Facing Challenges: Cara bersihkan hidung dengan aman untuk mengurangi iritasi
Cara Bersihkan Hidung dengan Aman untuk Mengurangi Iritasi
Facing Challenges – Sebuah studi terbaru dari dokter spesialis THT di India menunjukkan bahwa proses membersihkan hidung bisa dilakukan dengan teknik yang lebih aman, sehingga mengurangi risiko iritasi dan peradangan pada area sekitar lubang hidung. Berita ini dibagikan oleh laman Hindustan Times pada Rabu (29/4) waktu setempat, yang menyebutkan bahwa kebiasaan memasukkan jari ke dalam hidung bukan lagi solusi ideal. Dokter spesialis THT dari Rumah Sakit Fortis Gurgaon, Dr. Atul Mittal, menekankan pentingnya mengganti metode tradisional tersebut dengan pendekatan yang lebih higienis dan tidak merusak.
Saran Dokter THT: Membersihkan Hidung dengan Teknik yang Tepat
Dokter THT tersebut menjelaskan bahwa membersihkan hidung tidak harus melalui cara mengorek dengan jari. “Gunakan tisu, bukan jari Anda. Kedua, jaga kelembapan hidung dengan semprotan saline. Pastikan Anda menjaga kebersihan tangan dengan baik,” kata Mittal dalam wawancara terpisah. Ia menegaskan bahwa menggunakan kain atau tisu sebagai alat pembersih lebih efektif karena mengurangi kontak langsung dengan saluran hidung, yang bisa memicu masalah kesehatan.
“Gunakan tisu, bukan jari Anda. Kedua, jaga kelembapan hidung Anda dengan semprotan saline. Pastikan Anda menjaga kebersihan tangan dengan baik,”
Kebiasaan mengorek hidung yang sering dilakukan orang karena gatal atau merasa kotor, menurut Mittal, bisa menjadi penyebab utama gangguan pada membran mukosa. Ia menambahkan bahwa saluran hidung adalah area rentan, terutama bagi anak-anak yang lebih suka menyentuh dan menggosok bagian dalam hidung secara terus-menerus.
Dampak Negatif dari Kebiasaan Mengorek Hidung
Menurut penjelasan Dr. Mittal, memasukkan jari ke dalam hidung secara sembarangan memungkinkan masuknya bakteri dan kuman ke dalam saluran. “Kebiasaan menggaruk berulang dapat mencegah luka sembuh dengan benar. Menyebabkan iritasi kronis dan pembentukan kerak luka,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa ulasan berulang kali mengorek hidung bisa menyebabkan peradangan yang mengakibatkan pembengkakan di dalam lubang hidung, yang pada akhirnya mengganggu fungsi pernapasan.
“Kebiasaan menggaruk berulang dapat mencegah luka sembuh dengan benar. Menyebabkan iritasi kronis dan pembentukan kerak luka,”
Penyebab utama dari iritasi tersebut, menurut Mittal, adalah karena lubang hidung dilapisi lapisan mukosa yang rapuh. Ketika digaruk terus-menerus, lapisan ini bisa rusak dan menghasilkan perdarahan. Bahkan, dalam kondisi ekstrem, kebiasaan tersebut bisa merusak septum hidung (dinding antara dua lubang hidung), yang berpotensi menyebabkan perforasi septum (lubang kecil di dinding hidung). Hal ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga bisa mengganggu keseimbangan udara yang masuk ke tubuh.
Pentingnya Kelembaban dan Kebersihan
Mittal juga menyoroti peran kelembapan dalam menjaga kesehatan saluran hidung. Ia menjelaskan bahwa lingkungan yang kering dapat memicu iritasi karena menyebabkan peningkatan kekeringan di permukaan mukosa. “Jaga kelembapan hidung Anda dengan semprotan saline. Ini membantu menghaluskan kotoran dan mengurangi tekanan pada dinding hidung,” ujarnya. Kebiasaan ini, jika dilakukan secara teratur, bisa mencegah terjadinya pembengkakan dan iritasi yang berkelanjutan.
Kelembapan yang cukup juga berperan penting dalam mengurangi risiko infeksi. Dengan menjaga kelembapan, mukosa hidung tetap berfungsi sebagai penghalang alami terhadap patogen. Selain itu, kebersihan tangan yang terjaga menjadi aspek kritis karena kontak tangan ke hidung sering kali menjadi pintu masuk bagi virus dan bakteri.
Pentingnya Higienis dalam Mencegah Infeksi
Kebiasaan mengorek hidung yang sering dilakukan tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu, menurut Mittal, meningkatkan kemungkinan masuknya kuman ke tubuh. “Jika tangan Anda terkontaminasi, menyentuh hidung berisiko memindahkan bakteri ke saluran udara,” katanya. Ini berpotensi menyebabkan kondisi seperti vestibulitis hidung, yaitu peradangan pada area sekitar lubang hidung yang bisa mengganggu kenyamanan dan fungsi pernapasan.
“Kebiasaan mengorek hidung terus-menerus dapat merusak septum hidung (dinding di antara lubang hidung) dan berpotensi menyebabkan lubang kecil (perforasi septum).”
Dalam beberapa kasus, iritasi akibat mengorek hidung bisa berubah menjadi gangguan kronis. Mittal menjelaskan bahwa kekeringan pada mukosa, jika tidak diperbaiki, akan memperparah peradangan dan memicu pembentukan kerak yang mengganggu. Selain itu, lubang hidung yang sering digarisbawahi dengan tisu atau semprotan saline, bisa menjaga keseimbangan kelembapan secara alami.
Kesimpulan dan Langkah Preventif
Menurut Mittal, penerapan metode pembersihan yang aman bukan hanya membantu mencegah iritasi, tetapi juga mengurangi risiko infeksi. “Membersihkan tangan sebelum menyentuh hidung, serta menggunakan tisu untuk mengangkat kotoran, menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi saluran udara,” kata
