Topics Covered: Menko PM dorong replikasi model M-Bloc perkuat UMKM dan ekraf
Menko PM Dorong Replikasi Model M-Bloc untuk Perkuat UMKM dan Ekraf
Topics Covered – Di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan upaya untuk menyalin konsep M-Bloc Space ke berbagai daerah. Tujuannya adalah memperluas kesempatan bagi para pengusaha kecil dan sektor ekonomi kreatif dalam memperoleh ruang usaha serta akses pasar yang lebih luas. Dalam rapat terbatas yang dihadiri di lokasi M-Bloc Space, Senin, Menko PM menyatakan bahwa model ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan dalam mendukung pertumbuhan bisnis lokal.
Strategi Kolaboratif untuk Optimalkan Potensi
Menko Iskandar menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan ruang strategis seperti M-Bloc Space memerlukan kerja sama lintas sektor. Ia mengungkap bahwa sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku ekonomi kreatif, dan pemerintah daerah menjadi contoh baik dalam mengubah ruang publik menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. “Kolaborasi ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan UMKM,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
“M-Bloc merupakan ruang usaha strategis yang memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan UMKM dan ekraf,”
Menko Iskandar juga mengungkapkan bahwa M-Bloc Space telah berperan sebagai penyangga ekonomi kreatif, memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang secara maksimal. Ia menilai, konsep ini bisa diadopsi di daerah lain untuk memperkuat ekosistem bisnis lokal.
KUR Sebagai Sarana Penguatan Ekonomi
Di sisi lain, Menko Iskandar menyoroti hasil diskusi dalam rapat koordinasi terkait kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu prioritas utama dalam kebijakan ini adalah pengoptimalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi alat penting dalam memfasilitasi akses pembiayaan bagi pengusaha. “KUR yang dijalankan secara baik dapat menjadi penopang utama untuk mendorong pertumbuhan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sektor UMKM dan ekraf memiliki peran krusial dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berwirausaha. Menko Iskandar menegaskan bahwa akses pendanaan dan dukungan teknis harus terus ditingkatkan agar bisnis-bisnis kecil tetap berkembang secara stabil.
“Kontribusinya nyata, bahwa KUR yang berjalan baik akan membuka lapangan pekerjaan baru, menumbuhkan pelaku usaha yang kita targetkan, insya Allah, sepuluh juta penduduk dalam lima tahun ke depan mendapatkan pekerjaan yang baik,”
Pernyataan ini menunjukkan komitmen Menko PM untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan memperkuat kebijakan KUR, ia optimis bahwa masyarakat pedesaan hingga kota kecil dapat merasakan manfaat dari model pemberdayaan ini.
Peran Pemerintah Daerah dan Pemilik Aset
Menko Iskandar mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam mendorong ekraf sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan bahwa dukungan dari BUMN sebagai pemilik aset penting untuk menciptakan ruang usaha yang berkualitas. “Kolaborasi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan,” tambahnya.
Dalam sesi rapat terbatas, Menko PM juga menyoroti kebutuhan pendampingan usaha yang terus diperluas. Ia menekankan bahwa penguatan infrastruktur dan akses pasar seharusnya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan peran aktif daerah dalam menyediakan lingkungan usaha yang kondusif. “M-Bloc menjadi bukti bahwa keterlibatan aktif pihak daerah bisa menghasilkan perubahan nyata,” ujarnya.
Pengembangan Ekraf dan Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat
Kebijakan pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi fokus utama dalam diskusi hari itu. Menko Iskandar menegaskan bahwa ekraf tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membuka peluang ekspor dan pengembangan industri lokal. Ia menilai bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga pemberdayaan bisa mempercepat pertumbuhan ekraf di berbagai wilayah.
Dalam menjelaskan visi ini, Menko PM mengatakan bahwa M-Bloc Space berfungsi sebagai ruang binaan yang mendorong pengusaha kreatif untuk berkembang secara berkelanjutan. “Model ini memungkinkan pengusaha memperoleh ruang usaha, pelatihan, serta koneksi ke pasar yang lebih luas,”
Kelengkapan layanan di M-Bloc Space, menurutnya, menjadi contoh yang bisa diaplikasikan di daerah lain. Ia berharap bahwa replikasi model ini bisa mempercepat peningkatan daya saing UMKM dan ekraf di tingkat nasional.
Perspektif Nasional dalam Pemberdayaan Ekonomi
Menko Iskandar juga menyoroti pentingnya pendekatan nasional dalam pemberdayaan ekonomi. Ia mengatakan bahwa keberhasilan model M-Bloc menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan manfaat yang signifikan. “Ini bukan hanya keberhasilan lokal, tapi juga menjadi contoh nasional untuk mendorong perekonomian yang lebih kuat,”
Dalam menjawab tantangan ekonomi nasional, Menko PM menekankan bahwa UMKM dan ekraf harus menjadi prioritas. Ia menyatakan bahwa keterlibatan aktif pemerintah, BUMN, serta lembaga terkait adalah langkah yang tepat untuk mengubah paradigma pertumbuhan ekonomi.
Kehadiran Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman serta Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam rapat tersebut membuktikan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor-sektor ini secara bersamaan. Mereka berdua menyatakan bahwa pengelolaan ruang usaha yang terintegrasi dengan pendampingan bisnis dan akses pasar akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Kebijakan pemberdayaan ekonomi kreatif, menurut Menko Iskandar, juga harus didukung oleh pengembangan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa pelatihan dan edukasi harus menjadi bagian integral dari strategi ini. “Pendidikan kewirausahaan dan pelatihan teknis adalah modal yang diperlukan untuk membangun kekuatan ekraf,”
Dengan menggabungkan ruang usaha yang strategis, pendampingan yang terstruktur, dan pelatihan yang berkualitas, Menko PM yakin bahwa UMKM dan ekraf dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Ia menilai bahwa model M-Bloc Space berpotensi menjadi inspirasi bagi berbagai daerah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif.
Upaya Terus Menerus untuk Meningkatkan Kinerja
Menurut Menko Iskandar, replikasi M-Bloc di berbagai wilayah tidak hanya tergantung pada kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat secara aktif. “Kolaborasi ini harus melibatkan seluruh elemen masyarakat agar efektivitasnya maksimal,”
Menko PM menambahkan bahwa keberhasilan M-Bloc Space juga tergantung pada keterlibatan masyarakat dan peran aktif para pengusaha. Ia menegaskan bahwa ruang usaha seperti ini perlu disertai dengan program yang bisa memberdayakan usaha kecil secara berkelanjutan.
Dalam proses replikasi, Menko Iskandar mengatakan bahwa perlu diupayakan keberlanjutan kebijakan. “Kebijakan pemberdayaan ekonomi harus terus ditingkatkan agar UMKM dan ekraf dapat berkembang secara optimal,”
Ia menekankan bahwa pengelolaan ruang usaha yang memadukan aspek pemberdayaan ekonomi dengan inisiatif kreatif bisa menghasilkan dampak yang lebih luas. D
