Topics Covered: QRIS BRI Ubah Permainan Pedagang Ketoprak, Dari Uang Tunai ke Scan Sekejap
QRIS BRI: Mengubah Cara Pedagang Ketoprak dari Uang Tunai ke Scan Sekejap
Topics Covered: QRIS BRI, atau Quick Response Code Indonesian Standard, telah mengubah cara pedagang ketoprak di Jakarta mengelola transaksi. Seorang pedagang bernama Rachmat, yang berlokasi di Gondangdia, Jakarta Pusat, menjadi contoh nyata bagaimana teknologi ini memudahkan usaha kecil. Sebelumnya, transaksi tunai seringkali memperlambat proses dan membuat pengelolaan keuangan kurang efisien. Kini, dengan QRIS BRI, Rachmat bisa fokus pada bisnisnya tanpa repot menghitung uang secara manual.
Perjalanan Rachmat dari Pekerja Serabutan ke Pengusaha Mandiri
Rachmat, 30 tahun, berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Setelah lulus SMA pada 2010, ia tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai pekerja serabutan hingga mengamen di bus kota. Pendapatan yang tidak stabil membuatnya merasa tertekan. Namun, pertemuan dengan teman kampung yang menjual ketoprak mengubah arah hidupnya. Topics Covered dalam kisah ini adalah transisi dari pekerjaan sementara ke usaha mandiri.
“Susah banget jadi pengamen di Jakarta. Dapetnya sedikit tapi harus setoran sama yang punya kawasan. Jadi saya mulai belajar ngolah ketoprak,” ujarnya kepada iNews.id.
Setelah mempelajari teknik memasak, Rachmat membuka lapak dagang di dekat Stasiun Gondangdia. Pada 2020, ia memperkuat modal dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia. Topics Covered menunjukkan bagaimana QRIS BRI mempercepat proses pembayaran, memungkinkan usaha seperti ini berkembang lebih cepat.
Konkurensi di Gondangdia dan Adaptasi Pedagang
Dalam persaingan ketat di kawasan Gondangdia, Rachmat fokus pada konsistensi rasa dan lokasi strategis. Rata-rata, usahanya mampu menarik 60 porsi per hari. Topics Covered dalam pengembangan bisnis ini adalah kepraktisan metode pembayaran digital. Dengan QRIS BRI, pelanggan tidak perlu berantre, terutama di jam sibuk. “Enak mas QRIS tinggal scan aja kan. Saya bisa sambil bikin ketoprak kalau lagi ramai,” katanya.
“Alhamdulah sehari bisa 60 porsi. Cukuplah buat saya,” ucapnya.
Kehadiran QRIS BRI bukan hanya memudahkan transaksi, tapi juga membuka peluang untuk ekspansi usaha. Pedagang ketoprak seperti Rachmat mulai menawarkan layanan tambahan, seperti pembayaran via aplikasi atau pengiriman online, yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Statistik QRIS BRI dan Dampak pada Ekosistem Ekonomi
QRIS BRI memberikan dampak signifikan dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital. Melalui BRIMerchant, transaksi pedagang bisa dicatat otomatis, mengurangi risiko kesalahan. Topics Covered dalam penggunaan QRIS adalah efisiensi pengelolaan keuangan, yang sebelumnya memakan waktu banyak. “Lebih praktis sih jadi nggak perlu repot mencatat lagi,” ujarnya.
Transformasi ini sejalan dengan strategi BRI dalam memperluas pembayaran non-tunai. Direktur Information Technology BRI, Saladin D. Effendi, menekankan bahwa QRIS menjadi solusi praktis untuk transaksi di lingkungan perkotaan. Topics Covered dalam pengembangan QRIS adalah peningkatan kenyamanan pengguna dan kecepatan transaksi. “QRIS memungkinkan transaksi dilakukan dengan mudah hanya dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran,” katanya.
Kinerja Digital BRI Tumbuh Pesat
BRI mencatat pertumbuhan positif dalam indikator digital. Sepanjang Triwulan I 2026, perusahaan ini berhasil meraih laba bersih Rp15,5 triliun, naik 13,7 persen dibanding tahun sebelumnya, seperti yang diumumkan melalui Instagram resmi. Topics Covered dalam kemajuan ini mencakup peningkatan pengguna BRImo hingga 47,8 juta, atau kenaikan 18,6 persen tahunan.
Platform BRImo, sebagai super apps BRI, menjadi bagian penting dari Topics Covered dalam strategi digital. Volume transaksi BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun, naik 29,4 persen dari tahun sebelumnya. Sementara QLola by BRI menarik 320,4 ribu pengguna, tumbuh 33,1 persen, dan nilai transaksi mencapai Rp4.462 triliun, naik 53,5 persen. QRIS BRI berkontribusi besar pada Topics Covered ini, dengan volume transaksi mencapai Rp30,5 triliun.
QRIS BRI sebagai Pendorong Transaksi Harian
QRIS BRI membantu meningkatkan transaksi harian, baik untuk pedagang kaki lima maupun usaha besar. Jumlah pengguna layanan digital BRI mencapai 323,7 ribu, dengan total volume transaksi Rp67,9 triliun, naik 26,5 persen tahunan. Topics Covered dalam peningkatan ini adalah keterlibatan masyarakat dalam ekonomi digital. QRIS BRI menjadi faktor utama yang mendorong transaksi mencapai lebih dari 253 miliar.
Topics Covered dalam keberhasilan QRIS BRI menunjukkan pergeseran dari transaksi tunai ke digital. Pedagang ketoprak seperti Rachmat tidak hanya mengoptimalkan operasional, tapi juga memperkuat posisi mereka di pasar. Lonjakan transaksi ini memperlihatkan peran QRIS dalam mendorong interaksi bisnis dan meningkatkan efisiensi.
Potensi QRIS BRI di Masa Depan
QRIS BRI bukan hanya mengubah cara pedagang ketoprak beroperasi, tapi juga menegaskan potensi teknologi dalam transformasi ekonomi. Topics Covered dalam langkah ini adalah inovasi yang menjembatani kebutuhan masyarakat dan kemudahan pembayaran. Dengan layanan yang terus berkembang, BRI berharap QRIS menjadi pilar utama ekosistem digital di Indonesia.
