Regional

Akses Sulit, Petugas Padamkan Karhutla 20 Hektare di Pangkalpinang Pakai Ranting

codex-09446f8e6462460cb5cfe27f4d9353a4
Foto : Rachmat Razi - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Akses Sulit, Petugas Padamkan Karhutla 20 Hektare di Pangkalpinang
  2. FAQ Karhutla di Pangkalpinang
  3. Related Reading

Akses Sulit, Petugas Padamkan Karhutla 20 Hektare di Pangkalpinang

Eksplorasiindonesia.com – Akses Sulit Petugas Padamkan Karhutla 20 hektare di Kelurahan Tamberan, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu sore, 16 September 2026. Kebakaran hutan dan lahan tersebut membakar area sekitar 20 hektare. Kondisi medan yang berada di kawasan pedalaman membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.

BPBD Bangka Belitung bersama Dinas Pemadam Kebakaran Pangkalpinang segera menuju lokasi setelah kebakaran diketahui. Empat unit mobil pemadam dikerahkan untuk membantu penanganan. Namun, akses menuju pusat kebakaran tidak memadai untuk dilalui kendaraan besar, sehingga proses pemadaman harus dilakukan dengan strategi lain di lapangan.

Petugas berjalan kaki menuju area yang terbakar sambil membawa peralatan yang tersedia. Jarak titik api dari jalur yang dapat dilalui mobil menjadi salah satu hambatan utama. Situasi ini membuat penanganan kebakaran membutuhkan tenaga lebih besar, ketelitian, serta pengawasan agar api tidak merambat ke bagian hutan dan lahan lain.

Pemadaman Manual Menggunakan Ranting Berdaun

Dalam peristiwa Akses Sulit Petugas Padamkan Karhutla 20 hektare ini, personel menggunakan ranting kayu berdaun untuk memukul dan menutup api pada vegetasi kering. Metode manual tersebut dipakai karena mobil pemadam tidak bisa masuk hingga ke lokasi kobaran api yang berada jauh di dalam hutan.

“Untuk memadamkan menggunakan mobil itu tidak bisa, jadi kita memadamkan secara manual. Titik apinya berada di pedalaman hutan,” ujar Komandan Tim Regu 2 Pemadam Kebakaran, Iwan.

Ranting berdaun digunakan untuk menekan nyala api yang membakar rumput, semak, dan material kering di sekitar lokasi. Petugas berupaya memutus rambatan api sebelum kebakaran meluas. Cara tersebut menuntut personel berada dekat dengan sumber panas, sehingga keselamatan dan koordinasi di lapangan menjadi perhatian penting selama pemadaman berlangsung.

Upaya menjinakkan api berlangsung hampir enam jam. Petugas berjibaku di tengah keterbatasan akses serta kondisi lahan yang sulit dijangkau. Setelah proses pemadaman yang panjang, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

Petugas Tetap Waspada terhadap Bara Api

Setelah api padam, personel tidak langsung meninggalkan kawasan Tamberan. Mereka masih melakukan pengawasan untuk mencegah api kembali muncul. Bara yang tersisa di bawah tumpukan daun, rumput, atau semak kering berpotensi menyala lagi, terutama saat angin bertiup cukup kencang.

Tahap pendinginan dan pemantauan penting dalam penanganan karhutla. Api yang terlihat telah padam belum tentu benar-benar hilang dari seluruh area. Karena itu, petugas perlu memastikan tidak ada asap maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan.

Kondisi akses terbatas seperti di Kelurahan Tamberan juga memperlihatkan tantangan besar bagi petugas pemadam. Kendaraan membawa pasokan air dan peralatan penting, tetapi tidak selalu dapat mencapai setiap titik kebakaran. Pada area pedalaman, pemadaman manual dapat menjadi pilihan ketika jalur masuk tidak memungkinkan bagi armada.

Lima Titik Kebakaran Terjadi dalam Sehari

Peristiwa Akses Sulit Petugas Padamkan Karhutla 20 hektare di Tamberan bukan satu-satunya kebakaran yang ditangani di Pangkalpinang pada hari itu. Sedikitnya lima titik kebakaran terjadi dalam sehari di wilayah kota tersebut. Sejumlah kawasan hutan dan lahan dilaporkan hangus, dengan total area mencapai puluhan hektare.

Banyaknya titik api menjadi perhatian di tengah kemarau panjang yang masih melanda Bangka Belitung. Curah hujan yang rendah dalam waktu lama dapat membuat rumput, semak, dedaunan, dan bahan alami lainnya mengering. Dalam kondisi demikian, api lebih mudah muncul dan cepat menjalar, terlebih apabila disertai angin.

Karhutla di wilayah yang jauh dari jalan utama memerlukan penanganan lebih rumit. Selain sulit membawa mobil pemadam mendekati api, petugas juga harus bergerak melalui medan yang tidak selalu mudah dilalui. Kecepatan mengetahui adanya asap atau api menjadi penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

Warga Pangkalpinang Diimbau Tingkatkan Pencegahan

Masyarakat di Pangkalpinang dan wilayah Bangka Belitung diminta meningkatkan kewaspadaan selama kemarau panjang berlangsung. Aktivitas yang berisiko menimbulkan api perlu dihindari, terutama di sekitar lahan terbuka, semak kering, dan kawasan hutan.

Warga juga dapat memperhatikan tanda awal kebakaran, seperti munculnya asap, bau terbakar, atau nyala kecil pada vegetasi kering. Informasi yang cepat diteruskan kepada petugas dapat membantu penanganan dilakukan lebih awal, sebelum api berkembang menjadi lebih luas dan sulit dijangkau.

Iwan mengingatkan bahwa kemarau panjang masih melanda Bangka Belitung. Karena itu, pencegahan karhutla membutuhkan perhatian bersama. Kejadian di Tamberan menunjukkan bahwa Akses Sulit Petugas Padamkan Karhutla 20 hektare dapat membuat proses pemadaman berlangsung lebih berat, meski petugas telah mengerahkan armada dan tenaga di lapangan.

FAQ Karhutla di Pangkalpinang

Mengapa mobil pemadam tidak bisa mencapai titik api di Tamberan?

Titik kebakaran berada di pedalaman hutan dengan jalur yang tidak memadai untuk dilalui kendaraan pemadam. Karena itu, petugas harus mendekati api dengan berjalan kaki dan melakukan pemadaman secara manual.

Berapa luas lahan yang terbakar?

Kebakaran di Kelurahan Tamberan membakar area sekitar 20 hektare. Pada hari yang sama, sedikitnya lima titik kebakaran terjadi di Pangkalpinang dengan total area terdampak mencapai puluhan hektare.

Apa yang perlu diperhatikan warga saat musim kemarau?

Warga perlu menghindari tindakan yang dapat memicu api di area kering serta segera melaporkan apabila melihat asap atau kebakaran. Pencegahan sejak awal membantu mengurangi risiko api meluas ke hutan dan lahan di sekitarnya.

Rachmat Razi - eksplorasiindonesia.com

Rachmat Razi - eksplorasiindonesia.com

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.