New Policy: Caketum HIPMI dorong pengusaha lokal jadi kunci pertumbuhan ekonomi
Caketum HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
New Policy – Jakarta, Sabtu – Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026–2029, Reynaldo Bryan, menegaskan komitmennya untuk mendorong peran pengusaha lokal sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya menghilangkan perbedaan antara pusat dan daerah, serta memastikan pengusaha muda daerah mendapatkan perhatian maksimal dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen. “Tanpa pengembangan pengusaha generasi muda di daerah, tidak mungkin tercapai rumus pertumbuhan ekonomi yang sukses,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan saat acara silaturahmi akbar bertajuk “Malam Kolaborasi Daerah” yang berlangsung di ibu kota pada Jumat (15/5) malam.
Momen Silaturahmi Sebagai Awal Perubahan
Event yang diinisiasi Reynaldo tersebut bukan hanya sekadar ajang pertemuan, tetapi juga wadah untuk mengeksplorasi visi strategis yang ingin diimplementasikan. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa HIPMI harus menjadi lokomotif utama dalam menggerakkan ekonomi nasional. “HIPMI daerah dan kota memiliki kesetaraan, dan kita perlu mengintegrasikan potensi mereka untuk mencapai tujuan bersama,” tutur Reynaldo. Acara ini menandai langkah awal dalam menyatukan komunitas pengusaha di berbagai wilayah, sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi lokal.
“Tidak ada rumus pertumbuhan ekonomi yang berhasil kalau kita tidak menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru di daerah. Mengapa? Karena jumlah pengusaha baru kita saat ini masih kurang. Itulah mengapa visi yang kita bawa adalah P.A.T.E.N,”
Reynaldo menambahkan, visi P.A.T.E.N (Pertumbuhan, Akses, Teknologi, Ekosistem, dan Nasionalisasi) dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, pengusaha muda harus memiliki kekuatan nyata dalam membangun sistem yang mampu mendukung inovasi dan ekspansi bisnis. “Kalau kita buat satu ekosistem, kita berdayakan, dan naikkan kelasnya, kita akan siap. Pengusaha itu harus punya nilai yang kuat, harus konkret. Kalau kita mau dipercaya, bisnis kita juga harus konkret,” jelasnya.
Kolaborasi Daerah Sebagai Pilar Strategis
Acara “Malam Kolaborasi Daerah” menjadi ajang untuk membangun hubungan sinergis antar daerah. Reynaldo menyatakan, semangat kolaborasi ini bertujuan menyatukan perbedaan menjadi kekuatan. “Kita di HIPMI ini membangun persaudaraan. Nanti caketum harus selalu diingatkan bahwa yang dibangun itu adalah persaudaraan dan kita harus selalu bersatu. Ujian sejati di HIPMI itu adalah berani maju, dan caketum Rey telah melaksanakan keberanian itu,” ujar Adi Putra Darmawan Tahir, mantan Ketua Umum BPP HIPMI.
Adi mengapresiasi Reynaldo atas kemampuannya membangun kesadaran kolektif di kalangan pengusaha. “Figur Rey sangat peka terhadap dinamika di lapangan. Ia mengerti, perhatian, dan peduli dengan sesama pengusaha daerah, baik terkait permasalahan maupun potensi yang dimiliki masing-masing wilayah,” tambah Muhammad Fakhri Fadhlurrahman, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sulawesi Tengah. Fakhri menegaskan bahwa visi P.A.T.E.N. Reynaldo selaras dengan kebutuhan HIPMI di masa depan.
Perjalanan Murni dari Kader Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Reynaldo juga membagikan pengalamannya selama sembilan tahun terakhir. Ia mengakui bahwa perjalanan menuju posisi caketum dimulai dari usaha kader daerah. “Kisah saya dimulai dari BPD HIPMI Papua Barat, saat masa Ketum Bahlil Lahadalia. Saya berproses menjadi Bendahara Umum BPD HIPMI Papua Barat, lalu dipertemukan dengan Ketum Akbar Himawan Buchari hingga hari ini berdiri di sini mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPP HIPMI,” ujarnya.
Reynaldo menyoroti bahwa keberhasilan HIPMI bergantung pada keterlibatan aktif pengusaha lokal. “Pengusaha muda adalah kunci, karena mereka yang akan menggerakkan perekonomian di tingkat mikro. Jika ekosistem bisnis lokal dikuatkan, maka pertumbuhan nasional akan lebih merata,” tambahnya. Pernyataan ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh muda nasional yang hadir, termasuk Kaesang Pangarep, yang menjadi bagian dari rangkaian kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara tersebut.
Strategi Pemimpin Muda untuk Masa Depan
Adi Putra Darmawan Tahir menyoroti esensi keberanian dalam ber-HIPMI sebagai bagian dari visi Reynaldo. “Rey telah menunjukkan komitmen kuat untuk membangun koneksi yang lebih luas. Ia tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menggambarkan bagaimana peran pengusaha daerah bisa menjadi fondasi utama keberlanjutan organisasi,” kata Adi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar daerah perlu dijaga agar tetap menjadi pilar strategis dalam perjalanan HIPMI.
Di sisi lain, Reynaldo berharap ke depan akan ada lebih banyak pengusaha daerah yang mampu memimpin sebagai ketua umum. “Dengan adanya perwakilan dari berbagai wilayah, pemerataan kekuatan ekonomi nasional akan lebih optimal,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa HIPMI perlu terus menguatkan kapasitas anggotanya melalui pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, dan kebijakan yang mendukung inisiatif lokal.
Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting dalam Acara
Acara “Malam Kolaborasi Daerah” dihadiri oleh sejumlah tokoh muda nasional dan pengurus HIPMI dari berbagai daerah. Kaesang Pangarep, yang dikenal sebagai pengusaha muda berpengaruh, menjadi salah satu peserta yang aktif dalam diskusi. Hadir pula Ketua Umum BPP HIPMI saat ini, Akbar Himawan Buchari, serta jajaran mantan ketua umum yang memberikan dukungan moril. Reynaldo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, menilai bahwa kolaborasi ini menjadi langkah awal penting menuju percepatan pertumbuhan ekonomi.
Reynaldo juga menyoroti peran organisasi dalam membangun kemitraan yang saling mendukung. “HIPMI bukan hanya sekadar wadah pengusaha, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Dengan visi P.A.T.E.N., kita ingin memastikan bahwa semua wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi ekonomi mereka,” jelasnya. Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa keberhasilan nasional tidak bisa terlepas dari keberhasilan lokal. “Setiap pengusaha daerah adalah bagian dari keseluruhan tatanan ekonomi, dan kita harus menjaga keberlanjutan mereka,” tutup Reynaldo.
