Kebijakan Baru: Iran akan buat aturan khusus pelayaran di Selat Hormuz

Ancam

Iran akan buat aturan khusus pelayaran di Selat Hormuz

Pernyataan dari Juru Bicara Pemerintah Iran

Juru bicara Iran, Fatemeh Mohajerani, mengungkapkan rencana pemerintahnya untuk menerapkan aturan khusus terkait lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Menurut Mohajerani, strait tersebut merupakan aset strategis yang perlu dijaga dengan kebijakan khusus, mirip dengan alat negosiasi dalam hubungan internasional.

“Selat Hormuz adalah aset strategis negara kami. Seperti halnya aset yang digunakan sebagai alat tawar dalam hubungan dengan negara lain, perlu dibuat aturan khusus,” kata Mohajerani.

Menurutnya, Iran akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin kepentingan nasional terkait pengendalian jalur pelayaran tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Pada 11 April, negara-negara tersebut memulai perundingan di Islamabad, Pakistan.

Perundingan Gagal dan Langkah Blokade AS

Satu hari setelah perundingan dimulai, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pihak-pihak tidak mencapai kesepakatan. Delegasi Amerika kembali tanpa hasil. Pada hari yang sama, Trump juga mengumumkan rencana blokade terhadap kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz.

Langkah ini melibatkan Angkatan Laut AS yang diperintahkan untuk memantau dan menangkap kapal yang membayar pungutan kepada Iran agar bisa melintas di jalur pelayaran strategis itu. Dengan aturan baru ini, Iran bertujuan untuk meningkatkan kontrol atas wilayah perairan yang menjadi jalur vital bagi pasokan minyak global.