New Policy: Tim Junior Indonesia Uji Kekuatan jelang Kejuaraan Asia Buluangkis 2026
Tim Junior Indonesia Uji Kekuatan Jelang AJC 2026 Dengan New Policy
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang diterapkan untuk mempersiapkan tim junior Indonesia, pemain bulutangkis muda mengikuti simulasi pertandingan beregu di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (17/6/2026) sebagai bagian dari latihan intensif untuk menghadapi Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2026. Dalam simulasi tersebut, 20 atlet dibagi ke dalam dua tim, Garuda dan Rajawali, untuk menguji kesiapan mereka dalam format yang mirip dengan kompetisi resmi.
Format Simulasi dan Kinerja Tim
Simulasi mengadopsi struktur pertandingan AJC 2026, yaitu sistem relay point dengan tiga set dan skor total 55 poin per set. Pertandingan berlangsung hingga 11 poin tanpa adanya perubahan skor, serta mencakup lima pertandingan per set: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Tim Garuda berhasil mengalahkan Tim Rajawali dengan skor 55-36, 55-54, dan 52-55, menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan internasional.
Dalam laga uji coba, para atlet menunjukkan kekompakan yang baik, meski pertandingan berlangsung sengit dari awal hingga akhir. New Policy ini tidak hanya memfokuskan pada latihan fisik dan teknik, tetapi juga memperkuat adaptasi terhadap aturan baru yang diterapkan dalam AJC 2026. Pemain mengalami tekanan yang lebih tinggi, membantu mereka membangun mental yang kuat sebelum menghadapi kompetisi sebenarnya.
Adaptasi Aturan Baru Dalam New Policy
Manajer tim, Eskar Denatara, menjelaskan bahwa New Policy bertujuan untuk memperkenalkan atmosfer pertandingan beregu kepada para atlet. “Dengan simulasi ini, mereka belajar bagaimana memainkan pertandingan dalam format yang berbeda,” kata Eskar. Ia menambahkan bahwa adaptasi terhadap perubahan aturan AJC 2026 sangat penting untuk memastikan kinerja maksimal di level internasional.
“New Policy ini juga dirancang untuk mengasah ketahanan mental dan strategi pertandingan yang lebih intens. Kami memastikan setiap atlet terbiasa dengan sistem skoring baru, karena pertandingan resmi memiliki dinamika yang berbeda,” ujar Eskar.
Menurutnya, pemain harus cepat menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku, seperti sistem relay point dan format pertandingan yang lebih kompetitif. Selain itu, pelatih memberikan perhatian khusus pada strategi pengaturan taktik, yang menjadi kunci sukses dalam New Policy ini.
Evaluasi Pemain dan Kesiapan di Grup D
Pemain tunggal putri Indonesia, Jolin Angelia, menyatakan bahwa simulasi sesuai dengan New Policy membantu mereka memahami dinamika pertandingan nyata. “Ini memberi pengalaman langsung tentang skor dan tekanan di level internasional,” kata Jolin. Ia berharap keberhasilan simulasi ini menjadi fondasi untuk menampilkan performa terbaik di AJC 2026.
“Dengan New Policy ini, kami bisa menguji kemampuan tim secara komprehensif. Saya yakin pemain akan lebih siap menghadapi lawan dari Malaysia, Korea, dan Macau China di Grup D,” tambah Jolin.
Jolin menekankan bahwa kesiapan mental dan teknik menjadi faktor utama. “Pertandingan resmi akan lebih sulit, tetapi New Policy membantu kami membangun kepercayaan diri,” tuturnya. Dengan latihan ini, para atlet diharapkan mampu menjaga konsistensi dan fokus selama kompetisi.
Struktur Turnamen dan Tim yang Dipilih
AJC 2026 akan digelar di Yatsushiro, Kumamoto, Jepang, dengan babak beregu pada 26–30 Juni 2026 dan babak individu pada 1–5 Juli 2026. Indonesia tergabung dalam Grup D yang diprediksi sangat kompetitif. New Policy memastikan pemain yang dipilih telah mampu mengatasi tantangan di babak awal dengan kemampuan teknik dan mental yang matang.
Selain Jolin Angelia, skuad Indonesia juga melibatkan Fardhan Rainanda Joe, Muhammad Rizki Mubarrok, Radithya Bayu Wardhana, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, dan Selsi Josika. Keputusan pemilihan atlet didasarkan pada performa mereka dalam berbagai kompetisi sebelumnya, serta kemampuan adaptasi terhadap New Policy.
Kesiapan Mental dan Konsistensi Tim
Para pelatih menekankan bahwa New Policy tidak hanya menguji kemampuan teknik, tetapi juga kesiapan mental. “Ketahanan mental menjadi faktor penentu saat berada di level internasional,” jelas salah satu pelatih. Simulasi pertandingan memberi mereka pengalaman langsung tentang tekanan dan dinamika pertandingan yang berbeda.
Dalam latihan ini, pemain terlihat lebih matang dalam memahami aturan baru dan menyesuaikan strategi. Meski ada tantangan dalam format pertandingan, New Policy diyakini akan membantu mereka mencapai performa terbaik di ajang bergengsi tahun ini. Dengan latihan yang intens, Indonesia berharap dapat menghadapi lawan dengan lebih percaya diri.
