Agenda Utama: Hadapi El Nino, Mentan: Anggaran pompanisasi disiapkan Rp4 triliun

8D7D48F2 3039 4E7B 9773 122F8FC51D81

Menyambut El Nino, Kementerian Pertanian Siapkan Dana Pompanisasi Rp4 Triliun

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp4 triliun untuk program pompanisasi. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menghadapi ancaman El Nino, sehingga pasokan air dan hasil pertanian dapat tetap terjaga.

“Anggaran tersebut mencapai sekitar Rp3-4 triliun,” ujar Menteri Pertanian, setelah bertemu dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa.

Sebagai pelengkap, pemerintah juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengoptimalkan jaringan irigasi, memastikan distribusi air ke area pertanian berjalan lancar. Kebijakan ini bertujuan mendukung daerah yang rawan mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa pompa air didistribusikan secara gratis kepada petani, menghindari beban biaya operasional, termasuk penggunaan bahan bakar, sebagai upaya menjaga keberlanjutan hasil pertanian nasional.

Persiapan Strategis Menghadapi Perubahan Iklim

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Amran menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak geopolitik dan potensi kekeringan akibat El Nino. Salah satu langkah utama adalah meminta kepala daerah memetakan wilayah pertanian yang rentan terhadap kekeringan, serta menyiapkan sistem peringatan dini secara terintegrasi.

Langkah tersebut penting untuk memastikan respons cepat terhadap ancaman kekeringan, sehingga dampaknya terhadap produksi pertanian dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang dan kerja sama lintas sektor.

Selain itu, Amran juga menekankan pengoptimalan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan, pembangunan embung, sumur dangkal, sumur dalam, serta pemanfaatan pompa perpipaan dan irigasi perpompaan. Strategi ini diperkuat dengan percepatan tanam menggunakan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam adaptif, dan peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah serta pemangku kepentingan pertanian.

Infrastruktur Pertanian dan Stok Pangan

Untuk mendukung implementasi kebijakan, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian seperti pompa air, traktor, hand sprayer, serta transplanter dalam jumlah besar secara bertahap. Amran menyebutkan bahwa selama periode 2024 hingga 2025, pemerintah menyediakan 171.000 unit alat dan mesin pertanian untuk memperkuat kesiapan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.

Di tahun 2026, target distribusi infrastruktur air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, dan rehabilitasi jaringan tersier sebanyak 37.000 unit. Selain itu, tambahan 94.000 unit pompa air akan disiapkan untuk mendukung produktivitas pertanian.

Strategi OPLA (Optimasi Lahan) juga menjadi fokus, dengan rencana memperbaiki irigasi di 800.000 hektare lahan rawa seluruh Indonesia. “Persiapan kita jauh lebih baik,” lanjutnya.

Menyusul hal itu, stok beras cadangan pemerintah (CBP) yang dikelola di gudang BUMN pangan mencapai 4,6 juta ton per 7 April 2026, naik dari 4,5 juta ton sebelumnya dan mencetak rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok pangan nasional.

Menteri Pertanian juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman kuat dalam menghadapi fenomena El Nino. Ini memungkinkan pemerintah menjaga stabilitas produksi pangan melalui berbagai strategi adaptasi dan mitigasi yang terukur.