Program Terbaru: Ini kata Pemuda Katolik terkait penilaian Trump pada kepemimpinan Paus

1000280782

Ini Kata Pemuda Katolik Terkait Penilaian Trump pada Kepemimpinan Paus

Dari Jakarta, Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menilai kepemimpinan Paus Leo XIV sebagai ‘lemah’. Menurut organisasi tersebut, Trump keliru menganggap Paus tidak mampu menghadapi masalah kriminalitas atau kebijakan luar negeri yang dianggapnya kurang efektif.

Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menjelaskan bahwa kritik Trump hanya mencerminkan perbedaan perspektif dalam memandang dunia. “Memanggil seorang pemimpin dunia ‘lemah’ hanya karena tidak mengambil pendekatan keras dianggap sebagai pengurangan yang kurang tepat,” tegas Gusma dalam pernyataan resmi.

Menurut Gusma, Paus Leo XIV justru menunjukkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan kontemporer. Dalam menghadapi kriminalitas, kata dia, Paus tidak sekadar memberikan hukuman, tetapi juga menyoroti akar masalah seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, dan budaya kekerasan.

“Menyebut seorang pemimpin global ‘lemah’ hanya karena tidak menggunakan pendekatan konfrontatif merupakan penyederhanaan yang tidak tepat,”

Ia menekankan bahwa pendekatan ini lebih berfokus pada solusi jangka panjang, bukan sekadar reaksi cepat. Gusma juga menyebut kritik Trump terhadap kebijakan luar negeri Paus tidak didasari analisis objektif.

“Dalam banyak kasus, pendekatan ini justru menjadi jalan keluar ketika kekuatan senjata gagal menyelesaikan konflik,”

Menurut Gusma, Vatikan telah lama berperan sebagai kekuatan moral global yang menekankan diplomasi, dialog, dan perdamaian. “Kebijakan luar negeri Paus dinilai buruk karena standar pembandingnya mengacu pada kekuatan militer,” tambahnya.

Dalam wawancara dengan wartawan saat terbang dari Roma ke Aljazair, Paus Leo XIV mengatakan tidak gentar dengan kritik Trump. “Saya tak takut dengan pemerintahan Trump,” ujarnya. Ia menyatakan keputusan untuk menentang perang berasal dari ajaran Injil, bukan keinginan personal.

Paus juga menegaskan bahwa ia akan terus bersuara lantang untuk mendukung keadilan dan perdamaian. “Saya tak berniat berdebat dengannya,” katanya, merujuk pada Trump.

Di platform Truth Social, Trump mengkritik Paus dengan menyebutnya ‘lemah’ dalam menyikapi kejahatan dan kebijakan luar negeri yang ia anggap tidak baik. “Jika saya tak ada di Gedung Putih, Leo tak akan berada di Vatikan,” ujar Trump. Menurutnya, Paus terpilih karena memiliki latar belakang Amerika, yang dianggap sebagai cara terbaik untuk berurusan dengannya.

PP Pemuda Katolik menegaskan dukungan terhadap kepemimpinan Paus Leo XIV, yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan sosial. Mereka menilai pernyataan Trump lebih mencerminkan preferensi politik pribadi, bukan evaluasi yang objektif terhadap peran Paus sebagai pemimpin global.