Special Plan: Mundur dari Pengacara, Elza Syarief Tuding Sony Sonjaya Tak Jujur soal Kasus MBG
Mundur dari Kuasa Hukum, Elza Syarief Tuduh Sony Sonjaya Tidak Jujur dalam Kasus Special Plan
Pelanggaran Etik Kuasa Hukum dalam Penanganan Kasus MBG
Special Plan – Kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuri perhatian publik setelah Elza Syarief, seorang advokat yang terlibat dalam investigasi ini, memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Sony Sonjaya. Keputusan Elza ini diumumkan pada Selasa (16/6/2026), setelah dirinya merasa tidak lagi dapat mempercayai keterangan yang disampaikan oleh mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. “Saya memutuskan mundur dari posisi kuasa hukum karena merasa Sony tidak jujur dalam menyampaikan fakta terkait Special Plan MBG,” jelas Elza. Menurutnya, keterlibatan Sony dalam penerimaan dana dari Asep Yusuf Somantri (AYS) memicu kecurigaan bahwa ada keberpihakan dalam penyelidikan kasus ini.
Special Plan: Peran Penting dalam Sengketa Kuasa Hukum
Special Plan yang menjadi fokus utama dalam kasus MBG ini dianggap sebagai bukti kuat mengenai ketidaktransparanannya. Elza menyebutkan bahwa sebagai kuasa hukum, dirinya bertugas untuk mengungkap seluruh jaringan korupsi, termasuk alur dana yang diduga diarahkan ke pihak tertentu. “Dengan tetap menjadi kuasa hukum, saya mungkin terjebak dalam konspirasi yang menguntungkan Sony,” kata Elza. Keputusannya untuk berhenti dari peran ini dilakukan setelah ia menerima tekanan dari pihak-pihak yang ingin menyembunyikan detail terkait Special Plan.
KPK Terus Memperkuat Pemeriksaan Tersangka dalam Kasus MBG
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali detail tindak pidana korupsi dalam program MBG. Dalam penyelidikannya, lembaga anti korupsi ini telah menetapkan lima tersangka, termasuk Sony Sonjaya dan Asep Yusuf Somantri. Pihak KPK menyatakan bahwa dugaan markup pengadaan barang dan jasa terkait Special Plan 2025-2026 menunjukkan adanya penyalahgunaan anggaran. “KPK sedang memeriksa apakah ada pengaruh dari kelompok bisnis tertentu dalam penyusunan anggaran Special Plan,” tambah sumber dari lembaga tersebut. Hal ini memperkuat kemungkinan bahwa kasus MBG tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga korporasi.
Elza Syarief: Kedok Sony Masih Berdiri Meski Saya Mundur
Elza Syarief menegaskan bahwa keputusan mundurnya tidak menghilangkan bukti-bukti terkait Special Plan. “Meski saya tidak lagi menjadi kuasa hukum, saya yakin Sony masih menyembunyikan fakta penting terkait MBG,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa ada pihak yang secara aktif berupaya untuk menghindari terbukanya kebenaran, terutama dalam menjelaskan alur dana yang diduga masuk ke dalam program Special Plan. “Mereka takut informasi dari Asep Yusuf Somantri keluar,” lanjut Elza. Selain itu, ia memperlihatkan bahwa hubungan finansial Sony dengan AYS menjadi salah satu sengketa utama dalam kasus ini.
Kasus MBG: Pola Korupsi yang Tidak Jelas
Program MBG, yang seharusnya memberikan manfaat besar kepada masyarakat, justru menimbulkan kontroversi karena dugaan korupsi yang terus mengemuka. Elza Syarief mengungkapkan bahwa Special Plan yang diterapkan BGN tidak hanya terkait pengadaan barang, tetapi juga penyaluran dana yang tidak jelas tujuannya. “Beberapa item yang dibeli, seperti motor listrik dan tablet, mungkin tidak sesuai kebutuhan nyata,” ujarnya. Menurut Elza, penyelidikan terus berjalan untuk menelusuri apakah Special Plan menjadi alat untuk menguntungkan pihak tertentu dalam pengelolaan anggaran.
Kedok Kuasa Hukum dan Hubungan Dana Asep Yusuf Somantri
Dalam wawancara terpisah, Elza menyampaikan bahwa hubungan dana antara Sony Sonjaya dan Asep Yusuf Somantri menjadi poin kritis dalam kasus Special Plan. “Ada bukti bahwa Sony menerima dana secara rutin dari AYS, yang mungkin berperan dalam keberpihakan penyelidikan,” terangnya. Elza juga memperlihatkan bahwa keberpihakan ini tidak hanya terjadi dalam penyusunan anggaran, tetapi juga dalam penyeleseian sengketa kuasa hukum. “Saya tetap yakin Special Plan memiliki kebenaran, tetapi Sony berusaha menyembunyikannya,” lanjut Elza.
KPK Berharap Penyelidikan Tetap Berjalan Lancar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus Special Plan MBG masih dalam proses. “Kasus ini memiliki kompleksitas yang tinggi, tetapi kami yakin dapat mengungkap seluruh fakta,” ujar juru bicara KPK. Pihak KPK juga menegaskan bahwa penyalahgunaan anggaran dalam program MBG akan ditelusuri hingga tuntas. Elza Syarief, meski sudah mundur dari kuasa hukum, diharapkan tetap bisa memberikan informasi yang relevan untuk memperkuat proses investigasi. “Saya masih bersedia bekerja sama dengan KPK untuk memastikan Special Plan tidak terbukti salah,” tutup Elza.
