Visit Agenda: Pebasket 3×3 putri optimistis hadapi 16 besar Asian Beach Games Sanya
Pebasket 3×3 Putri Optimistis Hadapi Babak 16 Besar Asian Beach Games Sanya
Jakarta – Para atlet tim nasional basket 3×3 putri Indonesia menunjukkan sikap percaya diri menjelang babak penyisihan 16 besar di Asian Beach Games Sanya 2026, yang akan berlangsung di Sanya Sport Centre Gymnasium, Tiongkok, Selasa (28/4). Setelah sukses menyelesaikan fase grup dengan dua kemenangan dari tiga laga, mereka berharap bisa melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini. “Kami datang ke Sanya bukan sekadar untuk berpartisipasi, tapi ingin memenangkan setiap pertandingan,” ujar salah satu pemain, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, setelah tim meraih kemenangan atas Makau dengan skor 17-12 dalam laga penutup Grup C, Senin siang. Meski gembira atas hasil positif, atlet ini menekankan perlunya tetap waspada dan konsentrasi untuk babak berikutnya.
Tim Indonesia menempati posisi kedua di klasemen akhir Grup C, di bawah Filipina yang memastikan kemenangan di semua pertandingan. Makau berada di urutan ketiga dengan satu kemenangan dan dua kekalahan, sementara Kyrgyzstan menjadi juru kunci tanpa raihan kemenangan. Pemainan terakhir melawan Makau dinilai sebagai salah satu performa terbaik mereka sepanjang turnamen, menurut Angelica Jennifer Candra, salah satu anggota tim. “Kami berharap fokus pada setiap pertandingan secara terpisah, meski laga melawan Makau merupakan salah satu permainan yang paling baik,” tuturnya.
“Kami ingin terus meningkatkan pertahanan dan menjaga konsentrasi menghadapi lawan berikutnya,” tambah Diva Intan Nur Fadillah, pemain lainnya.
Evaluasi terus dilakukan setelah selesainya babak grup, meski penampilan terkini menggembirakan. Diva Intan Nur Fadillah menyoroti bahwa beberapa aspek perlu diperbaiki agar tim bisa lebih solid di fase gugur. “Permainan kami masih ada celah, terutama dalam mengatur tempo dan mengurangi kesalahan saat menyerang,” jelasnya. Hal tersebut menjadi sorotan setelah melihat kinerja mereka dalam laga-laga sebelumnya, termasuk pertandingan melawan Makau yang berakhir dengan skor 17-12.
Berikutnya, tim Merah Putih akan menghadapi lawan dari peringkat ketiga Grup B, yang diperebutkan oleh Malaysia, Taiwan, dan Mongolia. “Kami tahu lawan akan berjuang keras, tapi kami telah mempersiapkan diri dengan baik,” kata Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi. Pemain ini menegaskan bahwa mental tim tetap kuat, meski ada tekanan besar dalam kompetisi internasional. “Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, terutama saat fase gugur memperketat persaingan,” tambahnya.
Permainan di babak grup juga memberikan gambaran tentang potensi tim Indonesia. Dalam tiga pertandingan, mereka menunjukkan kemampuan menghadapi lawan yang beragam, mulai dari tim kuat seperti Filipina hingga negara dengan level yang lebih rendah. Meski kemenangan atas Makau menjadi titik balik penting, tim masih berusaha memperbaiki kelemahan yang terlihat dalam pertandingan awal. “Kami memperhatikan detail kecil, seperti komunikasi antar pemain dan pengaturan posisi,” ujar Angelica Jennifer Candra.
Dalam konteks Asian Beach Games, kompetisi ini menjadi platform penting bagi tim Indonesia untuk menunjukkan kemajuan di bidang basket 3×3. Sebagai salah satu event besar di Asia, Asian Beach Games menarik perhatian banyak negara, terutama yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga ini. Dengan posisi kedua di Grup C, tim Indonesia berada di jalur yang baik untuk melangkah ke babak berikutnya. Namun, mereka sadar bahwa tantangan di babak 16 besar akan jauh lebih intens.
Tim nasional basket 3×3 putri Indonesia diperkuat oleh Berlian Yesi Triutari, Diva Intan Nur Fadillah, Angelica Jennifer Candra, dan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi. Kombinasi ini dianggap mampu menciptakan dinamika permainan yang seimbang, baik dalam menyerang maupun bertahan. “Kami saling melengkapi di lapangan, dan komunikasi tim terus ditingkatkan,” kata Berlian Yesi Triutari, yang turut memberikan penilaian positif tentang kekompakan tim.
Di babak 16 besar, setiap laga akan menjadi ujian penting. Tim Indonesia harus mampu mengatasi tekanan dan menjaga performa stabil di setiap pertandingan. Dengan dua kemenangan dari tiga laga, mereka memiliki dasar untuk optimis, tetapi juga perlu memperkuat mental dan teknik untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh. “Kami tidak boleh lengah, karena setiap lawan memiliki strategi dan kekuatan masing-masing,” tambah Diva Intan Nur Fadillah.
Kemenangan atas Makau di Grup C menjadi bukti bahwa tim Indonesia mampu beradaptasi dengan kondisi pertandingan yang berbeda. Meski Macau adalah lawan yang tergolong kuat, mereka tetap mampu menang dengan skor yang cukup signifikan. “Kami merasa percaya diri karena permainan terkini menunjukkan progres,” ujar Angelica Jennifer Candra. Namun, permainan harus terus ditingkatkan agar bisa bersaing di babak berikutnya.
Di sisi lain, kompetisi Asian Beach Games Sanya 2026 juga menjadi ajang untuk menguji daya tahan fisik dan mental atlet. Dengan cuaca yang bisa berubah tiba-tiba dan medan pertandingan yang berbeda, tim harus mampu menghadapinya secara maksimal. “Kami telah melakukan latihan intensif untuk menghadapi kondisi yang tidak pasti,” kata Berlian Yesi Triutari. Dengan bantuan pelatih dan support tim, mereka berharap bisa menghadapi setiap lawan dengan persiapan yang matang.
Sebagai penutup, tim Indonesia menyatakan komitmen untuk terus berkembang dalam turnamen ini. “Kami tidak hanya ingin mencapai babak 16 besar, tapi juga memperjuangkan medali emas,” ujar Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi. Kinerja positif di fase grup menjadi fondasi yang baik, tapi fokus utama sekarang adalah menghadapi fase berikutnya dengan semangat tinggi. “Setiap pertandingan adalah kesempatan baru, dan kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin,” tutupnya.
