Special Plan: BRI catat biaya dana membaik, ditopang oleh dominasi dana murah
Dalam Special Plan, BRI Catat Peningkatan Efisiensi Biaya Dana
Special Plan yang dijalankan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membawa dampak positif pada penurunan rasio biaya dana. Pada kuartal pertama tahun 2026, rasio ini berada di angka 2,3 persen, menurun dari 3 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini menunjukkan keberhasilan BRI dalam mengoptimalkan pendanaan, yang didorong oleh dominasi dana murah (CASA) dalam struktur penghimpunan dana. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa Special Plan menjadi strategi kunci dalam mencapai efisiensi biaya yang lebih baik, sekaligus memperkuat kinerja keuangan perusahaan.
Penurunan biaya dana berdampak langsung pada peningkatan margin keuntungan BRI. Hery Gunardi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, menekankan bahwa Special Plan membantu perusahaan mengelola dana dengan lebih terarah. “Komitmen BRI untuk menekankan dana murah telah membuahkan hasil yang signifikan,” tambahnya. Dengan memperkuat posisi dana murah, perusahaan menciptakan ruang untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan finansial di masa mendatang.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mencapai Tingkat Baru
Hingga akhir Maret 2026, total dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan kuartal pertama tahun 2025. Peningkatan ini didasari oleh kenaikan volume dana murah, yang mencapai Rp1.058,6 triliun, atau naik 13,2 persen (yoy). Dominasi CASA menjadi pilar utama dalam Special Plan BRI, yang berfokus pada peningkatan aksesibilitas dana dan pengurangan beban biaya operasional.
Kenaikan signifikan terjadi di sektor giro dan tabungan, masing-masing tumbuh 15,6 persen dan 11,5 persen. Pertumbuhan DPK ini menunjukkan keterlibatan masyarakat yang lebih tinggi dalam penggunaan produk perbankan, yang sejalan dengan tujuan Special Plan untuk meningkatkan daya tarik layanan finansial. Hery Gunardi mengatakan bahwa strategi ini mengukuhkan kredibilitas BRI sebagai bank yang mampu menyediakan solusi pendanaan yang efisien.
Rasio CASA Naik, Tandai Kembangnya Akses Digital
Rasio CASA BRI pada kuartal pertama 2026 mencapai 68,07 persen, naik dari 65,77 persen di kuartal sebelumnya. Kenaikan ini menjadi indikator kuat dari keberhasilan Special Plan dalam mendorong penggunaan platform digital. Inisiatif seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI berperan penting dalam meningkatkan akses dana murah, yang selaras dengan target strategis perusahaan.
Peningkatan rasio CASA juga mengurangi beban biaya operasional BRI, karena dana murah dihimpun dengan biaya yang lebih rendah. Hery Gunardi menambahkan bahwa Special Plan berjalan baik karena keterlibatan nasabah yang lebih aktif, serta keberhasilan dalam mengintegrasikan teknologi ke layanan perbankan. “Kenaikan CASA adalah bukti komitmen BRI untuk transformasi digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kinerja Keuangan BRI Tahan Meski Tantangan Masih Ada
Kenaikan volume dana murah berdampak pada pertumbuhan total aset BRI, yang mencapai Rp2.250 triliun pada kuartal pertama 2026. Angka ini naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didukung oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 13,7 persen. Dengan fondasi pendanaan yang lebih sehat, BRI mampu mempertahankan stabilitas kinerja keuangan, meski masih menghadapi tantangan di sektor ekonomi.
Special Plan juga berkontribusi pada pencapaian laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, naik 13,7 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengurangan biaya, yang menjadi fokus utama strategi BRI. “Kinerja keuangan tetap kuat karena pendekatan pendanaan yang optimal dalam Special Plan,” katanya.
Tabungan BRI Melampaui Rp600 Triliun
Pertumbuhan tabungan BRI pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp605,8 triliun, menembus level Rp600 triliun untuk pertama kalinya. Capaian ini mencerminkan keberhasilan Special Plan dalam menarik dana nasabah, terutama dari segmen yang lebih aktif dalam penggunaan produk perbankan. Hery Gunardi menyebutkan bahwa peningkatan ini memperkuat sumber pendapatan bunga yang stabil.
Kenaikan tabungan ini juga memperlihatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan BRI, yang sejalan dengan visi Special Plan untuk meningkatkan kualitas layanan keuangan. “Dengan pendekatan pendanaan yang efisien, BRI mampu memberikan nilai tambah kepada nasabah,” ujarnya. Capaian ini menjadi salah satu indikator penting keberhasilan strategi perusahaan dalam memperkuat posisi pasar.
Strategi Special Plan Mengubah Dinamika Pendanaan
Dana murah dan ekspansi kredit menjadi pilar utama dalam keberhasilan Special Plan BRI. Peningkatan volume dana murah tidak hanya mengurangi beban biaya operasional, tetapi juga memperkuat aksesibilitas layanan keuangan kepada masyarakat. Perusahaan terus memperluas jangkauan pendanaan melalui inisiatif yang terintegrasi dalam Special Plan, termasuk pengembangan platform digital dan perluasan jaringan bisnis.
Special Plan ini berdampak signifikan pada peningkatan laba bersih sekaligus memperbaiki struktur pendanaan. Hery Gunardi menekankan bahwa perusahaan akan terus mengoptimalkan strategi ini untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi, yang menjadi prioritas utama dalam jangka panjang. Dengan penekanan pada dana murah, BRI berkomitmen untuk menjaga daya saing di pasar perbankan Indonesia.
