujarnya pada Senin.
Kondisi Geografis yang Mendukung
Produk kopi yang dihasilkan dari perkebunan tersebut didukung oleh kondisi geografis yang beragam, termasuk dataran tinggi dan rendah. Tanah vulkanik hasil erupsi memberikan nutrisi yang kaya, sehingga memengaruhi kualitas biji kopi. Penekanan pada lokasi geografis ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan selama perjalanan wisata di daerah tersebut.
Data Produksi Kopi di Lombok
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kopi di Pulau Lombok mencapai 5.594 hektare pada 2024. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara masing-masing memiliki luas perkebunan sebesar 2.210 hektare dan 1.448 hektare. Qwadru menjelaskan bahwa luas perkebunan ini menjadi salah satu faktor dalam pengembangan wisata yang berbasis lokal.
Pengembangan Kopi sebagai Bagian Wisata
Kopi tidak hanya dianggap sebagai komoditas pertanian, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. “Wisata bukan hanya sekadar kunjungan untuk melihat keindahan alam, tapi juga menyediakan kenangan yang bisa dibawa pulang, seperti oleh-oleh kopi,” tutur Qwadru. Inisiatif ini bertujuan menguatkan daya tarik Pulau Lombok bagi pengunjung yang ingin menggabungkan alam dan budaya lokal.
Program Penyisiran Potensi Geosite
Saat ini, Badan Pengelola Geopark Rinjani sedang melakukan penyisiran potensi geosite di kawasan geopark yang mencakup hampir setengah wilayah Pulau Lombok. Qwadru menjelaskan bahwa program ini berfokus pada identifikasi potensi lokal dan pembinaan masyarakat untuk mengelola hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. “Kami sudah mulai menyusun rencana penyisiran semua potensi yang ada di sekitar Geopark Rinjani. Tahun ini, penyisiran dimulai dengan mengambil beberapa titik terlebih dahulu,” katanya.
