Special Plan: Anggota DPD dukung Bapanas perkuat intervensi harga pangan masyarakat

Anggota DPD dukung Bapanas perkuat intervensi harga pangan masyarakat

Special Plan – Jakarta – Dalam upaya memastikan akses pangan yang stabil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, dua anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Achmad Azran dan Alfiansyah Bustami, yang kerap disapa sebagai Komeng, menunjukkan dukungan terhadap Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam mengimplementasikan kebijakan intervensi harga pangan. Kedua senator ini menjelaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga pangan nasional akan memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat, terutama di bidang ketersediaan bahan pokok.

Kerja Sama untuk Program Pangan

Kedua anggota DPD tersebut menyatakan harapan mereka agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat memanfaatkan peran Bapanas secara optimal. “Dengan sinergi ini, kita dapat bekerja bersama untuk menjalankan program yang dibawa oleh Pak Prabowo,” kata Azran dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis. Senator dari Komite I DPD RI menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mencapai tujuan peningkatan ketersediaan dan akses pangan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Alfiansyah Bustami, yang juga dikenal sebagai Komeng, menegaskan bahwa urusan pangan adalah hal yang kritis bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. “Pangan urusan perut, jangan main-main dengan (urusan) perut,” ujarnya dengan tegas. Senator dari Komite II DPD RI menjelaskan bahwa keberhasilan program pangan bergantung pada kehati-hatian dalam pengawasan serta respons cepat terhadap perubahan harga.

Program Bantuan Pangan dan Perpanjangan Waktu

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyambut baik kerja sama dengan DPD RI dalam memperkuat kebijakan intervensi harga pangan. Menurutnya, sinergi antara lembaga tersebut dapat meningkatkan efektivitas distribusi bantuan pangan, terutama dalam penyaluran beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat.

Bapanas mencatat bahwa hingga 29 April, sejumlah 166,2 juta kilogram beras dan 33,2 juta liter minyak goreng telah terdistribusikan ke 38 provinsi. “Kita berikan kepada 33,2 juta keluarga, dan jika diperlukan, nanti akan didampingi oleh Bulog,” tambah Ketut. Kebijakan perpanjangan batas waktu penyaluran bantuan pangan juga telah diusulkan Bapanas, yang memberi kesempatan Perum Bulog memperpanjang masa distribusi hingga 31 Mei 2026.

Ketut menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut berasal dari permohonan yang diajukan Bulog di akhir Maret 2026. “Awalnya program ini berlangsung pada Februari dan Maret, tapi sekarang bisa diperpanjang sampai Mei,” katanya. Di sisi lain, ia menyoroti masalah kemasan yang mungkin menghambat distribusi. “Jika kemasan belum sesuai, Bulog bisa menggunakan opsi lain dengan menambahkan identitas program sebagai bagian integral,” jelasnya.

Gerakan Pangan Murah dan SPHP Jagung Pakan

Selain bantuan pangan, Ketut juga mengajak DPD RI untuk memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM). “Program ini menjadi langkah pemerintah untuk mendekatkan masyarakat terhadap pangan dengan harga wajar, di bawah harga pasar,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa GPM dapat diimplementasikan di berbagai tingkat, seperti kelurahan atau kecamatan, dengan dukungan tim yang diturunkan langsung oleh Bapanas.

Menyusul hal itu, Bapanas juga mengusulkan pendampingan dalam penyaluran Program Stabilisasi Harga Pakan (SHP) jagung. Program ini dirancang untuk mendorong kestabilan harga jagung bagi peternak. “Targetnya mencakup lebih dari 5 ribu peternak dengan skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi,” terang Ketut. Total populasi unggas yang dituju sebanyak 53 juta ekor, dengan rencana penyaluran sebanyak 213,1 ribu ton.

Penyaluran SHP jagung dilakukan melalui koperasi atau asosiasi, dengan kriteria keanggotaan sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026. “Ini untuk menjawab fluktuasi harga jagung di tingkat peternak,” imbuh Ketut. Selain itu, program ini diharapkan bisa mendorong keterjangkauan bahan pangan untuk kebutuhan ternak.

Komitmen Masyarakat dan Langkah Strategis

Ketua DPD RI mengapresiasi peran Bapanas dalam menjaga keseimbangan harga pangan di tengah tantangan ekonomi global. “Intervensi ini penting untuk memastikan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga,” ujarnya. Pada acara kunjungan ke Kantor Bapanas, Azran dan Komeng menegaskan bahwa sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi kunci keberhasilan kebijakan pangan.

Selain itu, Bapanas menekankan bahwa keberhasilan program-programnya tidak hanya bergantung pada distribusi bantuan, tetapi juga pada keberlanjutan pengawasan. “Kami juga memastikan kebijakan penyaluran bantuan tetap terjaga kualitasnya,” jelas Ketut. Ia menambahkan bahwa ada rencana evaluasi lebih lanjut terkait penggunaan kemasan dan efisiensi logistik dalam penyaluran.

Program intervensi harga pangan ini dirancang untuk mengurangi risiko inflasi serta mencegah kenaikan harga yang berdampak pada daya beli masyarakat. “Dengan kolaborasi ini, kita bisa memastikan program Bapanas berjalan secara optimal,” kata Azran. Ia menekankan bahwa intervensi tidak hanya sekadar menurunkan harga, tetapi juga meningkatkan ketersediaan dan keandalan pasokan.

Komeng menggarisbawahi bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan akses yang merata kepada pangan, baik dalam kuantitas maupun kualitas. “Kami percaya dengan dukungan DPD, program ini bisa mencapai keberhasilan yang lebih luas,” ujarnya. Dalam konteks ini, Bapanas berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk DPD RI, dalam memperkuat kinerja lembaga tersebut.

Kebijakan Bapanas juga mencakup upaya memastikan bahwa bantuan pangan tidak hanya disalurkan secara tepat waktu, tetapi juga mencakup kebutuhan masyarakat terutama di daerah-daerah yang rentan krisis. “Kami terus menyesuaikan strategi distribusi agar mencapai semua wilayah,” terang Ketut. Dengan program yang berkelanjutan, Bapanas berharap bisa menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah dinamika pasar.

Langkah Terukur untuk Keberlanjutan Pangan

Dalam keseluruhan rangkaian kebijakan, Bapanas menunjukkan komitmen untuk mengambil langkah-langkah terukur dalam peningkatan