Key Strategy: Liga Bintang Juara GTV Hadir di Depok, 86 SD Bersaing Menuju Babak Utama

69a16008-9870-41cb-ab2f-0572c3522f44-0

Liga Bintang Juara GTV Hadir di Depok, 86 SD Bersaing Menuju Babak Utama

Key Strategy – Kota Depok tengah bersemangat karena adanya penyelenggaraan lomba cerdas cermat bergengsi, ‘Liga Bintang Juara,’ yang diselenggarakan oleh GTV. Kompetisi ini diikuti oleh 86 sekolah dasar (SD) yang berasal dari berbagai wilayah dalam kota. Event ini menjadi salah satu upaya GTV untuk mendukung visi pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mempersiapkan Generasi Emas 2045 melalui pendekatan edukatif dan interaktif.

Tahapan Kompetisi dan Proses Seleksi

Acara Liga Bintang Juara ini dibagi menjadi beberapa tahap untuk memastikan peserta yang terbaik bisa muncul. Di hari pertama, peserta mengikuti seleksi tulis berupa soal pilihan ganda. Proses ini bertujuan menguji kemampuan pengetahuan dan analisis para siswa. Dari 86 SD yang mengikuti, hanya 32 sekolah yang akan lolos ke tahap berikutnya.

Menurut Miftahoel Huda, kepala divisi programming GTV, kompetisi ini merupakan hasil inisiasi dari Angela Tanoesoedibjo dan Valencia Tanoesoedibjo. “Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata GTV dalam mendukung visi pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan Generasi Emas 2045,” jelasnya. Huda juga menegaskan bahwa Depok menjadi kota terakhir atau kota ketiga untuk audisi, setelah sebelumnya digelar di dua kota di Bogor dan Tangerang.

“Jadi, ini adalah audisi kami terakhir untuk menjaring 50 besar dari seluruh sekolah Jabodetabek yang akan dibawa ke babak utama di Jakarta,” lanjut Huda. Di tahap kedua, peserta akan menghadapi babak cerdas cermat yang diadakan pada tanggal 24 April 2026. Di sini, 32 sekolah akan dibagi menjadi 16 kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari dua sekolah yang saling bertanding.

Kontribusi GTV untuk Dunia Pendidikan

Program Liga Bintang Juara diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan di Indonesia, terutama untuk anak-anak usia SD. Selain menjadi ajang kompetisi, event ini dirancang sebagai wadah edukasi yang sekaligus menghibur. “Harapan kami, ini menjadi program yang positif untuk dunia pendidikan dan anak-anak,” ujar Huda. “Kami berharap program ini terus berjalan konsisten ke depannya dan memberikan hasil bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Menurut Huda, GTV memandang lomba ini sebagai sumbangsih untuk memperkaya pengalaman belajar anak-anak. “Ini adalah sumbangsih GTV dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tuturnya. Dengan melibatkan ribuan siswa, program ini diharapkan mampu membangun kebiasaan belajar aktif serta menumbuhkan semangat kompetitif sejak dini.

Babak Utama di Jakarta dan Harapan untuk Masa Depan

Nantinya, 16 sekolah terbaik dari Depok akan langsung mendapatkan tiket ke babak utama yang akan diselenggarakan di Jakarta. Untuk mencapai tahap tersebut, para peserta harus melewati seleksi yang ketat. Huda menjelaskan bahwa seleksi tulis di hari pertama merupakan bagian dari penjaringan yang dirancang secara sistematis.

Acara ini juga diharapkan menjadi media untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan. “Kami berharap program ini bisa menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan minat belajar anak-anak, sekaligus menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat,” kata Huda. Selain itu, GTV juga ingin menunjukkan peran media dalam mendukung pembelajaran berbasis kemampuan kritis.

Proses Seleksi yang Kompetitif

Proses audisi di Depok diawali dengan ujian tulis yang diikuti oleh seluruh peserta. Dalam ujian tersebut, para siswa diminta menghadapi soal-soal pilihan ganda yang dianggap efektif untuk mengukur pemahaman dasar mereka. Namun, Huda mengungkapkan bahwa kompetisi ini akan semakin menantang di tahap selanjutnya.

“Di babak kedua besok, audisi akan berlangsung dalam bentuk cerdas cermat. Dari 32 sekolah, kita akan menyusun 16 grup yang saling bersaing,” ucap Huda. Di babak ini, setiap kelompok terdiri dari dua sekolah yang harus bekerja sama dan saling menguji. Keberhasilan dalam babak ini akan menjadi kunci untuk masuk ke babak utama di Jakarta.

Pentingnya Keberlanjutan Program

Liga Bintang Juara tidak hanya bertujuan menemukan siswa terbaik, tetapi juga mendorong pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. “Program ini adalah bagian dari upaya GTV untuk berkontribusi dalam mengubah pola belajar anak-anak menjadi lebih kreatif dan inovatif,” kata Huda. Ia menekankan bahwa keberhasilan acara ini bergantung pada keterlibatan pihak-pihak terkait serta dukungan masyarakat.

Menurut Huda, seluruh proses seleksi dirancang agar siswa tidak hanya terbiasa berkompetisi, tetapi juga terlatih dalam berpikir kritis dan kerja sama. “Siswa yang terlibat dalam program ini akan mendapatkan pengalaman berharga untuk membangun mental dan kemampuan akademik yang kuat,” jelasnya. Dengan demikian, Liga Bintang Juara diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Kompetisi yang Menjadi Wadah Edukasi

Kevin Putra, salah satu peserta dari SD Al-Azhar 46, mengungkapkan bahwa ia merasa senang bisa mengikuti kompetisi ini. “Saya berharap bisa terus berkembang melalui program seperti ini,” katanya. Kevin menambahkan bahwa kompetisi tidak hanya menuntut pengetahuan, tetapi juga membutuhkan persiapan yang matang dan sikap percaya diri.

Huda juga menyebutkan bahwa kompetisi ini bisa menjadi wahana untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan media. “Kemitraan antara GTV dengan lembaga pendidikan akan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa melalui program ini, GTV ingin membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis dan berorientasi pada kualitas.

Kehadiran Liga Bintang Juara di Depok tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa,