Solving Problems: Hidangan penutup yang disukai mendiang Ratu Elizabeth II
Hidangan Penutup yang Disukai Mendiang Ratu Elizabeth II
Solving Problems – Dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube, Chef Darren McGrady, mantan koki pribadi Kerajaan Inggris, mengungkap resep hidangan penutup favorit Ratu Elizabeth II. Ia menunjukkan bahwa makanan ini, yang viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram, hampir identik dengan apa yang ia buat untuk Ratu sejak 30 tahun lalu. “Kalian pasti sudah pernah lihat tren Biscoff yogurt Yunani? Ketika saya melihatnya, langsung teringat pada hidangan yang sama, dengan resep yang hampir tak berubah sejak dulu,” kata McGrady. Ia pun meragukan apakah Ratu telah melahirkan tren ini sebelumnya atau hanya secara tidak sengaja menjadi bagian dari kepopuleran makanan modern.
Koki Pribadi yang Melangkah dari Kerajaan ke Viral
McGrady, yang telah bekerja selama 15 tahun di istana kerajaan, membagikan resep yang dulu disiapkan untuk Ratu dan Putri Diana. Hidangan ini, yang sempat menjadi favorit dalam acara resmi, kini dianggap sebagai kreativitas kekinian. “Resepnya sebenarnya sederhana, tetapi rasanya luar biasa,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kini masakan ini dibuat dengan cara yang lebih praktis, menggunakan wadah untuk mengacaukan yogurt dan menyusun biskuit secara teratur, lalu ditinggal di kulkas semalaman. Namun, di masa lampau, prosesnya lebih rumit dan memerlukan teknik khusus.
“Wiski dan jahe sangat cocok bersama,” katanya sambil memperlihatkan langkah-langkah pembuatan. “Saya suka menaburkannya di menit-menit terakhir, sebelum disajikan, sehingga kita mendapatkan tekstur yang berbeda,” tambah dia.
Bahan dan Teknik Khusus dalam Membuat Resep Klasik
McGrady menjabarkan bahan-bahan yang digunakan, termasuk dua bungkus biskuit McVitie’s Ginger Nuts, yang populer di Inggris dan Australia. Biskuit jahe ini dulu dipilih karena rasa khasnya yang menyejukkan, sementara yogurt Yunani tawar dan krim kental memberikan kesan lembut. Gula dan air panas serta pilihan wiski sebagai bahan tambahan juga menjadi bagian penting dari proses. “Wiski memperkaya rasa, tetapi bukan elemen wajib. Jika tidak ada, cukup gunakan air panas,” jelasnya.
Dalam video tersebut, ia menunjukkan cara mengocok campuran yogurt dan krim kental, lalu menyusunnya dengan biskuit yang direndam dalam air panas. Teknik ini membantu biskuit mengabsorpsi cairan, sehingga rasanya lebih lembut saat disantap. “Biskuit harus diapit oleh lapisan krim dan yogurt agar tidak terlalu basah,” imbuh McGrady. Setelah mengelilingi tepi mangkuk dengan biskuit yang telah diproses, ia menambahkan lapisan tengah dengan biskuit lain yang dijaga agar tetap lembut.
Proses Penyajian dan Tekstur yang Mengesankan
Hidangan ini memerlukan waktu minimal satu jam di kulkas untuk mengembangkan rasa. “Membuatnya sehari sebelumnya lebih baik, karena biskuit punya waktu untuk melunak dan meresap aroma,” kata McGrady. Langkah terakhir adalah menaburkan remahan biskuit tambahan di atas, yang memberikan efek tekstur yang berbeda saat dinikmati. Ia menyarankan untuk menunggu sejenak sebelum menaburkan remahan agar biskuit tidak terlalu basah.
McGrady juga menyebutkan bahwa hidangan ini selalu disajikan dalam acara resmi, meski prosesnya terdengar sederhana. “Tapi selalu terlihat mewah dan enak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa biskuit yang diapit dengan krim segar dan yogurt dingin memiliki rasa yang lebih intens, terutama saat disajikan dalam musim panas. Teknik ini membuat hidangan penutup ini menjadi simbol kekinian, meskipun dalam versi aslinya, Ratu Elizabeth II tetap menjadi sumber inspirasi utama.
Adaptasi Masa Kini dan Kekhasan Rasanya
Dalam versi kekinian, resep ini dirancang agar lebih mudah dibuat, dengan langkah-langkah yang disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia. “Kini orang bisa menggunakan wadah biasa, bahkan kantong piping jika ingin hasil yang lebih rapi,” kata McGrady. Ia juga memperingatkan bahwa kekhasan rasa hanya tercipta jika semua bahan diberikan waktu untuk memadu. “Krim yang dikocok dan yogurt yang dingin adalah kunci,” jelasnya.
Mengenai biskuit yang digunakan, McGrady menjelaskan bahwa McVitie’s Ginger Nuts, yang dulu dipilih Ratu, memiliki rasa jahe yang unik dan tekstur yang berbeda dibanding biskuit kekinian. Ia menyarankan untuk menggunakan biskuit yang cukup keras agar tetap menahan rasa yogurt saat dihidangkan. “Biskuit yang lembut terlalu mudah hancur, jadi harus dipilih dengan hati-hati,” tambahnya.
Perjalanan dari Ratu hingga Tren Dunia
McGrady menekankan bahwa resep ini bukan hanya favorit Ratu, tetapi juga mewakili kecintaannya pada makanan yang sederhana namun istimewa. Ia membandingkan resep tersebut dengan hidangan modern, yang terlihat mirip tetapi lebih mudah diakses oleh masyarakat umum. “Tren ini mungkin menyerupai apa yang Ratu sukai, tapi orang-orang sekarang punya akses lebih mudah,” katanya. Selain itu, ia menyebutkan bahwa rasa dari biskuit jahe dan wiski memberikan kesan eksklusif yang tidak bisa diabaikan.
Setelah beberapa jam, McGrady menyarankan untuk menghancurkan biskuit tambahan sebagai topping, lalu menyemprotkan sisa campuran krim ke atasnya. “Tekstur ini menjadi daya tarik utama hidangan, karena menggabungkan kenyal dan kriya,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa penyajian yang sempurna membutuhkan kesabaran, karena biskuit harus diapit oleh lapisan krim segar dan yogurt dingin agar tidak terlalu lembut.
Dengan adanya resep ini, McGrady ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa menjadi keistimewaan. Ia menjelaskan bahwa makanan yang dulu disiapkan dalam lingkungan kerajaan kini bisa diakses oleh siapa pun. “Ini bukan hanya makanan, tapi juga cerita tentang kecintaan Ratu terhadap rasa yang tahan lama,” kata dia. Pernyataan ini memperkuat bahwa resep yang dulu dipersembahkan kepada Ratu, kini menjadi bagian dari budaya populer global.
Kesimpulan dan Rekomendasi untuk Pembaca
McGrady menutup video dengan menegaskan bahwa hidangan penutup ini adalah salah satu resep termudah yang pernah ia buat. “Tapi selalu menyejukkan dan istimewa,” katanya. Ia berharap resep ini bisa diadopsi oleh para penggemar makanan, sementara sejarahnya tetap diingat sebagai bagian dari warisan Ratu Elizabeth II. “Bahkan dengan bahan-bahan yang sederhana, Anda bisa menciptakan hidangan yang luar biasa,” pungkas McGrady.
Resep ini menjadi contoh bagaimana makanan tradisional bisa beralih ke bentuk yang lebih modern, namun tetap mempertahankan esensi rasa. Dengan kombinasi yogurt Yunani, biskuit jahe, dan wiski, McGrady memastikan bahwa rasa yang sempurna akan tercipta. Bagi yang ingin mencoba, ia menyarankan untuk menyiapkan hidangan ini beberapa jam sebelumnya, agar hasilnya maksimal. “Ini bukan sekadar makanan, tapi juga pengalaman,” katanya.
