Sport

Perpesi Gelar Munaslub di Batam, Struktur Organisasi Nasional Mulai Dibangun Ulang

codex-2be67017b5ee4eb8904e2be68a7f921e
Foto : Linda Moore - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Perpesi Perbarui Anggaran Dasar dalam Munaslub di Batam
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Perpesi Perbarui Anggaran Dasar dalam Munaslub di Batam

Eksplorasiindonesia.com – Perkumpulan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi) memulai penataan ulang struktur organisasinya melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa yang berlangsung di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (16/9/2026). Forum tersebut menetapkan perubahan Anggaran Dasar sebagai langkah untuk menyesuaikan tata kelola organisasi dengan pertumbuhan cabang di berbagai wilayah Indonesia.

Agenda Munaslub berfokus pada satu keputusan utama, yakni pembahasan dan pengesahan perubahan Anggaran Dasar Perpesi. Kehadiran lebih dari dua pertiga cabang dari seluruh Indonesia memastikan forum memenuhi syarat kuorum, sehingga keputusan yang dihasilkan dapat ditetapkan secara organisasi.

Pembaruan ini penting karena Perpesi tidak lagi hanya mengandalkan struktur yang berhubungan langsung dengan cabang kota dan kabupaten. Ke depan, organisasi akan membentuk kepengurusan daerah pada tingkat provinsi. Pengurus provinsi tersebut akan membawahi cabang-cabang yang berada di kota maupun kabupaten dalam wilayahnya.

Lapisan Kepengurusan Provinsi

Penambahan tingkatan provinsi diharapkan membuat pola koordinasi menjadi lebih rapi. Cabang-cabang di daerah memiliki jalur komunikasi yang lebih terstruktur, sementara organisasi nasional dapat menjalankan pembinaan dan penyelarasan program melalui pengurus tingkat provinsi.

Presiden Perpesi Masrizal A Syarief menjelaskan bahwa perubahan Anggaran Dasar diperlukan agar organisasi memiliki dasar yang lebih kuat dalam menghadapi perkembangan keanggotaan dan pembentukan cabang.

“Hari ini kita melaksanakan Munaslub Perpesi. Agendanya hanya satu, yaitu kita ingin melakukan perubahan pada Anggaran Dasar. Karena organisasi ini selalu berkembang dan membutuhkan pondasi, serta pijakan baru dalam perkembangannya. Selama ini pembentukan cabang kita didasarkan pada jumlah anggota,” katanya.

Dalam susunan sebelumnya, cabang kota dan kabupaten menjadi bagian yang terhubung langsung dengan organisasi. Model tersebut kini disempurnakan dengan kehadiran pengurus daerah tingkat provinsi sebagai lapisan koordinasi baru.

“Namun dengan perubahan Anggaran Dasar ini, ke depan struktur organisasi tidak lagi langsung berbasis jumlah anggota di tingkat cabang, melainkan akan dibentuk tingkatan pengurus daerah di tingkat provinsi yang membawahi cabang-cabang. Fokus utamanya adalah perubahan Anggaran Dasar terkait layer kedua dari organisasi kita, sebelumnya kan langsung cabang kota dan kabupaten, sekarang kita bentuk tingkat provinsi. Alhamdulillah, dalam Munaslub ini seluruhnya sudah disepakati secara mufakat dan musyawarah,” ujarnya.

Koordinasi Cabang Diharapkan Lebih Tertata

Keputusan yang disepakati secara mufakat itu menjadi fondasi bagi Perpesi untuk mengembangkan organisasi secara lebih berjenjang. Pengurus provinsi nantinya dapat menjalankan peran penghubung antara kepengurusan nasional dan cabang-cabang lokal, tanpa menghilangkan fungsi cabang sebagai ruang kegiatan para pegolf senior di daerah.

Bagi organisasi dengan anggota yang tersebar di banyak wilayah, susunan kepengurusan yang jelas dapat membantu menjaga kesinambungan komunikasi. Perubahan ini juga memberi kerangka yang lebih tertata bagi cabang kota dan kabupaten dalam berkoordinasi dengan wilayah provinsinya masing-masing.

Perpesi menempatkan golf bukan hanya sebagai aktivitas olahraga, melainkan pula sebagai sarana mempererat hubungan antarpeserta. Karena itu, penguatan organisasi diharapkan ikut menjaga kebersamaan para pegolf senior, sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan mereka di berbagai daerah.

Ketua Perpesi Cabang Batam, Taba Iskandar, mengajak para pegolf senior untuk tetap aktif berolahraga serta memanfaatkan organisasi sebagai tempat membangun komunikasi dan silaturahmi.

“Saya sebagai salah satu pegolf senior dan pengurus Perpesi Daerah Kepulauan Riau mengimbau para pegolf senior untuk terus semangat berolahraga. Mari kita jadikan Perpesi ini sebagai wadah untuk menjalin komunikasi, menjaga silaturahmi, dan menyehatkan badan,” katanya.

Pijakan untuk Perkembangan Organisasi

Pengesahan Anggaran Dasar baru di Batam menjadi penanda perubahan arah tata kelola Perpesi. Struktur provinsi dirancang untuk melengkapi keberadaan cabang kota dan kabupaten, sehingga hubungan antartingkatan organisasi dapat berjalan lebih sistematis.

Dengan susunan yang diperbarui, kebutuhan koordinasi di antara wilayah dapat ditangani melalui jalur kepengurusan yang lebih jelas. Hal tersebut juga relevan bagi Perpesi dalam menjaga keterhubungan para anggota dan pengurus di tengah perkembangan organisasi di berbagai daerah.

Taba berharap pembaruan Anggaran Dasar memberi energi baru bagi perjalanan Perpesi ke depan. Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan pengurus provinsi, yaitu menciptakan koordinasi yang lebih baik antara tingkat wilayah dan cabang-cabang lokal.

Munaslub di Batam pada akhirnya tidak sekadar menghasilkan perubahan dokumen organisasi. Forum ini menjadi langkah Perpesi untuk membangun fondasi yang lebih solid bagi aktivitas pegolf senior Indonesia, menjaga silaturahmi, serta memastikan ruang komunikasi dan kegiatan olahraga tetap hidup di daerah-daerah.

Frequently Asked Questions

What is Perpesi Gelar Munaslub di Batam Struktur?

Perpesi Gelar Munaslub di Batam Struktur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perpesi Gelar Munaslub di Batam Struktur matter?

Perpesi Gelar Munaslub di Batam Struktur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Linda Moore - eksplorasiindonesia.com

Linda Moore - eksplorasiindonesia.com

Linda Moore adalah blogger lifestyle dan travel yang menulis tentang pengalaman budaya, perjalanan kota, serta kehidupan sehari-hari di destinasi wisata populer. Ia sering membahas bagaimana wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal melalui kuliner, seni, dan aktivitas budaya.

Linda percaya bahwa perjalanan yang berkesan tidak hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang pengalaman dan koneksi yang tercipta selama perjalanan.