Special Plan: BYD akui kekurangan baterai hambat produksi mobil listrik
BYD akui kekurangan baterai hambat produksi mobil listrik
Special Plan – Dari Jakarta, dilaporkan bahwa BYD mengalami kesulitan dalam pasokan baterai yang memengaruhi produksi mobil listrik. Perusahaan mengakui bahwa permintaan tinggi untuk kendaraan bermotorkan listrik dengan teknologi pengisian ultra-cepat, atau flash charging, membuat persediaan baterai tidak cukup untuk memenuhi target produksi. Laporan dari Carnewschina pada Sabtu waktu setempat menyebutkan bahwa kekurangan ini terjadi karena banyak model baru yang masuk ke fase peningkatan produksi. Menurut ketua dan presiden perusahaan, Wang Chuanfu, kapasitas produksi baterai saat ini sedang dalam kondisi ketat.
Kapasitas produksi baterai kami sedang dalam kondisi ketat karena peningkatan volume model baru. Pasokan diperkirakan akan membaik dalam beberapa bulan mendatang seiring bertambahnya kapasitas produksi,“ ujar Wang Chuanfu.
Demand yang tinggi terutama berasal dari model-model terbaru yang menggunakan Blade Battery generasi kedua dan sistem pengisian ultra-cepat 1.500 kW. Teknologi ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen karena kemampuannya mengisi baterai secara cepat. Dalam situasi ideal, pengisian dari 10 persen ke 97 persen dapat dicapai dalam waktu sembilan menit, sementara dari 10 persen ke 70 persen hanya memakan lima menit. Wang Chuanfu menegaskan bahwa teknologi ini menjadi salah satu alasan utama peningkatan populasi kendaraan listrik BYD di pasar domestik.
Produk yang memanfaatkan teknologi tersebut antara lain Denza B5, B8 Flash Charge Edition, serta BYD Atto 3 terbaru dengan motor listrik berdaya 240 kW. Tidak hanya itu, pengembangan sistem pengisian ultra-cepat juga menjadi fokus utama BYD dalam mendorong adopsi kendaraan bermotor listrik. Meski keterbatasan pasokan baterai menyebabkan hambatan dalam produksi, perusahaan berupaya memperluas kapasitas produksi secara bertahap untuk mengatasi masalah tersebut.
Keterbatasan Pasokan Baterai
Kekurangan baterai di BYD bukanlah hal baru. Sejak awal tahun 2026, perusahaan mengalami peningkatan permintaan yang signifikan. Produksi baterai pada April 2026 mencapai 20,98 GWh, sementara total pengiriman sejak Januari mencapai 81,2 GWh. Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan lebih cepat dibanding kemampuan pasokan. Wang Chuanfu mengakui bahwa kebutuhan akan baterai untuk model-model baru melebihi kemampuan produksi saat ini. Hal ini menyebabkan keterlambatan pengiriman kendaraan listrik bagi beberapa konsumen yang telah melakukan pemesanan.
“Kami sedang mempercepat pengembangan kapasitas produksi baterai untuk memenuhi kebutuhan model-model terbaru,“ tambah Wang Chuanfu.
Produksi baterai yang tidak cukup juga memengaruhi kemampuan BYD dalam menghadapi persaingan di industri otomotif listrik. Perusahaan harus memilih antara meningkatkan produksi untuk model tertentu atau menunda pengiriman untuk model lain. Meski demikian, Wang Chuanfu yakin bahwa masalah ini akan segera teratasi. Ia menjanjikan bahwa pasokan baterai akan membaik dalam beberapa bulan ke depan, terutama setelah perusahaan menyelesaikan peningkatan kapasitas produksi.
Ekspansi Teknologi Pengisian
Sebagai bagian dari upaya mengembangkan jaringan pengisian, BYD terus memperluas jumlah stasiun ultra-cepat di berbagai wilayah. Sampai pertengahan Mei 2026, perusahaan telah menetapkan 5.979 stasiun pengisian flash charging di 312 kota di China. Target perusahaan adalah mencapai total 20 ribu stasiun pengisian ultra-cepat pada akhir 2026. Penambahan infrastruktur ini diharapkan bisa mendukung kebutuhan pengguna mobil listrik di dalam dan luar negeri.
Infrastruktur flash charging yang memadai menjadi penting bagi konsumen yang ingin mengurangi waktu pengisian baterai. Teknologi 1.500 kW yang digunakan BYD dianggap lebih efisien dibandingkan pendahulunya, sehingga mendorong keinginan pengguna untuk memilih mobil listrik dari perusahaan tersebut. Wang Chuanfu mengungkapkan bahwa ekspansi jaringan pengisian ultra-cepat tidak hanya fokus pada pasar China, tetapi juga menargetkan ekspansi ke pasar internasional seperti Eropa dan Asia Tenggara. Ini menjadi bagian dari strategi global BYD untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Peran Blade Battery dalam Peningkatan Produksi
Blade Battery generasi kedua yang digunakan BYD dianggap sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya tarik produk listrik mereka. Baterai ini memiliki keunggulan dalam kapasitas penyimpanan energi, keandalan, serta kemampuan mengisi daya secara cepat. Wang Chuanfu menegaskan bahwa Blade Battery terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang. Teknologi ini juga memungkinkan BYD menghadirkan mobil listrik dengan jarak tempuh yang lebih jauh, sehingga menarik minat konsumen.
Peningkatan produksi baterai menjadi tantangan yang signifikan bagi BYD, terutama karena produksi mobil listrik memerlukan bahan baku yang terbatas. Meski kekurangan baterai menyebabkan penundaan produksi, perusahaan tetap fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur untuk memperkuat posisinya di pasar global. Wang Chuanfu juga menyebut bahwa investasi dalam teknologi baterai dan pengisian akan terus dilakukan untuk menghadapi permintaan yang semakin tinggi.
Dalam skenario terburuk, kekurangan baterai bisa menyebabkan konsumen kecewa jika tidak diberi informasi jelas. Namun, BYD berupaya memberikan pelayanan maksimal melalui komunikasi yang terstruktur. Perusahaan memperkirakan bahwa
