Lifestyle

MasyaAllah, Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel Pertama Kuliah di Oxford

codex-8bf54788b6d1495daaba265dd92ceb1f
Foto : Talia Aryani - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Ayana Moon Memulai Studi di University of Oxford
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Ayana Moon Memulai Studi di University of Oxford

Eksplorasiindonesia.com – Ayana Moon membuka babak baru dalam perjalanan hidupnya dengan menempuh pendidikan di University of Oxford, Inggris. Figur publik asal Korea Selatan yang telah memeluk Islam tersebut membagikan kabar itu melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (28/9/2026).

Bagi Ayana, keberangkatan ke Oxford bukan hanya langkah akademik. Ia memaknai kesempatan tersebut sebagai ruang untuk bertumbuh, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri agar dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi komunitas Muslim.

Dalam unggahannya, Ayana menyampaikan bahwa dirinya bersyukur dapat menjalani studi di kampus ternama dunia itu. Ia juga menyebut dirinya sebagai Muslimah Korea Selatan pertama yang berkuliah di Oxford.

“Bersyukur menjadi Muslimah Korea pertama yang menempuh studi di Oxford,” tulis Ayana Moon.

Harapan untuk Menjadi Muslimah yang Bermanfaat

Ayana tidak menempatkan nama besar universitas semata-mata sebagai tujuan akhir. Ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan pengalaman belajar ini sebagai bekal dalam menjalankan peran yang bermakna bagi sesama.

Ia berharap mendapat bimbingan dari Allah SWT agar kelak mampu menjadi pemimpin Muslimah yang membawa dampak nyata. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa Ayana memandang pendidikan sebagai amanah, bukan sekadar pencapaian personal yang dapat dibanggakan.

“Semoga Allah SWT membimbing saya untuk menjadi pemimpin Muslimah yang bermanfaat — sosok yang melampaui sekadar nama universitas dan berupaya memberikan dampak nyata bagi umat,” lanjutnya.

Harapan itu kemudian diikuti permintaan doa dari Ayana kepada para pengikutnya. Dukungan moral menjadi penting baginya saat memasuki lingkungan baru, jauh dari tempat tinggal dan keseharian yang selama ini dikenalnya.

Beradaptasi Sendiri di Kota Baru

Awal masa tinggal di Oxford menjadi pengalaman yang penuh penyesuaian bagi Ayana. Ia mengaku datang ke kota tersebut seorang diri. Namun, kondisi itu tidak membuatnya merasa benar-benar sendirian karena sejumlah orang menyempatkan diri untuk bertemu dan membantunya mengenali lingkungan baru.

Perjumpaan-perjumpaan tersebut menjadi bagian berharga dari proses adaptasi. Bagi seseorang yang sedang memulai kehidupan akademik di negara lain, dukungan dari orang-orang di sekitar dapat membantu menghadirkan rasa nyaman sekaligus memperluas relasi di tempat yang belum familiar.

Ayana juga secara terbuka mengakui bahwa dirinya bukan pribadi yang mudah bersosialisasi. Karena itu, kehadiran teman dan kenalan yang bersedia mendampingi menjadi hal yang sangat ia hargai selama menjalani tahun pertamanya di Oxford.

“Saya agak malu mengakui betapa tidak pandai bersosialisasinya saya. Saya akan sangat mengandalkan Anda selama setahun ke depan,” tulisnya.

Kehadiran Azka COC dan Pertemuan Berkesan

Salah satu sosok yang disebut Ayana dalam unggahannya adalah Azka COC. Ia mengatakan bahwa perkenalan mereka bermula melalui COC. Ayana menggambarkan Azka sebagai pribadi muda yang ramah dan berbakat.

Dengan nada ringan, Ayana bahkan menyebut dirinya merasa seperti tante ketika berada bersama Azka. Cerita tersebut menggambarkan sisi hangat dari masa-masa awalnya menetap di Oxford, ketika pertemanan sederhana dapat menjadi penopang di tengah proses penyesuaian diri.

Selain bertemu Azka, Ayana juga membagikan momen kebersamaannya dengan Dr. James Fry, mantan Lord Mayor of Oxford yang kini menjabat sebagai City Councillor. Ayana menyampaikan rasa syukur dapat berbincang dengan James Fry dan keluarganya, yang ia sebut sebagai keluarga Muslim.

Dalam salah satu foto, Ayana turut terlihat bersama Dato’ Suzana. Ia diperkenalkan sebagai perempuan pertama yang menjabat Secretary-General FELDA, sebuah entitas yang terhubung dengan pemerintah Malaysia. Pertemuan itu menjadi salah satu pengalaman penting di awal perjalanan Ayana di kota tersebut.

“Saya datang ke Oxford sendirian, tapi saya nggak merasa kesepian karena ada orang-orang yang selalu menyempatkan diri untuk menemui saya seperti ini,” tulis Ayana.

Perjalanan Akademik dan Kontribusi bagi Komunitas

Keputusan Ayana Moon untuk melanjutkan studi di Oxford membawa makna yang lebih luas daripada perpindahan ke kampus baru. Sebagai seorang Muslimah dari Korea Selatan, kisahnya menunjukkan bagaimana pendidikan dapat berjalan beriringan dengan identitas, nilai keagamaan, dan keinginan untuk memberi kontribusi sosial.

Selama berada di Oxford, Ayana akan menjalani proses belajar sekaligus membangun kehidupan baru di lingkungan internasional. Tantangan adaptasi, perbedaan budaya, dan kebutuhan untuk membentuk jaringan pertemanan merupakan bagian wajar dari pengalaman tersebut.

Meski demikian, Ayana telah menyampaikan arah yang ingin ia tempuh: menjadikan kesempatan akademik ini sebagai jalan untuk memperluas manfaat bagi umat. Dengan dukungan orang-orang yang ditemuinya di Oxford, perjalanan barunya kini dimulai dengan harapan, rasa syukur, dan komitmen untuk tumbuh menjadi sosok yang membawa dampak positif.

Frequently Asked Questions

What is MasyaAllah Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel?

MasyaAllah Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does MasyaAllah Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel matter?

MasyaAllah Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.