Latest Program: Unjuk Rasa Dukung Prabowo, Massa Tani Merdeka: Bukan Aksi Tandingan Mahasiswa

5407b16d-95c7-4d5f-8737-ffa063243369-0

Massa Tani Merdeka Unjuk Rasa Dukung Prabowo, Bukan Aksi Tandingan dengan Mahasiswa

Latest Program – Jakarta, pada Jumat, 19 Juni 2026, Tani Merdeka Indonesia serta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengadakan demonstrasi kecil untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi ini menurut ketua organisasi, Don Muzakir, tidak berupa perlawanan terhadap aksi mahasiswa, melainkan bentuk ekspresi keinginan masyarakat pedesaan untuk menyampaikan pendapat. “Tidak, kami tidak ingin terlibat dalam bentuk aksi saling serang. Kami ini bukan aksi untuk menentang tandingan,” jelasnya dalam wawancara dengan media.

Penjelasan Aspirasi Masyarakat

Don Muzakir menegaskan bahwa demonstrasi ini bertujuan mengungkapkan harapan rakyat terhadap kebijakan yang dianggap memberi manfaat bagi pedesaan. “Kita ingin menunjukkan bahwa di desa, masyarakat sangat puas dengan langkah Pak Prabowo Subianto,” ujarnya. Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa sebelumnya tidak dianggap sebagai kontra, tetapi sebagai bagian dari partisipasi rakyat dalam mendukung perjuangan nasional. “Kita tidak mengecam siapa pun, karena aksi tandingan biasanya dilakukan dengan spanduk yang menunjukkan kritik tajam. Hari ini, kita hanya memberi pesan damai,” tambah Don.

“Kita berharap semua pihak bisa bergandeng tangan, meski berbeda politik, organisasi, agama, atau latar belakang. Mari bersatu demi Indonesia yang lebih baik hari ini,” kata Don Muzakir.

Menurut Don, pentingnya aksi ini terletak pada perbedaan fokus antara masyarakat pedesaan dan kelompok urban. “Mereka yang tinggal di Jakarta, berfokus pada isu kota. Tapi kami dari desa ingin memberitahukan bahwa kebijakan Pak Prabowo sudah memberi dampak positif di tingkat pedesaan,” jelasnya. Ia menambahkan, spanduk atau tanda yang digunakan dalam aksi ini justru mencerminkan kegembiraan, bukan ketidakpuasan. “Kalau kita ingin tandingan, pasti spanduk kita lebih tendensius. Tapi hari ini, kita cuma ingin menyampaikan apresiasi,” lanjut Don.

Kemacetan dan Koordinasi dengan Polisi

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, memberi informasi bahwa sejumlah aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di lima titik berbeda di wilayah Jakarta Pusat pada hari yang sama. Lokasi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan lalu lintas. “Demonstrasi pertama digelar di sekitar Monas oleh Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia dan elemen masyarakat lainnya, pukul 10.00 WIB,” terang Erlyn kepada wartawan.

Erlyn menjelaskan bahwa aksi kedua akan dilakukan oleh Kepresma Universitas Trisakti di Gedung DPR/MPR, pukul 11.00 WIB. Aksi ketiga dihadiri oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia, juga pukul 10.00 WIB. “Sementara aksi keempat akan diadakan oleh Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara di Tugu Tani serta Kementerian Keuangan, pukul 13.00 WIB,” katanya. Selain itu, ada aksi tambahan di lokasi lain yang belum diungkapkan secara detail.

“Kita berharap semua pihak bisa bersatu meski memiliki perbedaan. Aksi ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi menyatukan suara demi masa depan bangsa,” ujar Erlyn.

Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran aksi, polisi menyatakan telah melakukan koordinasi dengan panitia. Erlyn mengatakan, pihaknya menyiapkan rute alternatif untuk menghindari kemacetan di sejumlah jalan utama. “Kami juga meninjau potensi gangguan lalu lintas dan siap mendukung aksi dengan pola yang aman dan terkendali,” imbuhnya. Dengan demikian, setiap aksi diharapkan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Perbedaan Pemikiran dan Sosialisasi Kebijakan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir, menekankan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi kebijakan Prabowo Subianto di tengah masyarakat. “Kami ingin menjangkau masyarakat desa yang mungkin tidak sempat terlibat dalam diskusi di Jakarta, sehingga bisa memberikan suara mereka,” kata Don. Ia juga menyebut bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari kesadaran politik rakyat pedesaan.

Menurut Don, partisipasi masyarakat desa dalam aksi ini juga menggambarkan semangat kebersamaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa pedesaan bukan hanya pendukung, tetapi bagian aktif dari perjuangan nasional. Ini aksi yang penuh dengan harapan dan kepuasan, bukan protes,” jelasnya. Ia menambahkan, perbedaan pandangan antara kelompok pedesaan dan kelompok kota justru bisa menjadi kekuatan untuk memperkuat suara rakyat.

“Kita ingin memperkuat kesatuan bangsa, meski ada perbedaan pandangan. Justru perbedaan itu bisa menjadikan kita lebih kuat dalam meraih kesejahteraan bersama,” kata Don.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Don menyoroti pentingnya kebijakan yang langsung merasakan dampaknya oleh warga desa. “Di desa, kita melihat perubahan yang nyata setelah Pak Prabowo menjabat. Kami ingin memberi apresiasi secara langsung,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk partisipasi yang harmonis, tanpa mengganggu pihak lain.

Upaya Mencapai Kesejahteraan Bersama

Erlyn Sumantri menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa yang beragam di Jakarta Pusat menunjukkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. “Ini aksi yang beragam, tetapi memiliki tujuan bersama: mendukung presiden dan memastikan kebijakan yang menguntungkan seluruh rakyat,” jelasnya. Dengan lima titik aksi, polisi berharap bisa mengakomodasi kebutuhan berbagai kelompok.

Don Muzakir berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara rutin. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa pedesaan dan kota memiliki satu tujuan, yaitu menciptakan Indonesia yang lebih baik,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya melibatkan semua lapisan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. “Justru aksi ini memperlihatkan bahwa rakyat desa juga ingin berkontribusi dalam pembangunan nasional,” tambah Don.

Dengan jumlah aksi yang cukup besar, Erlyn berharap m