Daftar Harga BBM Pertamina 29 Mei 2026 – Lengkap di Seluruh Indonesia
Daftar Harga BBM Pertamina 29 Mei 2026, Terbaru di Seluruh Indonesia
Daftar Harga BBM Pertamina 29 Mei 2026 – Pada hari Jumat, 29 Mei 2026, Pertamina (Persero) mengumumkan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan pelat merah ini kembali melakukan penyesuaian tarif untuk sejumlah BBM nonsubsidi yang menjadi perhatian masyarakat. Perubahan harga ini berlaku di seluruh Indonesia dan diumumkan melalui kebijakan yang disahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Dalam perubahan harga terbaru, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Jenis-jenis yang terkena penyesuaian tarif meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kenaikan ini dilakukan sebagai bagian dari reformasi harga bahan bakar yang bertujuan menyesuaikan dengan kondisi pasar dan biaya produksi.
Penyesuaian ini didasarkan pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020. Dokumen tersebut menetapkan formula harga dasar yang digunakan dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum, termasuk bensin dan solar, yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.
Pertamina Dex, misalnya, mengalami kenaikan signifikan dari Rp23.900 per liter menjadi Rp27.900 per liter. Sementara Dexlite, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp23.600, kini ditetapkan pada Rp26.000 per liter. Untuk Pertamax Turbo, harga jual eceran naik dari Rp20.350 ke Rp20.750 per liter. Perubahan ini diterapkan secara bertahap di berbagai daerah, sesuai dengan kebijakan nasional.
Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi di DKI Jakarta
Dalam wilayah DKI Jakarta, harga BBM subsidi tetap stabil. Pertalite, yang merupakan bahan bakar subsidi, masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Sementara itu, Bio Solar tetap Rp6.800 per liter. Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax memiliki harga Rp12.600 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo, di sisi lain, dihargai Rp20.750 per liter, sedikit lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya.
Kenaikan harga Pertamina Dex dan Dexlite menunjukkan penyesuaian biaya produksi serta permintaan pasar. Meski demikian, harga Pertamax tetap berada di level Rp12.600 per liter, yang menunjukkan bahwa tidak semua jenis BBM mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah terus memantau dampak dari kebijakan ini terhadap kebutuhan masyarakat dan industri transportasi.
Daftar Harga BBM di Berbagai Wilayah
Penyesuaian harga BBM juga berlaku di berbagai provinsi di Indonesia, dengan penyesuaian regional. Di Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax dijual dengan harga Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo di daerah tersebut tercatat pada Rp20.750 per liter, sedangkan Dexlite dihargai Rp27.150 per liter. Pertamina Dex, yang sebelumnya Rp23.900, kini menjadi Rp29.100 per liter.
Di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertalite tetap Rp10.000, Pertamax tetap Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp19.900 per liter, dan Dexlite kembali ke level Rp26.000 per liter. Pertamina Dex di daerah ini meningkat menjadi Rp26.500 per liter. Pada wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, Pertalite dijual dengan harga Rp10.000, Pertamax tetap Rp12.600, Dexlite Rp26.600, serta Solar tetap Rp6.800 per liter.
Sementara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp20.350, Dexlite Rp26.600, dan Solar tetap Rp6.800 per liter. Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan juga mengalami penyesuaian harga, dengan Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.600, dan Dexlite Rp26.600 per liter. Pertamina Dex di daerah ini dijual dengan harga Rp28.500 per liter, sementara Solar tetap Rp6.800.
Dalam beberapa daerah, seperti Papua Selatan dan Papua Tengah, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Dexlite Rp26.600, serta Solar Rp6.800. Perubahan harga BBM ini mencerminkan dinamika pasar dan kebijakan pemerintah untuk memastikan kestabilan harga di berbagai wilayah. Dengan adanya penyesuaian tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk menyesuaikan anggaran penggunaan BBM sesuai dengan kebutuhan.
Analisis dan Dampak Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diharapkan mampu menutupi biaya produksi yang meningkat, terutama di tengah kenaikan harga minyak mentah global. Namun, perubahan ini juga berdampak pada pengguna kendaraan bermotor, terutama pengendara yang bergantung pada BBM dengan harga terjangkau. Untuk menjaga keseimbangan, Pertamina mengakui bahwa harga subsidi tetap dijaga agar akses bahan bakar tetap terjangkau bagi masyarakat miskin dan menengah.
Kebijakan ini juga memengaruhi sektor transportasi dan industri. Pengusaha transportasi harus siap beradaptasi dengan biaya operasional yang lebih tinggi, sementara produsen kendaraan bermotor mungkin menyesuaikan harga jual produknya. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan harga BBM akan terus disesuaikan berdasarkan pertimbangan ekonomi nasional dan kebutuhan konsumen.
Kesimpulan dan Kesesuaian dengan Kebijakan Pemerintah
Penyesuaian harga BBM Pertamina pada 29 Mei 2026 merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem harga yang lebih transparan dan berkelanjutan. Dengan menerapkan formula harga dasar yang diatur dalam Kepmen ESDM, Pertamina menjaga konsistensi dalam pengaturan harga jual eceran. Perubahan ini juga mencerminkan respons terhadap fluktuasi pasar, baik dari segi produksi maupun permintaan.
Meski ada beberapa wilayah yang mengalami penyesuaian harga, harga
