Anggota KKB HSSBI Yahukimo Ditembak saat Kabur – Ini Sepak Terjangnya
Anggota KKB HSSBI Yahukimo Ditembak Saat Kabur, Ini Sepak Terjangnya
Anggota KKB HSSBI Yahukimo Ditembak saat – Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, menjadi sorotan dalam operasi penyelidikan terhadap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) HSSBI yang digelar Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Pengejaran terhadap pelaku ini terus berlangsung, dengan hasil keberhasilan menangkap anggota KKB berinisial AB alias UB. Menurut Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, operasi ini merupakan bagian dari upaya menekan aktivitas kelompok teroris HSSBI.
AB alias UB berhasil ditangkap di Distrik Dekai setelah mencoba melarikan diri saat petugas gabungan melakukan penyergapan. “Pada saat akan diamankan, yang bersangkutan berusaha kabur sehingga petugas mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pelariannya,” jelas Yusuf, Minggu (21/6/2026). Tindakan tersebut memicu perlawanan, dengan pelaku memegang senjata dan mencoba melarikan diri dari lokasi.
Keterangan dari Kasatgas Humas
Yusuf menyebutkan bahwa penangkapan AB alias UB dilakukan setelah petugas menerima informasi terkait keberadaan anggota kelompok HSSBI di Distrik Dekai. “Keberhasilan ini berkat kerja sama dan tindak lanjut dari intelijen di lapangan,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa operasi berjalan lancar dan tidak ada korban selain pelaku yang cedera ringan akibat tembakan petugas.
Dalam proses penyergapan tersebut, tim mengamankan sejumlah barang bukti yang mengarah pada kegiatan kriminal yang dilakukan kelompok HSSBI. “Dari hasil penangkapan, petugas menyita dua butir amunisi berkaliber 5,56 mm, satu unit ponsel, serta barang pribadi milik tersangka,” ujar Yusuf. Barang bukti ini menjadi bukti kuat bahwa pelaku terlibat dalam aksi kekerasan terhadap pasukan keamanan.
Rumah Diduga Tempat Berlabuh
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa pengembangan kasus membawa petugas ke sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai tempat singgah oleh kelompok HSSBI. “Dari lokasi itu, tim menyita perangkat komunikasi, teleskop optik, dokumen, senjata tajam, dan perlengkapan lain yang masih diteliti oleh penyidik,” katanya. Rumah tersebut menjadi pusat kegiatan intelijen dan perencanaan serangan terhadap satuan militer.
Menurut informasi yang dihimpun, AB alias UB merupakan bagian dari pasukan Batalyon HSSBI. “Pelaku diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap kendaraan lapis baja milik Satgas Marinir di wilayah Dekai pada 13 Desember 2025,” lanjut Yusuf. Aksi tersebut menewaskan satu anggota pasukan dan mengakibatkan kerusakan signifikan pada kendaraan yang menjadi target.
Tindak Pidana yang Dilakukan
Kombes Yusuf Sutejo menambahkan bahwa pelaku juga terlibat dalam tindak pidana kepemilikan dan penggunaan senjata api tanpa hak. “Tersangka dijerat dengan Pasal 306 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan pelanggaran peraturan senjata,” kata Yusuf. Selain itu, pelaku juga dikenai Pasal 458 juncto Pasal 459 KUHP, yang berkaitan dengan dugaan percobaan pembunuhan akibat aksi penembakan.
Menurut Yusuf, tindakan penembakan yang dilakukan AB alias UB berpotensi mengakibatkan ancaman kehidupan bagi orang lain. “Berdasarkan pasal-pasal tersebut, tersangka dapat dikenai hukuman penjara hingga 15 tahun,” imbuhnya. Penyidik sedang menyelidiki lebih lanjut bagaimana pelaku mengakses senjata api dan amunisi serta bagaimana aksi tersebut terkoordinasi dengan anggota kelompok lain.
Penangkapan AB alias UB dianggap sebagai kemenangan penting dalam upaya menekan KKB HSSBI. Yusuf menuturkan bahwa kelompok ini masih aktif di sejumlah wilayah di Papua, dengan rencana serangan yang terus berlangsung. “Kasus ini menunjukkan komitmen Satgas Damai Cartenz-2026 untuk mengungkap jaringan kriminal yang terus mengancam keamanan daerah,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, pihak keamanan juga memperketat pengawasan di sekitar Distrik Dekai. “Area tersebut menjadi fokus karena sering terjadi aksi kekerasan terhadap pasukan operasional,” kata Yusuf. Ia berharap dengan penangkapan ini, kelompok HSSBI dapat dihentikan dari melakukan aksi serupa di masa depan.
Sebelumnya, aksi penembakan terhadap kendaraan lapis baja pada 13 Desember 2025 menjadi peristiwa yang menimbulkan kekhawatiran besar. “Serangan itu dilakukan secara terencana dan menunjukkan kemampuan kelompok untuk merencanakan serangan melibatkan senjata api modern,” ungkap Yusuf. Barang bukti yang ditemukan, termasuk senjata dan amunisi, membuktikan bahwa anggota KKB HSSBI memiliki perbekalan yang memadai untuk melancarkan aksi.
Operasi ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Satgas Damai Cartenz-2026 dengan intelijen lokal. “Dukungan masyarakat dan informasi dari sumber terpercaya mempercepat proses penangkapan pelaku,” jelas Yusuf. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pengawasan ketat dan kesigapan petugas di lapangan.
Penyidikan terhadap AB alias UB akan terus berjalan untuk mengungkap peran lebih dalamnya dalam aksi kelompok HSSBI. “Tim sedang memeriksa dokumen dan perangkat komunikasi yang ditemukan di rumah tersangka,” kata Yusuf. Hasil investigasi diharapkan dapat memperkuat kasus yang telah dibuka dan menambah daftar pelaku yang akan dikenai hukuman.
