Solution For: Sekjen DPP Perbasi: Pemain 3×3 putri harus “enjoy” hadapi target
Sekjen DPP Perbasi: Pemain 3×3 Putri Harus “Enjoy” Hadapi Target
Solution For – Jakarta, Senin — Dalam upaya mempersiapkan tim nasional basket 3×3 putri Indonesia, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Nirmala Dewi, memberikan pesan penting kepada para pemain. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam ajang internasional tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada sikap mental dan semangat bermain yang positif. Menurut Nirmala, para atlet perlu menghadapi setiap tantangan dengan rasa senang, agar bisa menghasilkan performa terbaik di lapangan.
Persiapan Menuju Ajang Internasional
Nirmala mengungkapkan bahwa FIBA 3×3 Women’s Series Manila 2026 merupakan bagian dari rangkaian latihan intensif yang dijalani tim nasional. Ajang ini berlangsung pada 7-8 Mei dan akan menjadi ujian awal sebelum menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. DPP Perbasi, melalui Badan Tim Nasional (BTN), telah mempersiapkan empat pemain untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta. Mereka adalah Angelica Jennifer Candra, Diva Intan Nurfadillah, Evelyn Fiyo, dan Thasya Heri Saputera. Keempat atlet ini memiliki pengalaman signifikan dari kompetisi sebelumnya, seperti SEA Games 2025 dan Asian Beach Games Sanya 2026.
“Di samping fokus pada target yang mau dicapai, juga harus enjoy dalam bermain, jadi nikmati permainannya dan bikin hati kalian bahagia,” kata Nirmala, saat memberi motivasi kepada para pemain di sela-sela latihan. Ia menekankan bahwa rasa senang dalam setiap pertandingan bisa menjadi penggerak utama untuk menciptakan performa maksimal.
Dalam sesi diskusi, Nirmala juga menggambarkan bahwa persiapan mental merupakan aspek kritis dalam mencapai kesuksesan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak selalu terukur dari hasil akhir, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu menghadapi tekanan dan situasi sulit dengan tenang. “Kuncinya adalah bahagia dalam hadapi setiap permainan,” tambahnya. Pemainan yang dihiasi oleh rasa percaya diri dan kegembiraan diharapkan bisa memperkuat solidaritas antar pemain serta membangun suasana yang mendukung pertumbuhan tim secara keseluruhan.
Strategi Pelatnas dan Pengalaman Sebelumnya
Sebelum mengikuti pelatnas, keempat pemain telah mengumpulkan pengalaman berharga di berbagai ajang internasional. Angelica Jennifer Candra, misalnya, dikenal sebagai salah satu pemain muda yang menunjukkan potensi luar biasa di SEA Games 2025. Sementara Diva Intan Nurfadillah dan Evelyn Fiyo memiliki catatan baik dari Asian Beach Games Sanya 2026, di mana mereka mampu beradaptasi dengan kondisi kompetisi yang berbeda. Thasya Heri Saputera, di sisi lain, memiliki keahlian teknis yang mengagumkan dan telah membuktikan ketangguhannya dalam laga uji coba.
Menurut Nirmala, keberagaman pengalaman ini akan menjadi kekuatan bagi tim nasional. “Mereka memiliki kombinasi pengalaman dari turnamen internasional, yang akan membantu mereka menghadapi tantangan baru dengan lebih siap,” ujarnya. Dalam pelatnas, pemain akan fokus pada peningkatan koordinasi tim, teknik permainan, serta kemampuan bertahan di bawah tekanan lawan. Kondisi fisik dan mental akan dioptimalkan melalui latihan yang terstruktur, termasuk simulasi pertandingan yang berbeda dari berbagai negara peserta.
Uji Coba Penting Sebelum Asian Games
Women’s Series Manila 2026 dianggap sebagai ajang uji coba penting bagi Indonesia. Ajang ini akan membantu tim memahami dinamika pertandingan di tingkat internasional, terutama dalam format 3×3 yang berbeda dari olahraga basket biasa. Pertandingan akan dimulai dari babak kualifikasi, di mana Indonesia akan berhadapan dengan Singapura dan Mongolia. Apabila lolos, tim akan melangkah ke babak utama yang akan diisi oleh lawan-lawan kuat seperti Jepang dan Lithuania.
Nirmala menambahkan bahwa pertandingan melawan negara-negara kuat akan memberikan pembelajaran berharga bagi pemain. “Ini adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan dan menghadapi kompetisi yang lebih ketat,” katanya. Dengan berbagai latihan intensif, keempat pemain diharapkan bisa menunjukkan progres yang signifikan, baik secara individu maupun tim. Selain itu, keberhasilan di FIBA Women’s Series Manila 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan strategi sebelum Asian Games 2026.
Persiapan untuk Asian Games 2026 tidak hanya tentang teknik dan fisik, tetapi juga mental. Nirmala menjelaskan bahwa setiap pertandingan, terutama yang di tingkat internasional, memerlukan kepercayaan diri dan kemampuan untuk fokus meskipun ada tekanan. “Para pemain harus belajar untuk menikmati setiap momen, karena rasa senang bisa mengubah persaingan menjadi kesempatan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa suasana latihan yang penuh semangat serta komunikasi yang baik antar anggota tim akan menjadi fondasi utama dalam menghadapi ajang besar.
Pelatnas Sebagai Langkah Kunci
Sebagai bagian dari rangkaian pelatnas, DPP Perbasi telah memastikan bahwa para pemain mendapatkan fasilitas terbaik. Latihan intensif akan dilakukan di Jakarta, dengan bantuan pelatih dan tim medis yang berpengalaman. Selama periode ini, pemain akan mengikuti program khusus yang mencakup permainan eksperimen, latihan fisik, serta evaluasi terus-menerus untuk memantau perkembangan mereka. “Kami ingin mereka bisa mengasah kemampuan sebelum pertandingan besar, sehingga tidak terburu-buru saat hari H,” jelas Nirmala.
Pelatnas juga menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan komitmen para pemain. DPP Perbasi berharap mereka bisa menunjukkan dedikasi tinggi selama setiap sesi latihan. “Karena pertandingan di Manila adalah langkah awal, mereka perlu merasa bahwa ini adalah panggung yang tepat untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” tambahnya. Keempat pemain dianggap sebagai salah satu kekuatan utama tim nasional, karena mereka mampu mengimbangi ke
