Program Terbaru: SAR gabungan evakuasi 6 pendaki tersesat di Gunung Lamari Ampana

1000671075

SAR Gabungan Sukses Evakuasi 6 Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Ampana

Palu – Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan gabungan berhasil menemukan serta mengeluarkan enam pendaki yang terjebak di hutan Gunung Lamari Ampana, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng). Menurut Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, kejadian tersebut terjadi di Desa Saluaba, Kecamatan Ampana, di mana para pendaki kehilangan arah dan terjebak di area hutan. Salah satu anggota keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada Unit Siaga SAR Ampana.

“Peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/4), saat enam orang melakukan pendakian ke Gunung Lamari sekitar pukul 08.40 Wita. Mereka dijadwalkan kembali pada pukul 17.00 Wita, namun hingga malam hari tidak kembali dan tidak bisa dihubungi. Pencarian awal oleh keluarga serta masyarakat setempat belum menghasilkan keberhasilan,” ujar Rizal.

Lokasi kejadian berada di koordinat 0°57’25.62″S 121°35’39.14″E, sekitar 10 kilometer dari Unit Siaga SAR Ampana dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit. Tim rescue tiba di lokasi pada pukul 22.50 Wita dan segera memulai operasi. Pada Senin dini hari, pukul 00.12 Wita, keenam korban ditemukan dalam kondisi aman di koordinat 0°57’36.5″S – 121°35’58.4″E, yang berada sekitar satu kilometer dari puncak Gunung Lamari.

“Tim SAR gabungan tiba di pos registrasi pada pukul 01.00 Wita dan langsung menyerahkan korban kepada pihak keluarga,” tambah Rizal.

Kelompok pendaki yang berhasil dievakuasi terdiri dari Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur. Rizal mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas petualangan untuk memperhatikan kondisi medan, persiapan logistik, serta tidak memaksakan diri bila merasa lelah, karena batas kemampuan fisik manusia terbatas.

“Kegiatan yang dipaksakan tanpa perhitungan matang bisa berujung fatal. Banyak pendaki tersesat karena kurang menguasai medan dan tidak menimbang risiko secara cermat,” kata Rizal.

Dalam operasi ini, tim SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, aparat desa, serta warga sekitar. Pencarian berjalan lancar meski tantangan medan yang berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu.