Lifestyle

Sering Tidur Pakai Softlens? Hati-Hati Risiko Infeksi Mata

codex-9e4942d7d37440708274f09dd4b26953
Foto : Rachmat Razi - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Tidur dengan Softlens Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Kornea
  2. Lepas Softlens Sebelum Beristirahat
  3. Related Reading
  4. Frequently Asked Questions

Tidur dengan Softlens Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Kornea

Eksplorasiindonesia.com – Kebiasaan tertidur tanpa melepas softlens dapat membawa dampak yang lebih serius daripada sekadar mata terasa kering atau mengganjal. Penggunaan lensa kontak sepanjang malam membuat kornea menerima lebih sedikit oksigen, sehingga risiko peradangan hingga infeksi mata dapat meningkat.

Dokter dan influencer kesehatan dr Aditya Surya Pratama mengingatkan bahwa softlens sebaiknya selalu dilepas sebelum tidur. Ia menyebut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menunjukkan risiko infeksi mata pada pemakai lensa kontak yang tidur dengan softlens dapat naik sekitar enam sampai delapan kali lipat.

“Yang perlu ditakutkan bukan softlens masuk ke tubuh,” ujar dr Aditya, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Risiko terbesar muncul saat lensa tidak pernah dilepas dalam waktu lama, termasuk ketika pengguna tidur dan melanjutkan aktivitas hingga keesokan harinya. Lensa kontak yang dipakai terus-menerus dapat mengganggu kondisi alami permukaan mata dan membuat mata lebih rentan mengalami masalah.

Kornea Membutuhkan Oksigen

Kornea adalah lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Berbeda dengan banyak jaringan tubuh lainnya, kornea tidak memiliki pembuluh darah. Salah satu sumber oksigennya berasal dari udara yang mencapai permukaan mata melalui lapisan air mata.

Saat seseorang tidur, kelopak mata tertutup sehingga jumlah oksigen yang mencapai kornea memang berkurang. Bila pada waktu bersamaan kornea juga tertutup softlens, pasokan oksigen dapat semakin terbatas. Kondisi tersebut dikenal sebagai hipoksia kornea.

“Kornea tidak punya pembuluh darah, dan oksigen bisa didapat langsung dari udara melalui air mata,” kata dr Aditya.

Kekurangan oksigen pada kornea dapat memicu perubahan di lapisan epitel, yaitu bagian terluar kornea. Perubahan ini berpotensi menimbulkan peradangan dan menciptakan kondisi yang lebih mudah dimanfaatkan mikroorganisme untuk menyebabkan infeksi.

Karena itu, rasa tidak nyaman setelah tidur dengan lensa kontak tidak seharusnya dianggap sepele. Mata yang terasa sangat kering, lengket, atau sulit dibuka dapat menjadi tanda bahwa permukaan mata sedang mengalami gangguan dan perlu diperhatikan.

Infeksi Kornea Dapat Berakibat Serius

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah microbial keratitis, yaitu infeksi yang menyerang kornea. Dalam kasus berat, infeksi ini dapat merusak struktur kornea dan memerlukan penanganan medis yang serius.

CDC juga mencatat bahwa infeksi kornea yang parah dapat berkembang hingga memerlukan transplantasi kornea. Karena kornea memiliki peran utama dalam membantu cahaya masuk ke mata, gangguan pada bagian ini dapat memengaruhi kualitas penglihatan.

Pengguna softlens perlu memperhatikan perubahan pada mata, terutama bila sebelumnya tertidur saat masih memakai lensa kontak. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi mata merah, rasa nyeri, sensitif terhadap cahaya atau silau, mata terus berair, serta keluarnya kotoran mata secara berulang.

Penglihatan yang tiba-tiba menjadi kabur juga tidak boleh diabaikan. Keluhan tersebut dapat menandakan adanya gangguan pada mata yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Bila kemerahan dan nyeri semakin berat, pemeriksaan ke dokter spesialis mata perlu dilakukan sesegera mungkin.

Jangan Panik Jika Softlens Terasa Hilang

Selain mengingatkan pentingnya melepas lensa sebelum tidur, dr Aditya menyoroti kekhawatiran yang sering muncul ketika softlens mendadak tidak terlihat di permukaan kornea. Kondisi ini memang dapat membuat pengguna panik, tetapi lensa kontak tidak akan berpindah ke belakang bola mata.

Softlens yang tampak menghilang biasanya terlipat, bergeser, atau tersangkut di area bawah kelopak mata. Situasi tersebut perlu ditangani dengan tenang agar mata tidak mengalami iritasi akibat tindakan yang terlalu kasar.

“Jangan dikorek-korek, jangan panik, apalagi memakai kuku,” tegas dr Aditya.

Pengguna dapat mencoba berkedip perlahan dan memakai lubricating eye drops atau tetes mata pelumas. Setelah itu, area di bawah kelopak mata dapat diperiksa secara hati-hati tanpa menekan bola mata maupun memasukkan benda apa pun ke mata.

Jika softlens tetap tidak ditemukan, sementara mata mulai terasa semakin sakit atau merah, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata menjadi langkah yang tepat. Mengorek mata dengan kuku atau alat lain berisiko memperparah iritasi dan melukai permukaan kornea.

Lepas Softlens Sebelum Beristirahat

Pesan utama bagi pengguna lensa kontak adalah menjaga waktu pemakaian dan tidak membiarkan softlens terpasang saat tidur. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi beban pada kornea yang sudah menerima oksigen lebih sedikit ketika kelopak mata tertutup.

Softlens dapat menunjang kenyamanan dan penampilan saat dipakai dengan benar, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, kondisi mata, dan durasi pemakaian. Saat muncul nyeri, mata merah, silau berlebihan, mata berair, kotoran mata yang menetap, atau pandangan kabur, pemeriksaan profesional lebih aman daripada mencoba menangani masalah sendiri.

Dr Aditya menekankan bahwa melepas softlens sebelum tidur adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kornea tetap sehat dan menekan risiko infeksi mata yang dapat berkembang menjadi serius.

Frequently Asked Questions

What is Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati?

Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati matter?

Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rachmat Razi - eksplorasiindonesia.com

Rachmat Razi - eksplorasiindonesia.com

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.