Tragis! Pasutri Lansia di Bengkalis Tewas Terbakar Dalam Rumah – Polisi Tangkap 9 Remaja

bdb7afc4-0928-4628-91b8-7e7dd8e04fb3-0

Tragis! Pasangan Lansia di Bengkalis Tewas dalam Kebakaran, 9 Remaja Ditangkap

Tragis Pasutri Lansia di Bengkalis Tewas – Kabupaten Bengkalis, Riau, menjadi tempat terjadinya kejadian mengerikan pada Rabu (27/5/2026) dini hari. Sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal pasangan lansia bernama Abdullah dan Sakinah mengalami kebakaran yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia. Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, terungkap bahwa rumah tersebut sengaja dibakar oleh sekelompok remaja. Dari total pelaku yang terlibat, sembilan di antaranya telah ditangkap, dengan satu orang resmi ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan bahwa penyelidikan sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini.

Peristiwa Kebakaran yang Membawa Duka

Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.20 WIB, ketika situasi lingkungan sekitar masih sepi. Titik awal api menghebas di Jalan Kampung Baru, RT 001 RW 004, Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu. Rumah korban yang terletak di area tersebut hanya dalam waktu singkat ludes dilalap api. Struktur bangunan yang dominan berbahan kayu kering membuat api merambat dengan cepat, sehingga tidak memberi kesempatan untuk mengendalikan kebakaran.

Dalam kejadian yang memilukan itu, Sakinah ditemukan tewas di lokasi kejadian karena luka bakar parah. Sementara suaminya, Abdullah, sempat dievakuasi dan dibawa ke RSUD Siak dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban menderita luka bakar hingga 90 persen, namun nyawanya tidak bisa tertolong meskipun telah menerima perawatan medis. “Korban meninggal dunia setelah menjalani proses evakuasi dan penanganan darurat di rumah sakit,” kata Kapolres Bengkalis.

Kelompok Remaja yang Diduga Bertindak

“Berdasarkan hasil gelar perkara, satu orang telah resmi kami tetapkan sebagai tersangka, yakni remaja berinisial S,” ungkap AKBP Fahrian Saleh Siregar, Jumat (29/5/2026).

Menurut penyelidikan, pelaku kebakaran diduga melibatkan sekelompok remaja yang memiliki hubungan tidak harmonis dengan korban. Motif aksi mereka disinyalir berasal dari rasa sakit hati terhadap pasutri lansia tersebut. Tersangka S diduga melakukan tindakan dengan cara menyiramkan bahan bakar cair ke bagian belakang rumah korban, lalu memicu api dengan korek api. Tindakan ini terlihat efektif karena kondisi lingkungan yang sepi, sehingga tidak ada tanda-tanda kecurigaan sebelum kejadian.

Kapolres menjelaskan bahwa selain S, ada delapan remaja lain yang juga menjadi tersangka. Namun, status hukum mereka masih dalam proses pemeriksaan. “Kami masih mempelajari keterkaitan antara S dan kelompoknya dengan kebakaran misterius sebelumnya yang sempat mengganggu warga Desa Batang Duku serta Desa Sungai Selari,” lanjut Kapolres. Kasus ini menjadi salah satu dari rangkaian kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut, dengan objek yang terbakar meliputi rumah panggung kayu, bangunan semipermanen, dan bahkan sarang burung walet milik masyarakat sekitar.

Pola Kebakaran dan Pencarian Bukti

Polisi sedang berupaya untuk mengungkap lebih jauh pola kebakaran yang terjadi secara beruntun. Kebakaran di Desa Batang Duku tidak hanya mengenai rumah pasutri lansia, tetapi juga menyerang sejumlah bangunan lain di dekatnya. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran mungkin dilakukan secara terencana untuk menyebarkan kepanikan di masyarakat. “Kami mencurigai bahwa ada keterlibatan antar kelompok dalam insiden ini,” tambah Kapolres.

Penyelidikan juga menemukan beberapa bukti yang mendukung kemungkinan terjadinya kejahatan terencana. Selain S, dua remaja lain masih dalam pemeriksaan untuk menentukan keterlibatannya. “Jika nanti ditemukan alat bukti tambahan yang sah, status hukum mereka akan langsung ditingkatkan ke tahap penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolres. Polisi menekankan bahwa investigasi masih berlangsung, dan penyebab pasti serta tujuan dari aksi tersebut belum sepenuhnya jelas.

Sebagai upaya mengungkap seluruh fakta, polisi juga mengajak masyarakat untuk melaporkan informasi terkait kejadian tersebut. Mereka berharap warga sekitar bisa memberikan bukti-bukti yang relevan, seperti saksi mata atau barang bukti dari lokasi kebakaran. “Kami berupaya memastikan bahwa tidak ada pelaku yang terlewat dalam penyelidikan,” kata Kapolres.

Imbas Kebakaran di Masyarakat

Kebakaran yang menimpa pasutri lansia itu tidak hanya menimbulkan duka yang mendalam, tetapi juga menimbulkan kecemasan di kalangan warga Desa Batang Duku. Beberapa warga menyatakan bahwa kejadian ini mengingatkan mereka akan ancaman kejahatan terhadap rumah tangga yang mudah terbakar. “Kami merasa takut karena tidak tahu siapa yang bisa menjadi pelaku di masa depan,” ujar salah satu warga setempat.

Polisi juga berupaya memperkuat pengawasan terhadap lingkungan sekitar rumah korban untuk mencegah kemungkinan kejadian serupa. Dalam upaya ini, mereka melakukan inspeksi terhadap bangunan-bangunan lain yang berada di dekat area yang terbakar. “Kami ingin mencegah risiko kebakaran berulang di wilayah ini,” kata Kapolres.

Sebagai informasi tambahan, kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran. Warga diimbau untuk selalu memastikan tidak ada sumber api yang tersembunyi di sekitar rumah mereka. Polisi menegaskan bahwa kejahatan terencana seperti ini membutuhkan penanganan cepat untuk menghindari korban tambahan.

Kapolres Bengkalis menutup pernyataannya dengan menekankan komitmen pihaknya dalam menyelesaikan kasus ini. “Kami akan terus bekerja hingga semua pelaku dituntut secara hukum,” ujarnya. Dengan demikian, penyelidikan terhadap kebakaran ini tidak hanya untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang merasa takut akan kejadian serupa.

Dalam waktu dekat, polisi akan mengumumkan hasil investigasi lebih lanjut. Dengan adanya sembilan remaja yang ditangkap, kini fokus penyelidikan bergeser ke arah identifikasi pelaku lain dan penguatan alat bukti. Kasus ini menjadi contoh bagaimana kejahatan terhadap individu lansia bisa berujung pada konsekuensi yang fatal. Semua pihak berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka.