Solving Problems: Davina Karamoy Diperiksa 5 Jam, Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel

8816acb0-177d-4ea8-80c7-519828245780-0

Davina Karamoy Diperiksa Selama 5 Jam dalam Kasus Penipuan Travel Umrah Hanania

Solving Problems – Kasus dugaan penipuan oleh travel umrah Hanania kembali menjadi sorotan publik setelah aktris Davina Karamoy menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada Kamis (18/6/2026). Proses penyelidikan ini berlangsung selama lima jam, di mana Davina ditanyai sebanyak 30 pertanyaan terkait perannya dalam kerja sama dengan Hanania. Dalam pemeriksaan tersebut, Davina hadir bersama tim pengacaranya, yang sepanjang proses memberikan dukungan dan memastikan kliennya tetap tenang.

Proses Pemeriksaan Lancar Tanpa Hambatan

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, Yulius Irawansyah, kuasa hukum Davina, memberikan keterangan bahwa klien berkomitmen memberikan jawaban jujur dan lengkap. “Kita sudah memenuhi panggilan pihak penyidik untuk menjadi saksi dalam perkara yang terjadi di Hanania. Hingga saat ini, BAP telah dijawab seluruhnya,” ujar Yulius. Ia menambahkan bahwa pertanyaan yang diajukan penyidik dapat dijawab oleh Davina tanpa kesulitan signifikan. Selain itu, proses pemeriksaan berjalan lancar, tidak ada hambatan yang mengganggu alur investigasi.

“Kita sudah memenuhi panggilan pihak penyidik untuk jadi saksi yang perkara… yang terjadi perkara di Hanania. Nah, sampai saat ini tadi BAP-nya kita sudah menjawab 30 pertanyaan,” kata Yulius.

Yulius juga menyebutkan bahwa Davina tampak tenang meski mengalami tekanan selama berada dalam proses hukum. Ia mengakui bahwa kliennya terlihat kelelahan setelah pemeriksaan, namun tetap profesional dalam menjawab pertanyaan penyidik. “Kelihatan dari mukanya udah stres nih,” ujarnya sambil tertawa, sambil menggambarkan kondisi Davina yang sedikit lelah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan.

Keterlibatan Davina dalam Kerja Sama dengan Hanania

Davina mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali dihubungi oleh seorang karyawan Hanania bernama Adib. Menurut aktris yang kini semakin dikenal melalui berbagai film dan serial televisi, kerja sama dengan Hanania dimulai dari tawaran yang diberikan oleh Adib. “Aku emang di awal dihubungi itu sama Kak Adib, yang merupakan karyawan Hanania. Terus ditawari, dikasih Instagram Hanania, ya aku melihat Instagram-nya dan aku memang lihat banyak review-review,” ceritanya.

Davina menjelaskan bahwa sebelum menandatangani kerja sama, ia melakukan verifikasi terhadap profil perusahaan melalui media sosial. Dari hasil penelusuran, Hanania terlihat memiliki reputasi baik berdasarkan ulasan yang menyebar. Namun, kini hal itu menjadi bahan investigasi penyidik karena dugaan penipuan yang melibatkan perusahaan tersebut.

“Dan juga mudah terjawab juga, dan sudah selesai semua,” ujar Davina.

Penyidik terus menggali informasi tentang awal mula hubungan kerja sama antara Davina dan Hanania. Berdasarkan keterangan saksi, perusahaan travel tersebut disebut mengajak Davina untuk bergabung dalam program promosi umrah yang ditujukan untuk menarik perhatian calon jemaah. Keterlibatan Davina dianggap penting karena ia menjadi bagian dari strategi pemasaran Hanania, yang diduga menipu klien dengan berbagai janji menarik.

Kasus Penipuan Travel Umrah Masih Terus Dikaji

Kasus dugaan penipuan oleh Hanania Travel masih dalam tahap penyelidikan. Polda Metro Jaya telah memanggil sejumlah saksi guna mengungkap fakta-fakta terkait skema yang dianggap menguntungkan perusahaan tersebut. Dalam pemeriksaan, penyidik menyelidiki bagaimana Davina terlibat dalam proses perekrutan jemaah serta peran media sosial dalam promosi. “Kita masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut untuk memastikan semua fakta terungkap,” tambah Yulius.

Kasus ini menyebabkan banyak calon jemaah mengalami kerugian, terutama dari biaya umrah yang tidak sesuai dengan janji yang diberikan. Dengan diperiksa sebagai saksi, Davina diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan untuk memperjelas peran Hanania dalam skema penipuan tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keterlibatannya hanya terbatas pada kerja sama promosi, dan tidak ada keuntungan pribadi yang diperoleh.

Penyidik Fokus pada Keterlibatan dan Fakta Sebelumnya

Pemeriksaan Davina menjadi bagian dari upaya penyidik mengungkap detail peristiwa yang menyebabkan banyak korban. Dari pemeriksaan, terungkap bahwa Hanania Travel menggunakan strategi yang melibatkan selebriti untuk membangun kepercayaan masyarakat. “Kita ingin mengetahui bagaimana hubungan kerja sama Davina dengan Hanania sebelum kasus muncul ke publik,” jelas Yulius. Selain itu, penyidik juga menelusuri apakah ada indikasi lain yang menunjukkan kesengajaan dalam penipuan.

Proses ini mengingatkan betapa pentingnya transparansi dalam industri travel, terutama yang menyasar masyarakat yang ingin melakukan umrah. Dengan diperiksa sebagai saksi, Davina diharapkan dapat menjelaskan semua fakta yang diketahuinya, mulai dari proses kerja sama hingga keluhan dari calon jemaah yang terkena imbas. Meski terlihat lelah, Davina tetap memenuhi panggilan penyidik dengan sikap profesional.

Kasus Hanania Travel yang menjadi sorotan media dan masyarakat ini belum menemui titik akhir. Polda Metro Jaya terus menggali informasi dari saksi-saksi lain, termasuk kemungkinan penyewaan nama atau reputasi untuk menarik minat calon jemaah. Dengan kerja sama yang baik dari Davina, penyidik berharap dapat mempercepat proses klarifikasi dan menemukan jawaban atas kecurigaan yang melingkupi perusahaan tersebut.

Caption: Davina Karamoy usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania di Polda Metro Jaya.