New Policy: Wagub Emil apresiasi inovasi digital Bank Jatim lewat JConnect terbaru

New Policy: Wagub Emil Praises Bank Jatim’s Digital Innovation through JConnect

New Policy –

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara terbuka mengapresiasi inovasi digital yang diusung Bank Jatim melalui peluncuran JConnect versi terbaru. Dalam sebuah pernyataan di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, Emil menekankan bahwa new policy ini merupakan bagian dari upaya memperkuat akses keuangan masyarakat melalui teknologi. Ia menyoroti bahwa di era digital, transaksi keuangan semakin tergantung pada gadget, sehingga inovasi seperti JConnect menjadi langkah relevan untuk memenuhi kebutuhan warga. “Sudah seharusnya bank memiliki keunggulan dalam melayani masyarakat berbasis digital. New policy ini mengarah pada peningkatan literasi keuangan dan inklusi yang lebih luas,” kata Emil.

Transformasi Digital sebagai Pendorong Ekonomi Daerah

Menurut Emil, new policy yang diterapkan Bank Jatim tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Ia menyoroti peran transformasi digital dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan mudah diakses. “Dengan new policy ini, kami berharap masyarakat Jawa Timur semakin merasakan manfaat layanan keuangan digital yang terjangkau dan cepat,” ujarnya.

Bank Jatim, sebagai bank pembangunan daerah, terus berupaya untuk menjadi penyedia layanan keuangan yang inovatif. New policy dalam pengembangan JConnect mencakup peningkatan fitur, penggunaan teknologi canggih, serta penyesuaian dengan preferensi nasabah. Hal ini bertujuan untuk memperluas basis pengguna dan meningkatkan kenyamanan dalam transaksi. Emil menambahkan bahwa new policy ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi dalam mendorong ekonomi digital di Jawa Timur.

Kemudahan Transaksi dan Fitur Unggulan JConnect

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa versi terbaru dari JConnect memberikan 36 fasilitas unggulan yang dirancang berdasarkan kebutuhan nasabah. Fitur-fitur tersebut mencakup penggantian password tanpa harus datang ke kantor cabang, sistem login berbasis biometrik yang lebih aman, serta integrasi layanan top up kartu uang elektronik dalam aplikasi. “Dengan new policy ini, kami berkomitmen untuk membuat layanan keuangan lebih praktis dan mudah digunakan,” kata Winardi.

Peluncuran JConnect versi terbaru diharapkan bisa meningkatkan jumlah pengguna terdaftar yang saat ini mencapai 1.025.000 orang. Targetnya, jumlah pengguna tersebut akan mencapai 2 juta pada Desember 2026. Winardi menyebutkan bahwa new policy ini juga berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat penggunaan layanan digital. “Kami yakin JConnect akan menjadi pilihan utama masyarakat Jawa Timur karena keunggulan fiturnya,” tambahnya.

Banyak pihak menyambut baik new policy yang diterapkan Bank Jatim. Inovasi digital ini tidak hanya memberikan akses keuangan yang lebih luas, tetapi juga mempercepat proses transaksi, sehingga meningkatkan efisiensi dalam layanan keuangan. Selain itu, penggunaan teknologi seperti biometrik dan integrasi sistem pembayaran online diharapkan bisa mengurangi risiko kehilangan data. “Dengan new policy ini, Bank Jatim semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Emil.

“Dari sisi pemerintah daerah, kami sangat mendukung new policy Bank Jatim ini. Ini adalah bentuk kolaborasi antara institusi keuangan dan pemerintah untuk mendorong perekonomian digital,” kata Emil.

Peluncuran JConnect terbaru juga dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi layanan keuangan di Jawa Timur. Emil menambahkan bahwa new policy ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mendorong transaksi digital. “Kami optimis new policy Bank Jatim akan menjadi salah satu inisiatif terbaik dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dan kemudahan layanan,” ujarnya.

Transformasi digital yang diusung Bank Jatim melalui JConnect tidak hanya memberikan manfaat bagi nasabah, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Dengan new policy ini, Bank Jatim berharap bisa menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Emil menekankan bahwa new policy ini harus diiringi dengan edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan teknologi. “Kami akan terus mengembangkan new policy ini agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Emil.