New Policy: Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T melalui Program Rural Youth AI Facilitator

2e31c767-ed22-4875-8170-a487d219911a-0

New Policy: Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T melalui Program Rural Youth AI Facilitator

New Policy – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meluncurkan New Policy baru untuk memperkuat transformasi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program Rural Youth AI Facilitator menjadi bagian penting dari inisiatif ini, dengan fokus pada pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak teknologi di Papua Barat Daya. Tujuan utamanya adalah membantu UMKM mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) ke dalam operasional bisnis, sehingga meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Strategi Pemberdayaan Talenta Muda dalam Transformasi Digital

Menyadari pentingnya literasi digital di kalangan UMKM, Telkom mengambil langkah konkret melalui pelatihan AI untuk sejumlah mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan 70 peserta dari Universitas Negeri Sorong (UNIMUDA) dan Universitas Papua (UNIPA), yang diberikan pengetahuan tentang teknologi AI serta cara penerapannya. Pendekatan “Train the Trainer” menjadi strategi utama, karena para peserta nantinya akan berperan sebagai pelatih untuk mendampingi pelaku usaha dalam adaptasi teknologi. New Policy ini menekankan bahwa keterlibatan masyarakat lokal adalah kunci keberhasilan transformasi digital.

“Melalui New Policy Rural Youth AI Facilitator, Telkom berupaya menciptakan ekosistem digital yang inklusif, dengan menggandeng generasi muda sebagai pilar utama,” kata Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperluas akses ke teknologi dan memastikan adopsi berjalan efektif, terutama di wilayah yang kurang terjangkau.

Pelatihan Berbasis Praktik untuk Meningkatkan Produktivitas

Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis tentang AI tetapi juga memfokuskan pada penerapan langsung dalam berbagai aspek usaha. Peserta pelatihan belajar cara memanfaatkan teknologi untuk pengembangan aset digital, strategi pemasaran, dan optimasi operasional. Dengan pendekatan ini, Telkom berharap UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. New Policy ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan lokal.

Kolaborasi dengan pihak strategis seperti Mama-Mama Papua dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi elemen penting dalam New Policy Telkom. Kelompok usaha Mama-Mama Papua akan bekerja sama dalam pengembangan produk dan manajemen usaha, sementara BUMDes fokus pada tata kelola kelembagaan dan pembentukan kemitraan bisnis antar-usaha (B2B). Program ini memperkuat komitmen Telkom untuk membangun ekosistem UMKM yang modern dan responsif terhadap perubahan digital.

Pelatihan yang dilakukan di Waisai ini memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan teknologi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan memahami kondisi wilayah 3T secara mendalam, para peserta diharapkan mampu memberikan bimbingan yang lebih efektif dan kontekstual. New Policy ini juga mencakup strategi untuk memastikan adopsi teknologi AI berkelanjutan, dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Telkom mengakui bahwa kebutuhan digitalisasi UMKM di wilayah 3T masih tinggi. Data dari Pemerintah Kota Sorong tahun 2023 menyebutkan lebih dari 6.823 UMKM menjadi penggerak ekonomi, tetapi hanya sekitar 150 pelaku usaha yang telah menerima pelatihan digital sesuai data Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sorong tahun 2025. New Policy Rural Youth AI Facilitator dirancang untuk menutupi celah ini dengan pendekatan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam visi nasional Indonesia untuk mempercepat transformasi digital, Telkom berperan aktif dalam menciptakan akses yang merata. New Policy ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk tidak hanya menyediakan infrastruktur teknologi tetapi juga memastikan adopsi yang tepat di berbagai sektor. Dengan membangun kemitraan antar-UMKM, masyarakat lokal, dan institusi pendidikan, Telkom optimis bahwa program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah 3T.