News

Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset BUMN Mulai 2027

codex-765d9cfc3487465db4da6131d3c9b7f1
Foto : Karen Hernandez - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Danantara Siapkan Optimalisasi Aset BUMN dan Peluang Kemitraan Swasta pada 2027
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Danantara Siapkan Optimalisasi Aset BUMN dan Peluang Kemitraan Swasta pada 2027

Eksplorasiindonesia.com – Pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara akan memasuki tahap baru mulai 2027. Danantara menyiapkan langkah optimalisasi yang diarahkan untuk memperkuat produktivitas, efisiensi, serta kemampuan aset BUMN menghasilkan pendapatan dan arus kas yang lebih baik.

Agenda tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku usaha swasta. Keterlibatan sektor swasta dapat dilakukan pada bidang-bidang yang tidak tergolong strategis dan dinilai dapat dikelola secara lebih efektif oleh dunia usaha.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari proses streamlining atau penataan BUMN yang sedang berlangsung. Tahap berikutnya tidak hanya berfokus pada penyederhanaan struktur perusahaan, tetapi juga pada pemanfaatan aset yang telah dimiliki negara melalui perusahaan pelat merah.

“Next step-nya bagaimana kita mengoptimalisasi aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka kerja sama yang lebih luas kepada private sector, kepada dunia usaha,” ujar Rosan saat ditemui di Istana Negara, Senin (5/10/2026).

Evaluasi lintas sektor

Pemerintah akan melakukan penelaahan terhadap beragam aset BUMN sebelum menetapkan bentuk pengelolaan yang paling tepat. Cakupan evaluasi ini luas, meliputi infrastruktur dan sektor ekonomi penting seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, serta minyak dan gas.

Proses analisis tersebut penting karena karakter setiap aset tidak sama. Aset infrastruktur, misalnya, membutuhkan pola pengelolaan yang berbeda dengan aset pada sektor energi atau layanan komersial. Penilaian yang terukur diperlukan agar setiap aset dapat memberikan kontribusi yang sejalan dengan potensi bisnis dan kebutuhan pelayanan publik.

“Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua,” tuturnya.

Rosan menekankan bahwa jumlah aset BUMN sangat besar, tetapi besarnya nilai aset belum selalu sebanding dengan arus kas dan pendapatan yang dihasilkan. Karena itu, fokus optimalisasi bukan semata-mata menjaga kepemilikan aset, melainkan memastikan aset tersebut memiliki tingkat pemanfaatan dan imbal hasil yang lebih baik.

“Aset-aset BUMN juga sangat banyak. In terms of aset kita besar, tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil,” ujar Rosan.

Swasta dapat terlibat di sektor nonstrategis

Kemitraan dengan perusahaan swasta menjadi salah satu opsi yang akan dipertimbangkan dalam pengelolaan aset maupun kegiatan usaha BUMN. Prinsipnya, peluang itu tersedia apabila suatu bidang telah berjalan baik di tangan sektor swasta dan tidak berkaitan dengan kepentingan strategis negara.

Pendekatan ini memberi ruang bagi BUMN untuk lebih fokus pada peran dan aset yang membutuhkan kehadiran negara, sambil memanfaatkan kemampuan manajerial, jaringan usaha, atau keahlian operasional pihak swasta di sektor yang relevan. Bentuk kerja sama nantinya tetap memerlukan perencanaan serta penilaian yang hati-hati agar tujuan peningkatan kinerja BUMN dapat tercapai.

“Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung,” katanya.

Rencana pembukaan kerja sama tersebut tidak berarti seluruh aset BUMN akan dialihkan kepada swasta. Pemerintah akan menentukan pola pengelolaan setelah melihat karakter, potensi, dan posisi strategis setiap aset. Dengan demikian, keputusan pengelolaan diarahkan pada efisiensi sekaligus tetap mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas.

Kelanjutan penataan perusahaan pelat merah

Optimalisasi aset berjalan beriringan dengan streamlining BUMN. Penataan ini tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan jumlah perusahaan, melainkan juga penyatuan entitas yang menjalankan bisnis sejenis agar pengelolaannya tidak tersebar dan biaya operasional dapat lebih efisien.

Salah satu langkah konsolidasi telah dilakukan terhadap enam perusahaan asset management yang sebelumnya berada di bawah masing-masing bank BUMN. Enam perusahaan tersebut kemudian digabungkan ke dalam satu entitas. Penyatuan semacam ini diharapkan mempermudah koordinasi, mengurangi tumpang tindih fungsi, dan memperkuat skala pengelolaan aset.

Penataan serupa juga menyasar bisnis perhotelan. Danantara mencatat terdapat sekitar 137 hotel BUMN yang sebelumnya dikelola melalui berbagai perusahaan berbeda. Kondisi tersebut mencerminkan model lama ketika banyak BUMN memiliki unit atau perusahaan hotel sendiri-sendiri.

“Jadi, dulu di BUMN kan setiap BUMN rata-rata punya hotel, dia bikin satu company. Nah, sekarang kita gabungkan, yang tadi kita punya 137 hotel supaya menjadi lebih efisien,” kata Rosan.

Konsolidasi hotel dan perusahaan pengelola aset memperlihatkan arah kebijakan yang ingin membangun pengelolaan lebih terpusat pada sektor-sektor dengan kegiatan usaha serupa. Setelah struktur bisnis dirapikan, tahap optimalisasi aset pada 2027 diharapkan dapat mendorong hasil yang lebih terukur.

Target akhirnya adalah meningkatkan yield atau imbal hasil dari aset BUMN melalui langkah yang dirancang secara baik, terstruktur, dan dapat dievaluasi. Bagi publik, kebijakan ini relevan karena aset BUMN mencakup banyak sektor yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi sehari-hari, dari konektivitas transportasi hingga layanan dan infrastruktur penting lainnya.

Frequently Asked Questions

What is Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset?

Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset matter?

Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Karen Hernandez - eksplorasiindonesia.com

Karen Hernandez - eksplorasiindonesia.com

Karen Hernandez adalah penulis perjalanan yang menaruh perhatian pada budaya lokal, sejarah, dan tradisi masyarakat. Tulisan-tulisannya sering mengangkat kisah tentang situs bersejarah, festival daerah, serta tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.

Melalui pendekatan storytelling, Karen berusaha menghadirkan artikel yang tidak hanya informatif tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya di berbagai daerah Indonesia.