Special Plan: Aksi Unjuk Rasa Dukung Prabowo Rampung, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka

3ea47d45-7407-497f-92f8-93cc0ce1cf05-0

Aksi Unjuk Rasa Dukung Prabowo Rampung, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka

Special Plan – Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dibuka kembali pada Jumat (19/6/2026) setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung sepanjang hari selesai. Perayaan penutupan aksi ini ditandai dengan keberangkatan massa dari berbagai organisasi yang turut serta, menandai akhir dari demonstrasi mendukung Presiden Prabowo Subianto. Jalan yang sempat ditutup sebagai bentuk penunjukan rasa tersebut kini kembali lancar, memungkinkan lalu lintas kembali berjalan seperti biasa.

Dari laporan di lapangan, sekitar pukul 10.10 WIB, mobil komando yang mengarahkan massa mulai perlahan meninggalkan ruas jalan Medan Merdeka Selatan. Para peserta aksi mengikuti arah pergerakan kendaraan tersebut, menunjukkan kepatuhan dalam mengakhiri perayaan. Setelah mobil komando berpamitan, pasukan oranye segera melakukan pembersihan di area yang sempat tergenang sampah. Botol plastik dan kemasan makanan yang berserakan menjadi fokus utama tim pembersih, dengan hasil yang terlihat jelas beberapa menit kemudian.

Dalam beberapa menit berikutnya, petugas kepolisian mulai mengangkat pagar besi yang menutup jalan tersebut. Pagar tersebut dilepas setelah semua peserta aksi meninggalkan lokasi, sehingga pada pukul 10.35 WIB, kendaraan kembali melintasi ruas jalan yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hari. Penggunaan pagar besi dan mobil komando adalah langkah standar untuk memastikan keamanan selama aksi berlangsung, sebelum akhirnya jalan dibuka kembali untuk umum.

Peserta Aksi dan Tujuan Demonstrasi

Aksi unjuk rasa yang dihadiri ribuan orang ini melibatkan dua organisasi utama, yaitu Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Kedua kelompok ini menyatakan dukungan mereka kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi atas kebijakan yang dianggap memberi dampak positif bagi sektor pertanian dan perdagangan. Aksi tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang bertujuan menggali aspirasi masyarakat terkait rencana reformasi agraria dan kebijakan pangan.

Banyak peserta aksi berasal dari Jabodetabek serta delapan kabupaten/kota lainnya yang tergabung dalam organisasi-organisasi tersebut. Mereka bergerak dengan rapi mengikuti arahan mobil komando, menunjukkan koordinasi yang baik dalam kegiatan ini. Sebagian besar peserta aksi terdiri dari petani dan pedagang pasar, yang terlihat antusias membagikan kegembiraan setelah aksi selesai. Dengan mengakhiri perayaan ini, jalan kembali menjadi akses yang lancar bagi masyarakat.

Dampak Positif Program Swasembada Pangan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir, menjelaskan bahwa kebijakan swasembada pangan yang digagas Prabowo menjadi pemicu utama partisipasi peserta aksi. Ia menyebut program ini telah memberikan manfaat nyata bagi petani, seperti peningkatan pendapatan mereka karena harga gabah dan jagung yang stabil. Selain itu, akses terhadap bahan-bahan produksi pertanian, seperti bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan), menjadi lebih mudah diperoleh.

“Aksi ini adalah bentuk dukungan kami kepada Presiden Pak Prabowo Subianto,” ujar Don setibanya di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Ia menambahkan, para pengunjuk rasa yang berlatar belakang sebagai petani dan pedagang pasar merasakan manfaat langsung dari kebijakan swasembada pangan. “Penyerapan hasil panen ke MBG (Malaysia, Brunei, dan Singapura) juga memberi kepastian harga yang stabil di pasar,” lanjutnya.

Menurut Don, program swasembada pangan tidak hanya memperbaiki kondisi ekonomi petani tetapi juga meningkatkan kualitas hidup para pedagang. Kebijakan ini dianggap mampu mengurangi tekanan inflasi dan menjaga keseimbangan harga di pasar, yang berdampak positif pada masyarakat luas. Selain itu, Don menyebut aksi unjuk rasa menjadi platform untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan dari sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Dalam wawancara tambahan, Don menyatakan bahwa kebijakan swasembada pangan telah mengubah pola distribusi bahan pangan di Indonesia. Dengan adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur pertanian dan pengurangan subsidi bahan bakar, ia optimis bahwa kebijakan ini akan terus memberikan dampak yang menguntungkan. “Hal ini membuat para petani di daerah merasa puas dan bangga,” katanya, sambil menunjukkan gambaran hasil panen yang berkualitas tinggi.

Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, ribuan petani dan pedagang pasar yang terlibat dalam aksi ini berharap pemerintah terus memperkuat program swasembada pangan. Mereka menilai bahwa langkah-langkah ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga membantu stabilitas harga di tingkat nasional. Don berharap kebijakan ini terus berlanjut dan memberikan hasil yang lebih baik dalam waktu dekat.

Kegiatan aksi unjuk rasa ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antar kelompok masyarakat. Dengan partisipasi ribuan orang dari berbagai daerah, kebijakan swasembada pangan terus menunjukkan dampak luasnya. Meski aksi ber