New Policy: Maluku sambut program “Bola Gembira” sajikan piala dunia merakyat
Maluku sambut program “Bola Gembira” sajikan piala dunia merakyat
Program Bola Gembira di Maluku
New Policy – Ambon, Minggu — Pemerintah Provinsi Maluku memperlihatkan antusiasme tinggi dalam menyambut program “Bola Gembira” yang diprakarsai oleh TVRI. Inisiatif ini bertujuan menyebarkan siaran Piala Dunia 2026 secara merata ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah terpencil. Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang, mengatakan bahwa pihaknya merasa senang dengan langkah TVRI yang telah mengamankan hak siar resmi untuk 104 pertandingan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Kasrul Selang menambahkan, siaran langsung ini menjadi bukti bahwa TVRI berkomitmen untuk membuat olahraga sepak bola bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa terbatas oleh biaya berlangganan. “Program ini memberikan akses yang lebih luas, terutama bagi warga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T),” ujarnya saat mengikuti kegiatan jalan santai bersama masyarakat sebagai tanda dimulainya “kick off” program tersebut di Jalan AY Patty, Kota Ambon.
Kasrul Selang menekankan bahwa siaran Piala Dunia oleh TVRI bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol dari kedaulatan bangsa. “Ini menegaskan bahwa penyiaran olahraga besar bisa dilakukan secara nasional dan inklusif,” kata dia.
Komitmen Pemprov Maluku untuk mendukung program ini mencerminkan semangat sportivitas yang tinggi di tengah masyarakat. Melalui “Bola Gembira”, seluruh lapisan warga, mulai dari keluarga kecil hingga komunitas, bisa merasakan kegembiraan sekaligus kebanggaan menyambut ajang olahraga internasional terbesar. Ia juga mengapresiasi peran Radio Republik Indonesia (RRI) dan ANTARA dalam memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kegiatan ini.
Kemitraan TVRI dengan Pemprov Maluku
Kepala Stasiun TVRI Maluku, Maria Margaretha Sopamena, mengungkapkan bahwa program “Bola Gembira” dirancang untuk meningkatkan partisipasi publik dalam mengikuti Piala Dunia 2026. “Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, kabupaten, serta mitra strategis untuk memastikan penyelenggaraan program ini berjalan optimal,” katanya.
Maria Margaretha Sopamena menekankan bahwa kegiatan jalan santai yang diadakan adalah bentuk partisipasi aktif warga. “Ini menciptakan ruang dialog yang lebih luas antara TVRI dan masyarakat, serta memperkuat rasa persatuan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, partisipasi dari berbagai elemen, seperti pemerintah kota, komunitas olahraga, dan pegiat budaya, menjadi bukti bahwa kegembiraan terhadap Piala Dunia tidak hanya terbatas pada penonton, tetapi juga bisa dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat. Maria menyatakan bahwa upaya ini menggambarkan semangat nasionalisme melalui olahraga, yang sejalan dengan tujuan penyiaran oleh lembaga publik.
TVRI, sebagai stasiun TV nasional, diberikan lisensi resmi untuk menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Hal ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku karena memungkinkan akses siaran tanpa batas ruang dan waktu. “TVRI tidak hanya menjadi media, tetapi juga official broadcaster yang mewakili kepentingan nasional,” imbuh Maria.
Program “Bola Gembira” dianggap sebagai langkah strategis dalam menyebarkan semangat olahraga ke berbagai lapisan. Kehadiran RRI dan ANTARA sebagai mitra juga memperkuat upaya sinergi dalam menyampaikan informasi dan ekspresi masyarakat. “Kolaborasi ini menggambarkan komitmen bersama untuk membuat Piala Dunia 2026 menjadi momen kebanggaan nasional,” tambahnya.
Menurut Maria, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat Maluku akan merasakan manfaatnya melalui siaran yang terjangkau dan partisipasi yang merata,” ujarnya.
Persiapan Masyarakat dan Sinergi Nasional
Dalam menjawab tantangan akses siaran, Pemprov Maluku memastikan bahwa program ini akan menjadi bukti konkret dari sinergi antara pemerintah dan media. Kasrul Selang menjelaskan bahwa penayangan pertandingan secara gratis melalui TVRI dapat meningkatkan keterlibatan warga, terutama di daerah-daerah yang tidak memiliki infrastruktur siaran berbayar.
Kasrul Selang menuturkan, “Ini adalah bentuk respons positif dari pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan program ini, semangat persatuan dan kegembiraan sekaligus kebanggaan akan semakin terasa di seluruh wilayah.”
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, kegiatan jalan santai menjadi simbol awal dari perayaan yang akan berlangsung. Selain itu, program ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif warga dalam berbagai kegiatan olahraga dan budaya terkait Piala Dunia. “Kita tidak hanya menonton, tetapi juga ikut merayakan dan membangun identitas lokal,” tambahnya.
Pemprov Maluku memperkirakan bahwa program “Bola Gembira” akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyaksikan pertandingan, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai olahraga. Kebiasaan menonton pertandingan sepak bola secara bersama-sama, kata Kasrul, menjadi cara untuk menciptakan atmosfer kegembiraan yang berdampak positif pada kehidupan sosial dan budaya.
TVRI, sebagai penyiaran resmi, berharap program ini bisa menciptakan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan masyarakat. Sinergi dengan RRI dan ANTARA dilihat sebagai langkah untuk memperluas jangkauan informasi serta merangkul berbagai elemen dalam menyebarluaskan kegembiraan terhadap Piala Dunia. “Ini adalah bentuk komitmen negara untuk hadir dan menyatukan bangsa melalui olahraga,” ujarnya.
Kasrul Selang menegaskan bahwa kegembiraan Piala Dunia 2026 akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi warga Maluku. “Kami berharap program ini mampu menyatukan seluruh komunitas, baik dari kalangan elit maupun rakyat biasa, dalam mengikuti momen penting ini,” katanya. Ia juga meminta masyarakat untuk terus mendukung perayaan dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan olahraga yang terkait dengan Piala Dunia.
Maria Margaretha Sopamena menambahkan bahwa sinergi
