Topics Covered: Khofifah dan Dubes RI bahas perdagangan Jatim-Malaysia
Khofifah dan Dubes RI Bahas Perdagangan Jatim-Malaysia
Topics Covered – Di Kuala Lumpur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi dan pendidikan antara provinsi tersebut dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Pertemuan ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang ekspansi pasar serta meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pertanian, dan sumber daya manusia. Dalam wawancara media, Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur terus berupaya membangun jejaring perdagangan yang strategis, termasuk ke negara-negara mitra seperti Malaysia.
Peningkatan Kerja Sama Ekonomi
Khofifah menyatakan bahwa kegiatan pertemuan ini menjadi bagian dari strategi Jawa Timur dalam mengembangkan ekonomi melalui komunikasi langsung dengan mitra luar negeri. “Sejak beberapa tahun terakhir, kami terus melakukan kunjungan perdagangan ke berbagai provinsi dan negara mitra, dengan harapan bisa memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif,” ungkapnya. Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah penggunaan metode business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua belah pihak, sehingga memfasilitasi transaksi yang lebih efisien.
“Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Kami melihat adanya peluang sinergi yang kuat, baik di sektor industri pengolahan, pangan, maupun produk-produk unggulan lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Dubes RI untuk Malaysia menegaskan pentingnya kolaborasi ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua pihak. “Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis yang memiliki potensi luas untuk memperkuat hubungan bilateral. Dengan kerja sama yang intensif, kami optimis banyak peluang akan terbuka untuk memberikan dampak ekonomi nyata,” ujar Dubes dalam keterangan resmi.
Ekspor dan Impor: Angka yang Menarik
Menurut data terbaru, ekspor Jawa Timur ke Malaysia pada tahun 2025 mencapai 1.539,3 juta Dolar AS, sedangkan impornya sebesar 572,37 juta Dolar AS. Angka tersebut menghasilkan surplus perdagangan sebesar 967,06 juta Dolar AS, yang menunjukkan dominasi ekspor Jatim di pasar Malaysia. Surplus ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur mampu menawarkan produk-produknya dengan daya saing yang tinggi.
“Komoditas tersebut menjadi tulang punggung ekspor nonmigas yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Khofifah.
Produk ekspor utama dari Jatim meliputi tembaga, lemak dan minyak hewani, produk kimia, kakao serta olahannya, dan juga kayu dan turunannya. Sementara itu, komoditas impor utama mencakup plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, mesin serta peralatan mekanis, makanan olahan, dan kakao. Keberhasilan ekspor Jatim mencerminkan peran penting daerah ini dalam memenuhi kebutuhan pasar global, terutama di bidang pertambangan dan pangan.
Ketahanan Pangan sebagai Keunggulan
Dalam pembahasan tambahan, Khofifah menyoroti kemampuan Jawa Timur dalam menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan bahan pangan. Menurutnya, inisiatif-inisiatif yang diambil, seperti penguatan sektor peternakan, menjadi fondasi kuat dalam menopang ekspor serta menekan ketergantungan pada impor. “Kami sedang mengembangkan Grand Parent Stock (GPS) untuk meningkatkan kualitas produksi ayam ras, yang bisa mengurangi impor daging,” terangnya.
“Sinergi ini menjadi kekuatan besar bagi Jawa Timur. Dengan dukungan riset dan inovasi, kita optimistis mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menekankan bahwa sektor pertanian dan peternakan Jatim memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan secara maksimal melalui kolaborasi dengan negara-negara lain. Misalnya, pengembangan teknologi pertanian modern dan pengolahan hasil pertanian menjadi fokus utama pemerintah provinsi untuk menjaga kualitas produk dan menyesuaikan permintaan pasar internasional.
Program Pendidikan dan SDM
Di luar aspek ekonomi, Khofifah menggarisbawahi pentingnya kolaborasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) antara Jatim dan Malaysia. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup program pertukaran pelajar serta kerja sama antar perguruan tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja serta membangun kapasitas manusia yang siap bersaing di tingkat global.
“Pasar global terus berkembang dan menghadirkan peluang baru. Jawa Timur siap menjawab kebutuhan tersebut dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Dubes RI untuk Malaysia juga mendukung langkah-langkah ini, mengatakan bahwa peningkatan SDM menjadi kunci dalam mencapai keberhasilan ekonomi. “Dengan menggabungkan sumber daya manusia Jatim dan Malaysia, kami bisa menciptakan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan industri kedua belah pihak,” imbuhnya.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama bilateral. Dengan memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan pendidikan, Jatim diharapkan mampu menunjukkan perannya sebagai pusat ekonomi yang mendorong pertumbuhan nasional. Dubes RI menegaskan bahwa kerja sama ini bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan.
