Karhutla Way Kambas Belum Padam, 350 Personel Dikerahkan hingga ke Titik Api
Daftar Isi
Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat untuk Padamkan Karhutla di Way Kambas
Eksplorasiindonesia.com – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, masih berlangsung dengan melibatkan ratusan personel gabungan. Api yang muncul di kawasan konservasi itu ditangani melalui kombinasi operasi darat, pengeboman air dari udara, serta operasi modifikasi cuaca.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, dan unsur lain bergerak untuk membatasi penyebaran api sekaligus menjaga akses menuju lokasi kebakaran. Penanganan difokuskan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan berpotensi memicu perluasan area terbakar.
Titik Api Masih Terlihat dari Pemantauan Udara
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi melakukan peninjauan dari udara guna melihat kondisi terkini di Provinsi Lampung. Dari pengamatan tersebut, sejumlah titik api masih tampak di sekitar Taman Nasional Way Kambas, disertai kepulan asap yang cukup tebal.
Kristomei menekankan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi unsur penting dalam menghadapi karhutla. Keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat dibutuhkan agar respons di lapangan dapat berjalan terpadu dan cepat.
“Tadi setelah saya tinjau dari udara, memang ada beberapa titik api yang perlu mendapatkan perhatian, kita sudah mengatur untuk Way Kambas ini ada pasukan darat yang dibagi berdasarkan daerah operasi supaya pemadamannya lebih efektif,” ujar Kristomei, dikutip Minggu (25/10/2026).
Pembagian personel menurut area operasi dilakukan agar petugas dapat menjangkau lokasi kebakaran secara lebih terarah. Langkah ini juga penting karena kondisi lapangan tidak selalu memungkinkan seluruh titik api ditangani dari satu jalur yang sama.
Sekitar 40 Hektare Area Terbakar Belum Sepenuhnya Padam
Kebakaran di kawasan tersebut telah terjadi sejak 22 September 2026. Hingga perkembangan terakhir, sekitar 40 hektare area terdampak masih memerlukan penanganan karena api belum sepenuhnya dipadamkan.
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, tim gabungan telah berhasil memadamkan api di area sekitar 10,2 hektare. Luasan itu merupakan estimasi hasil pemantauan dan evaluasi langsung di lokasi. Proses pemadaman tetap dilanjutkan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala, terutama pada area dengan vegetasi rapat.
Sebanyak kurang lebih 350 personel terlibat dalam operasi ini. Mereka berasal dari BPBD tingkat provinsi serta kabupaten/kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, satuan tugas darat TNWK, BNPB, BMKG, dan mitra terkait.
Selain memadamkan api, tim di lapangan membuka akses menuju titik kebakaran. Jalur tersebut dibutuhkan untuk mempercepat mobilisasi petugas, distribusi peralatan, serta pengangkutan logistik ke area yang sulit dijangkau.
Helikopter dan Modifikasi Cuaca Dikerahkan
Operasi dari udara menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di Way Kambas. BNPB mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing pada lokasi yang tidak mudah dicapai melalui jalur darat. Metode ini membantu menjatuhkan air langsung ke area yang membutuhkan penanganan segera.
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan menggunakan pesawat Cessna Caravan. Pesawat tersebut melakukan dua sorti penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl), masing-masing sebanyak 1.000 kilogram.
Penyemaian dilakukan di wilayah Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Barat. Hasil pengamatan menunjukkan hujan ringan turun di kedua wilayah itu. Kehadiran hujan ringan dapat membantu meningkatkan kelembapan di area terdampak, meski operasi pemadaman tetap harus dilakukan secara intensif di lapangan.
Akses Air dan Vegetasi Rapat Menjadi Tantangan
Petugas menghadapi sejumlah hambatan saat menangani kebakaran. Vegetasi yang padat menyulitkan pergerakan dan memperlambat akses menuju sumber api. Jarak sumber air yang mencapai sekitar 1,5 kilometer dari titik kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam.
Keterbatasan peralatan serta logistik di beberapa lokasi turut memengaruhi operasi. Karena itu, petugas berupaya mencari cara agar suplai air dapat menjangkau area lebih luas tanpa harus selalu memindahkan sumber daya secara berulang.
Salah satu cara yang sedang dicoba adalah pemanfaatan selang sepanjang tiga kilometer. Kristomei menyampaikan bahwa metode tersebut dinilai cukup efektif untuk mendukung kegiatan pemadaman dan akan dikembangkan demi memperluas jangkauan operasi.
Penanganan karhutla di kawasan konservasi membutuhkan kerja berkelanjutan, bukan hanya pemadaman api yang terlihat di permukaan. Pemeriksaan titik panas, pemantauan asap, pembukaan akses, ketersediaan air, dan koordinasi personel menjadi bagian yang saling berkaitan untuk mencegah api meluas maupun muncul kembali.
Dengan pengerahan personel darat, dukungan helikopter, serta operasi modifikasi cuaca, fokus penanganan kini tetap diarahkan pada pemadaman titik api yang tersisa di sekitar Taman Nasional Way Kambas. Operasi akan terus menyesuaikan kondisi di lapangan agar kawasan tersebut dapat terlindungi dari dampak kebakaran yang lebih luas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Karhutla Way Kambas Belum Padam 350 Personel?
Karhutla Way Kambas Belum Padam 350 Personel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Karhutla Way Kambas Belum Padam 350 Personel matter?
Karhutla Way Kambas Belum Padam 350 Personel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.