Meeting Results: Prabowo sebut peristiwa pembunuhan Marsinah seharusnya tidak terjadi

Prabowo Sebut Pembunuhan Marsinah Bisa Dihindari Jika Pancasila Dijalankan Secara Baik

Meeting Results – Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari Sabtu, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa keprihatinan terhadap tragedi pembunuhan yang menimpa Marsinah, seorang aktivis buruh. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi jika prinsip Pancasila dan konstitusi dijalankan secara konsisten. “Peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya bisa dihindari jika negara kita menjalankan falsafah dasar Pancasila dengan baik,” ujar Prabowo dalam sambutan saat meresmikan Museum Marsinah.

Kasus Marsinah: Kecemerlangan Pendiri Bangsa

Sebagaimana dilaporkan dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia dibangun berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan. Ia menjelaskan bahwa negara ini dirikan dengan prinsip keadilan sosial, yang seharusnya menjadi pedoman bagi semua lapisan masyarakat. “Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa negara harus menjadi sistem yang berlandaskan semangat kekeluargaan,” katanya.

“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila, itu adalah kecemerlangan pendiri bangsa kita,”

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bahwa Pancasila berperan sebagai fondasi yang menghubungkan perbedaan antar suku, agama, bahasa, dan ras. Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut seharusnya mendorong keharmonisan dalam kehidupan bernegara. “Jika semangat Pancasila dijalankan dengan baik, maka tindakan keji terhadap Marsinah tidak akan terjadi,” imbuhnya.

Nilai Kemanusiaan dan Tanggung Jawab Negara

Prabowo menyampaikan bahwa peran negara dalam melindungi rakyat harus menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa buruh, petani, nelayan, aparat negara, tentara, dan polisi adalah bagian dari masyarakat yang harus dijaga kesehatannya. “Negara bertugas menjaga kepentingan seluruh rakyat, termasuk mereka yang lemah atau rentan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengkritik sikap sebagian pelaku usaha yang terlalu fokus pada keuntungan pribadi. Ia menyoroti bahwa hal tersebut bertentangan dengan semangat kemanusiaan yang menjadi dasar berdirinya Republik Indonesia. “Beberapa pemilik usaha mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan hanya demi keuntungan besar,” tambah Prabowo.

“Apalagi aparat, apalagi tentara dan polisi. Aparat, tentara, polisi anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat, dibeli sepatu oleh rakyat, dibeli topi oleh rakyat, dibeli pangkat oleh rakyat. Karena itu sebenarnya kalau dasar bernegara ini dipikirkan dan diresapi, tidak perlu (terjadi). Dan Alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, kita perbaiki,”

Presiden meminta para pemimpin dan pelaku usaha untuk lebih berpikir tentang tanggung jawab mereka terhadap rakyat. Ia menyatakan bahwa para pemimpin harus menjalankan pemerintahan dengan kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat. “Pemimpin dan birokrat hanya menerima mandat dari rakyat, sehingga tugas mereka adalah memastikan keadilan sosial dan kepentingan bersama terpenuhi,” ujarnya.

Indonesia Incorporated: Konsep Negara Kekeluargaan

Prabowo menyinggung konsep Indonesia Incorporated sebagai pendekatan baru untuk memperkuat keadilan dalam kehidupan bernegara. Ia menjelaskan bahwa ide ini mencerminkan semangat kekeluargaan, di mana seluruh rakyat Indonesia memiliki hak atas kekayaan nasional. “Indonesia Incorporated sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan, jadi semua bangsa ini satu korporasi,” kata Presiden.

Menurutnya, dalam sistem ini, semua warga negara adalah pemegang saham yang berhak menikmati hasil kekayaan bangsa. “Karena itu, semua pemimpin bertanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dalam setiap lapisan,” tambahnya.

Kasus Marsinah Sebagai Pelajaran Sejarah

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa peristiwa pembunuhan Marsinah bisa menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki sistem kebijakan di masa depan. “Tragedi ini terjadi di masa lalu, tetapi menjadi pelajaran untuk memperkuat persatuan dan keadilan sosial,” ujarnya.

Presiden berharap bahwa dengan memperhatikan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi, tindakan serupa tidak akan terulang. Ia menekankan bahwa perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan, sehingga pihak yang kuat wajib memberi perlindungan kepada yang lemah. “Pasal 33 UUD 1945 mengatur bahwa perekonomian harus melindungi hak seluruh rakyat, termasuk buruh,” imbuhnya.

Di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan bahwa para pekerja harus diberikan ruang untuk berjuang tanpa takut dihukum secara tidak adil. “Marsinah adalah contoh dari perjuangan yang semestinya didukung oleh sistem bernegara,” katanya. Ia berharap museum ini menjadi tempat edukasi untuk mengingatkan seluruh masyarakat tentang pentingnya menjunjung tinggi prinsip dasar negara.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan rasa hormatnya terhadap usulan organisasi buruh yang meminta Marsinah diakui sebagai pahlawan nasional. “Saya merasa terhormat karena diberi kesempatan menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.

Kasus Marsinah, menurut Prabowo, memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa diabaikan dalam praktik sehari-hari. Ia berharap melalui peristiwa ini, kehidupan berbangsa dan bernegara dapat lebih berkualitas. “Kita harus