Visit Agenda: Kesal Motor Mogok, Pria di Pangkep Nekat Bakar Kendaraannya hingga Hangus

ebcb425c-0b1b-4b6a-a34f-352823ce58cc-0

Visit Agenda: Pria di Pangkep Marah karena Motor Mogok, Nekat Bakar Kendaraannya

Visit Agenda – Sebuah insiden memicu kehebohan di Kabupaten Pangkep pada Kamis (28/5/2026), saat sepeda motor Yamaha Mio Soul GT terbakar di Jalan Poros Sultan Hasanudin, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene. Kebakaran ini terjadi di dekat Madrasah Aliyah Muhammadiyah Sibatua, menimbulkan reaksi cepat dari warga sekitar. Dari informasi yang beredar, motor tersebut diduga sengaja dibakar oleh pemiliknya, Mursalim, setelah kendaraan mogok di tengah jalan.

Kesal dengan Kegagalan Motor

Mursalim, seorang pekerja baja ringan asal Jeneponto yang kini tinggal di Maros, dikabarkan sedang dalam pengaruh minuman keras tradisional ballo saat kejadian terjadi. Dalam video yang beredar, terlihat motor terbakar habis di pinggir jalan, memperlihatkan emosi yang memuncak akibat frustrasi. Menurut sumber, Mursalim telah menghabiskan waktu di rumah kerabatnya di Pangkep sebelum mengonsumsi minuman beralkohol, yang mungkin memicu reaksi impulsif.

Kebakaran yang Mengguncang Warga

Insiden tersebut memicu kekacauan di area Jalan Poros Sultan Hasanudin. Warga segera berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam kecil, sementara yang lain menghubungi pemadam kebakaran setempat. Namun, api cepat membesar karena kondisi motor yang sudah rusak, sehingga jalan poros sementara ditutup selama beberapa jam. Kebakaran memperlihatkan dampak negatif dari konsumsi alkohol dalam situasi stres.

Pelaku Dalam Pengaruh Ballo

Dalam wawancara dengan polisi, Mursalim mengakui tindakannya. “Anuji, tidak mau menyala. Sementara dipakai tidak mau bunyik motornya, terus kubakar,” ujarnya. Ia membuka tangki bensin dan menggunakan korek api untuk memulai api. Penyelidikan lanjutan oleh Unit Reskrim Polres Pangkep menemukan bahwa pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras saat kejadian, memperkuat dugaan bahwa emosi menjadi pemicu tindakan ekstrem.

“Anuji, tidak mau menyala. Sementara dipakai tidak mau bunyik motornya, terus kubakar,”

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Halim Lau, mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui motif dan proses pembakaran. “Dia kesal karena motornya tidak menyala, kemudian dibakar sendiri. Untuk sementara, kami masih melakukan penyelidikan dan yang bersangkutan diduga dalam pengaruh minuman beralkohol,” tambahnya. Kebakaran ini menjadi peristiwa unik yang mengungkapkan dampak alkohol dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi Motor dan Faktor Penyebab

Pembakaran motor terjadi setelah mesin kendaraan mengalami gangguan, meskipun penyebab pasti belum diketahui. Keterangan warga menyebutkan bahwa Mursalim sering mengonsumsi ballo, yang merupakan minuman keras tradisional populer di daerah tersebut. Ballo diketahui mengandung bahan alami yang bisa memicu rasa kantuk dan ekstasi, berpotensi memperparah reaksi emosional saat motor mogok.

Kebakaran ini juga mengingatkan pentingnya perawatan kendaraan. Motor yang digunakan Mursalim sudah beroperasi selama beberapa bulan tanpa penggantian oli atau perbaikan mesin. Faktor ini mungkin memperkuat kekecewaannya, terutama setelah kendaraan mogok di tengah jalan.

Respon Masyarakat dan Harapan

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang dampak negatif konsumsi alkohol. Mereka mengapresiasi kecepatan polisi dalam menangani insiden ini, sementara juga berharap kejadian serupa tidak terulang. “Visit Agenda menjadikan kejadian ini sebagai bahan peringatan bagi kita semua,” kata salah satu warga setempat.

Pembakaran motor ini tidak hanya menjadi cerita mengejutkan, tetapi juga menggambarkan bagaimana emosi bisa memicu tindakan ekstrem. Mursalim, sebagai satu-satunya pengguna kendaraan tersebut, diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Polisi menilai bahwa tindakan tersebut adalah reaksi spontan akibat frustrasi yang memuncak.

Visit Agenda memantau perkembangan kasus ini, menyoroti hubungan antara kehidupan sehari-hari dan reaksi emosional. Kebakaran di Jalan Poros Sultan Hasanudin menjadi bukti bagaimana keputusasaan dan pengaruh alkohol bisa menyebabkan tindakan yang tidak terduga. Semua pihak berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menghadapi masalah sehari-hari.