Jenderal Bintang Tiga Pantau Karhutla Klateng, Deteksi Titik Panas Lewat Drone Thermal
Daftar Isi
Pengawasan Karhutla di Palangka Raya Diperkuat dengan Drone Thermal
Eksplorasiindonesia.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian langsung dari Asisten Utama Operasi Kapolri, Komjen Pol Roycke Harry Langie. Jenderal bintang tiga itu mendatangi lokasi terdampak di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 39, Desa Banturung, untuk melihat perkembangan pengendalian api dan memastikan kawasan sekitar tetap aman dari perluasan kebakaran.
Kunjungan lapangan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap upaya pemadaman serta pencegahan munculnya api kembali. Karhutla tidak selalu selesai saat nyala api di permukaan sudah tidak terlihat. Panas yang tersimpan di tanah atau pada material mudah terbakar masih dapat memicu kebakaran ulang apabila tidak segera ditangani melalui pemantauan dan pembasahan.
Drone Thermal Membantu Menemukan Sisa Panas
Salah satu langkah yang digunakan di lokasi adalah pemantauan dari udara memakai drone thermal. Perangkat ini membantu petugas mengidentifikasi area yang masih memiliki suhu tinggi, termasuk titik yang tidak mudah terlihat dari permukaan lahan.
Data dari pemantauan udara menjadi dasar untuk menentukan area mana yang memerlukan tindakan lanjutan. Dengan penanganan yang lebih terarah, personel dapat memusatkan pembasahan pada lokasi yang masih berisiko menyala dan mengurangi kemungkinan api merambat ke wilayah di sekitarnya.
Pemanfaatan teknologi ini mendukung kerja petugas di lapangan, terutama saat kondisi lahan luas atau terdapat titik panas yang tersembunyi. Deteksi dini juga penting agar sumber panas tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Komjen Roycke dalam kegiatan itu didampingi Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan serta Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Dieno Hendro Widodo. Rombongan melakukan pemeriksaan pada area kebakaran sekaligus memberikan asistensi dan supervisi di Posko Karhutla Satbrimob Polda Kalteng.
Kesiapan Air dan Personel Diperiksa
Selain meninjau lahan yang terdampak, rombongan memeriksa fasilitas sumur bor. Ketersediaan air merupakan salah satu unsur penting dalam operasi pemadaman maupun pembasahan lahan. Air digunakan untuk menurunkan suhu pada area yang masih menyimpan panas agar risiko api muncul kembali dapat ditekan.
Satgas Karhutla Satbrimob Polda Kalteng tetap melakukan pembasahan pada lahan yang dinilai berpotensi terbakar lagi. Tindakan ini diperlukan karena titik panas dapat bertahan di bawah permukaan tanah, meski kondisi di atasnya tampak telah padam. Karena itu, pengawasan setelah pemadaman menjadi bagian penting dari pengendalian karhutla.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa peninjauan tersebut diarahkan untuk mengecek situasi terkini di lapangan dan memastikan penanganan kebakaran berjalan sesuai kebutuhan.
“Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dalam mengendalikan titik api,” ujarnya, Jumat (16.10/2026).
Pemeriksaan kesiapan personel mencakup kemampuan petugas untuk merespons titik api, kelancaran koordinasi di posko, serta penggunaan sarana pendukung di lapangan. Pengendalian karhutla membutuhkan kerja berkelanjutan, sebab perubahan kondisi lahan dapat memengaruhi kemungkinan api kembali muncul.
Pemadaman Bukan Akhir Penanganan
Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Dieno Hendro Widodo menekankan bahwa pekerjaan petugas tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Tahap pemantauan dan pembasahan harus tetap dijalankan untuk memastikan tidak ada panas tersisa yang dapat memicu kebakaran berulang.
“Upaya penanganan karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Lahan yang masih berpotensi menyala harus terus dipantau dan dilakukan pembasahan agar api tidak kembali muncul. Kami berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja bersama seluruh pihak demi melindungi masyarakat serta menjaga lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Pesan tersebut menggambarkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menghadapi karhutla. Pemadaman api merupakan tahap awal, sedangkan pendinginan lahan, pencarian titik panas, pemeriksaan sumber air, dan kesiapsiagaan petugas menjadi langkah lanjutan yang menentukan keberhasilan pengendalian di lapangan.
Melalui asistensi dan supervisi di Palangka Raya, Astamaops Kapolri memastikan penguatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui teknologi pemantauan, kesiapan sarana, dan respons personel. Kombinasi ketiga unsur itu dibutuhkan agar lokasi yang telah ditangani tidak kembali menjadi sumber kebakaran.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan
Polda Kalteng mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan dari lingkungan terdekat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko karhutla, bersamaan dengan upaya yang dilakukan aparat dan petugas pemadam di lapangan.
Warga juga diminta segera menghubungi petugas apabila melihat titik api di sekitar tempat tinggal atau wilayah aktivitas mereka. Pelaporan sejak awal dapat membantu penanganan dilakukan lebih cepat sebelum api meluas. Kewaspadaan bersama diperlukan untuk melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jenderal Bintang Tiga Pantau Karhutla Klateng?
Jenderal Bintang Tiga Pantau Karhutla Klateng is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jenderal Bintang Tiga Pantau Karhutla Klateng matter?
Jenderal Bintang Tiga Pantau Karhutla Klateng matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.