Solving Problems: Kubu Ruben Onsu Geram, Sindiran dari Adik Sarwendah Dibalas Fakta Rp200 Juta per Bulan!

a0a53d04-9f9a-48e4-913d-14e837ece2f2-0

Kubu Ruben Onsu Geram, Sindiran dari Adik Sarwendah Dibalas Fakta Rp200 Juta per Bulan!

Solving Problems – Isu perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat setelah adik Sarwendah memberikan komentar yang disalahartikan sebagai sindiran terhadap Ruben di media sosial. Persoalan ini memicu reaksi tajam dari pihak Ruben, yang menilai pendapat tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai serangan personal. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengkritik cara penyampaian informasi tersebut, menegaskan bahwa semua hak dan kewajiban pasca perceraian telah diatur secara jelas dalam kesepakatan hukum yang resmi berlaku.

Polemik Kembali Memanas

Komunikasi di antara kedua belah pihak sempat memburuk karena adik Sarwendah, yang diduga membagikan kritik di media sosial, menyoroti hal-hal yang dianggap menjadi beban Ruben setelah bercerai. Minola Sebayang, dalam wawancara dengan kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (3/6/2026), menyatakan bahwa kisah perceraian sudah selesai melalui proses hukum dan inkrah. “Perkawinan telah berakhir melalui proses perceraian, inkrah. Konsekuensi pasca perceraian juga telah ditetapkan dalam Akta 39. Mengapa kita tidak merujuk pada Akta 39?” tanya Minola.

“Apakah itu sesuatu hal yang istimewa? Bukankah setiap orang harus berjuang untuk mencari nafkah? Semua orang berjuang untuk mencari nafkah,” kata Minola.

Minola menekankan bahwa Ruben tidak hanya memenuhi kewajibannya sebagai ayah, tetapi juga terus berupaya memberikan kebutuhan yang signifikan bagi anak-anak mereka. Ia menambahkan bahwa setelah resmi bercerai, Ruben masih tetap menanggung biaya besar, termasuk nafkah yang terus diberikan secara rutin. “Ruben juga berjuang untuk mencari nafkah. Bahkan selama ini memberikan sesuatu yang fantastis, hingga mencapai angka 200-an juta per bulan. Belum lagi biaya-biaya tambahan lainnya,” jelasnya.

Kritik Publik Terhadap Ruben Onsu

Angka nafkah yang disebutkan Minola langsung menjadi perhatian publik. Beberapa pihak menganggap jumlah tersebut terlalu tinggi, sementara lainnya memandangnya sebagai bukti pengabdian Ruben kepada keluarga. Menurut Minola, banyak orang hanya memfokuskan pada situasi dalam beberapa bulan terakhir, tanpa menyadari kontribusi Ruben yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. “Jika ada ketidakpuasan terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban pasca perceraian, seharusnya dibicarakan secara bijak dan berdasarkan dokumen hukum yang telah ditandatangani bersama,” ujarnya.

Minola juga menyoroti cara menyampaikan pesan yang terkesan serangan terbuka. Ia mengatakan bahwa sindiran di media sosial bisa memperparah perbedaan pandangan antara kedua pihak. “Saat ini yang dibutuhkan adalah komunikasi yang konstruktif, bukan serangan yang mungkin mengurangi hubungan baik antara Ruben dan Sarwendah,” imbuhnya.

Rp200 Juta Sebagai Bukti Komitmen

Dalam pembicaraan lebih lanjut, Minola memperjelas bahwa nafkah sebesar Rp200 juta per bulan bukanlah angka sembarangan. Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut mencerminkan kebutuhan ekonomi anak-anak, termasuk biaya pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. “Ruben tidak hanya memberikan uang, tetapi juga berbagai fasilitas yang mendukung kesejahteraan anak-anak. Jumlah yang diberikan per bulan jauh lebih besar dari yang dibayangkan oleh sebagian orang,” tegasnya.

Menurut Minola, besaran nafkah ini menunjukkan bahwa Ruben tetap menjaga komitmen terhadap tanggung jawab sebagai ayah. “Ruben terus berupaya mencari sumber penghasilan untuk memenuhi kewajibannya, bahkan meskipun ada perbedaan pendapat. Kita harus melihat keseriusannya dalam menjaga kehidupan anak-anak,” ujarnya.

“Kalau ada benturan, kita cari solusi untuk menyelesaikannya agar kebaikan bersama tetap terjaga. Bukan saling serang atau sindir di media sosial yang bisa memperkeruh hubungan,” pungkas Minola.

Polemik ini semakin kompleks karena masih ada isu hak asuh anak yang menjadi sorotan utama. Meski Sarwendah dan Ruben sudah sepakat tentang pembagian tanggung jawab, komentar-komentar terbaru di media sosial memicu ketegangan kembali. Minola berharap semua pihak bisa memahami bahwa nafkah bukan sekadar angka, tetapi juga representasi dari perjuangan Ruben untuk memastikan kesejahteraan anak-anak setelah bercerai.

Respons dari Kubu Sarwendah

Menurut sumber terpercaya, pihak Sarwendah menganggap penjelasan Minola sebagai upaya memperkuat reputasi Ruben di mata publik. Mereka berpendapat bahwa jumlah nafkah yang diberikan Ruben sebenarnya sudah sesuai dengan standar yang berlaku, dan beberapa pihak mungkin merasa tidak puas karena perbedaan pendapat mengenai penggunaan dana tersebut. “Yang penting adalah bagaimana uang itu digunakan. Jika Ruben sudah memberikan sesuatu yang besar, maka ia layak dihargai,” kata salah satu sumber.

Kendati demikian, Minola menegaskan bahwa kesepakatan hukum tersebut sudah jelas, dan tidak ada alasan untuk mengabaikan aturan yang telah ditetapkan. Ia juga meminta pihak Sarwendah untuk lebih fokus pada kontribusi yang telah diberikan Ruben, bukan hanya pada perbedaan pendapat terkini. “Kita harus melihat secara menyeluruh, termasuk keberhasilan Ruben dalam menjaga kesejahteraan anak-anak setelah memutus ikatan perkawinan,” ujarnya.

Perspektif Publik dan Konflik Jangka Panjang

Komentar-komentar dari keluarga Sarwendah belakangan ini memicu masyarakat untuk menilai kembali peran Ruben dan Sarwendah dalam memenuhi kewajiban sebagai orang tua. Beberapa netizen mengapresiasi upaya Ruben dalam memberikan nafkah besar, sementara yang lain mengkritiknya karena dianggap terlalu boros. Minola menilai perdebatan ini bisa menjadi pembelajaran, selama pihak-pihak terlibat tetap menjaga hubungan yang baik.

Menurut Minola, jumlah nafkah yang diberikan Ruben tidak hanya memenuhi standar hukum, tetapi juga mencerminkan keseimbangan antara pengeluaran untuk keluarga dan pengelolaan keuangan pribadi. “Ruben memiliki penghasilan yang signifikan, dan pengeluarannya untuk anak-anak justru menunjukkan ke